Beranda > Artikel > Kenali Perbedaan DBD dan Virus Corona

Kenali Perbedaan DBD dan Virus Corona

gejala penyakit dbd

Pandemi virus Corona masih menghantui dunia termasuk Indonesia. Tanah air kita merupakan salah satu negara dengan status COVID-19 yang cukup mengkhawatirkan. Disamping keadaan yang mengkhawatirkan tersebut, ternyata angka kejadian penyakit demam berdarah di Indonesia juga cukup mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat sebanyak 68,000 kasus demam berdarah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Mengingat kedua nya disebabkan oleh virus yang berbahaya, maka kewaspadaan masyarakat untuk mengenal serta membedakan keduanya sangat diperlukan untuk mengurangi jumlah kematian.

Apa itu DBD?

Penyakit demam berdarah (DBD) seringkali ditemukan di wilayah tropis dan subtropis seperti Indonesia. DBD disebabkan oleh virus dengue yang terdiri dari 4 serotipe yaitu Den-1, Den-2, Den-3 dan Den-4. Virus ini ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti danAedes albopictuskepada manusia. Maka dari itu, host alami DBD adalah manusia.

Apa itu Corona?

Virus corona merupakan famili besar virus yang sering ditemukan pada manusia dan berbagai spesies seperti unta, sapi, kucing dan kelelawar. Novel Corona Virus (COVID-19) atau yang lebih dikenal awam sebagai virus corona merupakan virus yang baru-baru ini menggegerkan dunia. Virus ini bersifat sangat infeksius dan memiliki kecepetan penyebaran yang tinggi.

Apa persamaan dan perbedaan dari kedua virus tersebut?

Walaupun memiliki beberapa kesamaan, keduanya juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan mulai dari vector pembawa virus serta tanda & gejala serta tatalaksana.

Seperti yang kita ketahui, seseorang dapat tertular DBD jika seseorang tergigit nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang membawa virus dengue dan tidak dapat menular dari orang ke orang. Virus corona juga dikatakan sebagai penyakit zoonotic (dapat menular dari binatang ke manusia). Namun, tidak seperti DBD yang hanya menular dari nyamuk ke manusia, virus corona juga dapat menular dari orang ke orang melalui percikan liur yang menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin serta menular dari barang barang yang terkontaminasi ke tangan atau ke orang langsung. Bahkan sekarang ini virus corona dikatakan dapat menular melalui udara/ air-borne.

Tanda & Gejala

Pada umunya virus dengue akan menimbulkan gejala setelah 4-10 hari setelah anda tergigit nyamuk yang membawa virus ini. Disisi lain, gejala COVID-19 baru akan muncul setelah 2-14 hari setelah anda terinfeksi.

Kedua virus ini dapat menyebabkan tanda dan gejala yang sama seperti demam, nyeri kepala, nyeri pada tubuh, mual dan muntah. Walaupun demikian, terdapat beberapa gejala lain yang berbeda dari masing-masing virus ini. Sehingga, anda perlu mengetahuinya lebih lanjut.

Pada virus corona keluhannya lebih mengarah ke keluhan pernafasan. Gejala yang seringkali timbul berupa:

  • Batuk
  • Sesak nafas
  • Demam
  • Kesulitan bernafas
  • Nyeri tenggorokan
  • Hilangnya sensitifitas untuk mencium

Walaupun kebanyakan gejala virus corona lebih mengarah ke keluhan pernafasa, namun virus ini juga dapat menimbulkan beberapa keluhan pada organ lain.

Pada demam berdarah gejala-gejala yang seringkali ditemukan berupa:

  • Demam
  • Nyeri pada beberapa bagian tubuh (belakang mata, mata, sendi-sendi, otot, tulang)
  • Bintik-bintik merah pada tubuh
  • Nyeri kepala
  • Mual & muntah
  • Nyeri ulu hati

Kedua virus ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi mulai dari gejala ringan, sedang, berat dan bahkan kematian dapat ditimbulkan.

Jika anda menemukan atau merasakan tanda dan gejala serupa, lebih baik anda pergi ke rumah sakit atau fasilitas Kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut. Maka dari itu, catat gejala anda di Carevo dan booking dokter sekarang untuk mengetahui kondisi kesehatan anda sekarang.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :