Beranda > Artikel > Kenali Perbedaan Miom dan Kista

Kenali Perbedaan Miom dan Kista

perbedaan miom dan kista

Miom dan kista sering kali dianggap sama dan banyak sekali orang yang belum mengetahui perbedaan keduanya. Padahal, kedua penyakit tersebut memiliki penyebab dan tatalaksana yang berbeda.

Apa itu miom? Apa itu kista?

Miom (fibroid) merupakan pertumbuhan sel yang bersifat jinak, yang biasanya berada di otot dinding rahim. Miom memiliki bentuk padat. Sedangkan kista adalah benjolan jinak yang dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh, berisi nanah atau air. Kista dapat juga dapat berkembang. Salah satu tempat tersering munculnya kista adalah pada ovarium (kandung telur).

Apa Perbedaan Miom dan Kista Berdasarkan Penyebabnya?

Walaupun penyebab miom dan kista belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga mencetuskan kedua kondisi ini.

1. Faktor Genetik

Kista dan miom memiliki pengaruh terhadap faktor genetik, yang berarti apabila ibu atau nenek anda memiliki kedua kondisi tersebut, maka peluang anda untuk memiliki kista dan miom pun lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki keturunan.

2. Hormonal

Miom disebabkan karena tingginya kadar estrogen dan progesteron di ovarium, sedangkan kista (contohnya pada Policystic Ovarian Syndome/PCOS) berisiko pada wanita dengan kadar androgen yang tinggi.

3. Usia saat Menstruasi Pertama

Menstruasi pertama memiliki kaitan dengan miom, terutama wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 10 tahun akan memiliki faktor risiko yang lebih tinggi terhadap munculnya miom.

Kedua tersebut umumnya tidak bersifat membahayakan namun tetap harus ditangani untuk mencegah munculnya masalah lain seperti infeksi.

Apa Perbedaan Miom dan Kista Berdasarkan Gejalanya?

Keduanya cukup sulit dibedakan atau diidentifikasi  apabila dilihat dari gejalanya, karena cenderung tidak menimbulkan gejala awal terutama apabila ukurannya kecil dan jumlahnya sedikit. Namun, apabila berukuran cukup besar, miom dapat menimbulkan gejala seperti nyeri panggul, nyeri perut, nyeri saat berhubungan seksual atau nyeri menstruasi yang berlebih, nyeri saat buang air kecil, hingga perdarahan dari vagina.

Sedangkan kista dapat menimbulkan gejala yang cukup beragam namun tidak khas bergantung pada lokasinya. Gejala yang paling sering muncul adalah nyeri pada lokasi tempat kista tumbuh. Contoh dari gejala kista yang terdapat pada ovarium antara lain nyeri panggul, menstruasi yang tidak teratur, sering buang air kecil, dan perut terasa nyeri serta kembung.

Bagaimana Pengobatan Miom dan Kista?

Penanganan yang diberikan bergantung terhadap tangkat keparahan miom atau kista. Apabila berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, umumnya hanya akan dipantau oleh dokter dan anda harus menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Namun, apabila sudah menimbulkan gejala yang berat seperti perdarahan vagina, nyeri, atau sulit hamil, dokter perlu melakukan penanganan untuk mengatasi miom atau kista anda, yaitu dengan tindakkan pembedahan (operasi)

Miom dan kista merupakan dua kondisi yang berbeda. Walaupun umumnya bersifat jinak, namun kedua kondisi tersebut tidak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Apabila anda memiliki gejala-gejala seperti yang telah dibahas diatas, maka segeralah periksakan diri anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Untuk booking dokter, gunakan Carevo sekarang.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :