Beranda > Artikel > Kenali Gejala Muntaber pada Bayi, dan Bagaimana Cara Orang Tua Mengatasinya

Kenali Gejala Muntaber pada Bayi, dan Bagaimana Cara Orang Tua Mengatasinya

Kenali apakah muntaber itu

Muntaber dalam bahasa medis kenal sebagai gastroenteritis. Gastroenteritis merupakan infeksi saluran cerna mulai dari lambung, kemudian infeksi usus. Gejala utama dari penyakit ini adalah diare/BAB cair dan kadang disertai dengan gejala muntah.

Kebanyakan kasus, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, namun bisa juga disebabkan oleh kuman-kuman tertentu yang memang bisa menginfeksi saluran cerna. Kejadian kasus gastroenteritis banyak terjadi di negara-negara berkembang. Risiko kematian cukup tinggi bagi bayi-bayi di bawah enam bulan yang menderita muntaber dikarenakan kondisi yang disebut dehidrasi.

Gejala-gejala muntaber

Pada bayi dan anak-anak penyakit ini memiliki beberapa gejala sebagai berikut:

  1. Demam suhu rendah (38oC)
  2. BAB cair tanpa darah.
  3. Muntah berwarna kuning
  4. Bayi cenderung menjadi lebih rewel
  5. Pada anak yang sudah bisa berbicara akan mengeluhkan nyeri perut.

Pada gejala yang lebih berat, orangtua harus memperhatikan beberapa gejala berikut agar tidak terlambat membawa anak ke sarana kesehatan atau fasilitas kesehatan:

  1. BAB cair dan muntah terus menerus
  2. Tidak mau makan atau minum
  3. Jumlah BAK berkurang ditandai dengan jumlah penggantian popok berkurang.
  4. BAB cair disertai dengan darah
  5. Muntah yang keluar berwarna kehijauan bukan berwarna kuning
  6. Bayi dan anak mengalami penurunan kesadaran, tidak bisa diajak bermain
  7. Tangan dan kaki teraba dingin
  8. Kedua mata anak mencekung atau masuk ke dalam
  9. Ketika menangis anak tidak mengeluarkan air mata lagi
  10. Bibir tampak sangat kering dan pecah-pecah.


Penularan penyakit

Penyakit ini menular dari orang ke orang melalui jalur oral-fecal. Jalur yang dimaksud adalah jalur mulut dan anus. Muntaber ini sering terjadi pada kondisi orang-orang yang tidak menjaga kebersihan. Bayi sangat mudah tertular oleh penyakit muntaber melalui rendahnya kesadaran orangtua untuk mencuci tangan setiap kali mau menyiapkan makanan untuk bayi dan anak mereka.

Pada anak sendiri proses penularan terjadi karena kebiasaan anak memasukkan tangan ke dalam mulut mereka. Orangtua disini sangat berperan untuk memperhatikan kebersihan tangan dan setiap benda yang dimasukkan ke dalam mulut anak.

Apakah anak harus dibawa ke dokter ketika terkena muntaber?

Bayi usia kurang dari enam bulan dianjurkan untuk dibawa ke dokter ketika mengalami muntaber, dikarenakan bayi berusia enam bulan ini sangat berisiko mengalami dehidrasi. Selain itu gejala-gejala atau tanda bahaya seperti anak tidak mau makan dan minum sama sekali, tangan dan kaki terasa dingin, mata anak tampak masuk ke dalam, anak mengalami penurunan kesadaran ditandai dengan tidak mau nya anak untuk diajak berinteraksi lagi, dan bibir anak tampak kering dan pecah-pecah.

Penatalaksanaan di rumah

Langkah-langkah ini bisa orang tua lakukan untuk menangani bayi-bayi yang mengalami muntaber di rumah:

  1. Siapkan minuman setiap kali anak mengalami BAB cair. Berikan selalu minum baik itu oralit untuk anak bayi berusia di atas enam bulan dan lanjutkan pemberian ASI untuk anak-anak berusia dibawah enam bulan. Prinsip penanganan kasus ini adalah pemberian cairan yang cukup, setiap kali keluar harus ada yang digantikan dengan cairan lagi. Hindari cairan mengandung kadar gula tinggi, karena kadar gula menyebabkan dehidrasi semakin parah.
  2. Pada anak-anak yang mengonsumsi susu formula, hentikan pemberian nya selama 12 sampai 24 jam lihat kemajuan atau perbaikan dari BAB cair nya. Gantilah dengan oralit, karena kadang susu formula bisa memperparah kondisi diare pada anak.
  3. Jangan memberikan obat penghenti diare dan penekan rasa muntah tanpa anjuran dari dokter karena obat-obatan ini bisa berbahaya untuk anak-anak.

Cara mencegah muntaber berulang

  1. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan tangan setelah selesai mencuci.
  2. Orang tua setiap kali hendak memberikan makanan kepada anak, pastikan selalu untuk membersihkan tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir.
  3. Sebelum menyusui bersihkan payudara yang hendak diberikan kepada bayi.
  4. Persiapkan makanan untuk anak yang sudah bisa mengonsumsi makanan keluarga dengan matang dan bersih.
  5. Selalu awasi agar anak tidak memasukkan benda-benda sembarangan ke dalam mulutnya.
  6. Pisahkan makanan mentah dari makanan matang.

Daftar Pustaka

  1. Gastroenteritis (gastro). Diakses pada Februari 12, 2021 dari: https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Gastroenteritis_gastro/
  2. Gastroenteritis – management of babies and children. Diakses pada Februari 12, 2021 dari: https://www.wsh.nhs.uk/CMS-Documents/Patient-leaflets/PaediatricDepartment/6223-1-Gastroenteritis-management-of-babies-and-children.pdf
  3. Elliott, E.J. (2007) Acute gastroenteritis in children. British Medical Journal. 334(7583): 35-40.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :