Beranda > Artikel > Mengenal Macam-macam Anestesia Di Dalam Dunia Medis

Mengenal Macam-macam Anestesia Di Dalam Dunia Medis

macam-macam anestesi

Mengenal apa itu anestesia

Anestesia berasal dari bahasa Yunani anaisthēsia yang berarti tanpa sensasi (rasa). Dalam dunia kedokteran anestesia diartikan sebagai suatu tindakan untuk menghilangkan sensasi sesorang dengan atau tanpa menghilangkan kesadaran. Anestesia perlu dibedakan dengan analgesia di mana analgesia merupakan keadaan tanpa rasa nyeri sedangkan anestesia meliputi definisi yang lebih luas, meskipun pada prakteknya anestesia memiliki tujuan utama menghilangkan rasa nyeri seseorang. Masyarakat awam sering menyebut anestesia sebagai bius dan anestesia tidak selalu berarti pasien ‘ditidurkan’.

Sebelum era anestesia modern tindakan pembedahan dilakukan tanpa memberikan obat bius pada pasien sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pasien selama tindakan dan setelahnya. Sebenarnya beberapa obat yang menimbulkan efek anestesia telah ditemukan ribuan tahun lalu seperti opium, morfin yang diekstrak dari opium, dan eter. Namun penggunaan nya secara umum baru dimulai sejak tahun 1846, dimana seorang dokter gigi William Thomas Green Morton menggunakan eter untuk membius dan mengoperasi pasien. Berkat hal ini anestesia mulai dikenal luas dan digunakan pada setiap tindakan pembedahan untuk menghilangkan rasa nyeri pada pasien.

 

Macam-Macam Anestesia

Secara umum anestesia dibagi menjadi 3 kategori:

1. Anestesia umum (general anesthesia)

Tindakan anestesia yang memberikan obat untuk menidurkan pasien seutuhnya, dengan kontrol penuh oleh dokter spesialis anestesi dan sering disebut bius total. Anestesia umum diperlukan untuk beberapa jenis operasi dimana pasien tidak sadar selama prosedur dan tidak merasakan apa-apa. Obat anestesi dapat diberikan lewat inhalasi (pasien menghirup gas anestesi) atau lewat suntikan atau kombinasi keduanya.

2. Anestesia regional (regional anesthesia)

Anestesia regional dilakukan dengan menyuntikan obat di suatu regio sistem syaraf untuk mengeblok satu atau beberapa area tubuh dimana pasien tetap sadar selama prosedur operasi. Contoh anestesia regional yang paling sering dilakukan adalah anestesia spinal untuk proses operasi sesar. Selain spinal juga ada anestesia epidural dimana dokter akan memasukan kateter kecil ke dalam ruang epidural (di bagian bawah tulang belakang) sehingga obat anestesi bisa dimasukkan secara kontinyu bila dibutuhkan dan pasien tetap sadar.

3. Anestesia lokal (local anesthesia)

Untuk operasi kecil di daerah terbatas dapat dilakukan dengan anestesia lokal, dengan menyuntikan obat anestesi di sekitar daerah yang akan dioperasi. Contohnya pada tindakan perawatan saluran akar gigi, pencabutan gigi, tindakan mengambil mata ikan di kaki, atau tindakan jahit luka.

 

Efek samping anestesia umum

Meskipun anestesia termasuk golongan tindakan yang aman, karena dilakukan oleh dokter yang profesional dan terlatih, sama seperti tindakan lain, anestesia juga memiliki risiko-risiko dan efek samping:

  • Mual muntah. PONV (post operative nausea and vomitting) merupakan efek samping yang dapat timbul pada jam-jam pertama pasca tindakan.
  • Nyeri tenggorokan. Pada anestesia umum seringkali pasien dipasang selang nafas untuk membantu pernafasan pasien selama tindakan, hal ini dapat menyebabkan nyeri ringan setelah selang tersebut dicabut.
  • Kebingungan. Setelah tersadar pasca tindakan beberapa pasien dapat mengalami kebingungan, terutama pada pasien lanjut usia.
  • Pusing dan rasa seperti melayang. Hal ini dapat disebabkan efek dari obat anestesi tersebut dan dehidrasi karena pasien harus berpuasa sebelum tindakan. Kedua hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan cairan infus dan memonitor tanda vital oleh dokter dan perawat.

 

Efek samping anestesi regional

  • Perdarahan sekitar tempat tusukan jarum
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan syaraf
  • Infeksi di sekitar tempat tusukan
  • Nyeri kepala
  • Kejang

 

Efek samping anestesi lokal

  • Bengkak dan kemerahan di sekitar lokasi tusukan
  • Rasa tebal di area yang disuntik

 

Pada dasarnya semua jenis obat dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang yang sensitif, sehingga apabila ada riwayat alergi harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter saat pemeriksaan pra anestesi. Selain itu semua obat-obat yang rutin dikonsumsi, termasuk obat herbal, juga harus disampaikan. Karena hal ini seorang dokter akan melakukan pemeriksaan yang diperlukan sebelum melakukan prosedur anestesia dan memberitahukan secara jelas prosedur apa saja yang akan dikerjakan pada pasien.

Baca juga: Mari Mengenal Manfaat Fisoterapi untuk Pemulihan

 

Referensi

American Society of Anesthesiologists. (2021a). Anesthesia 101. https://www.asahq.org/madeforthismoment/anesthesia-101/types-of-anesthesia/

American Society of Anesthesiologists. (2021b). Effects of Anesthesia. https://www.asahq.org/madeforthismoment/anesthesia-101/effects-of-anesthesia/

ASA. (n.d.). Types of anaesthesia. Australian Society of Anaesthetists. Retrieved February 22, 2022, from https://asa.org.au/patient-information/types-of-anaesthesia/

Stratton, K. L. (2021, April 18). Spinal and epidural anesthesia. MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/007413.htm

The Royal College of Anaesthetists and The Association of Anaesthetists of Great Britain and Ireland. (2019). Anasthesoa explained.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics