Beranda > Artikel > Penuhi Nutrisi Anda Saat Muntaber dengan Makanan Berikut ini

Penuhi Nutrisi Anda Saat Muntaber dengan Makanan Berikut ini

Muntaber merupakan sebuah penyakit akibat infeksi saluran cerna yang membuat inflamasi dari lambung dan usus sehingga menimbulkan mual, muntah, nyeri/kram perut, gangguan penyerapan nutrisi dan diare. Orang yang mengalami penyakit ini umumnya akan mengalami penurunan nafsu makan akibat gejala yang ditimbulkan yang dapat memperburuk gejala. Untuk itu, berikut beberapa makanan yang baik untuk memenuhi nutrisi pada penderita muntaber:

Makanan lunak

Saluran cerna yang sedang terinfeksi umumnya mengalami penurunan fungsi penyerapan nutrisi. Hal tersebut mengakibatkan kesulitan saluran cerna untuk menyerap nutrisi dari makanan-makanan padat seperti biasanya, padahal pada dasarnya membutuhkan kalori yang lebih tinggi untuk proses penyembuhan. Untuk itu, dibutuhkan pemrosesan makanan menjadi lebih lunak agar dapat lebih mudah diseratp. Salah satu contohnya adalah bubur, sayuran rebus, daging cincang, jus, dan lain-lain.

Makanan berprotein tinggi

Protein merupakan nutrisi yang harus ditingkatkan untuk membantu memperbaiki sel tubuh yang rusak. Kebutuhan protein pada penderita muntaber dapat didapatkan dari sumber protein yang mudah dicerna seperti ikan, daging cincang, tahu, tempe, atau susu kedelai. Perlu diperhatikan bahwa sumber protein yang dipilih tidak boleh mengandung lemak tinggi seperti masakan bersantan atau digoreng. Hal tersebut memperparah gejala karena kandungan lemak jenuh didalamnya menghambat penyerapan pada usus yang sakit.

Minuman dengan mineral dan berelektrolit

Penyandang muntaber dengan gejala dominan muntah dan diare dapat menyebabkan dehidrasi. Kekurangan cairan dapat memperparah gejala atau bahkan berakibat fatal. Cairan yang dibutuhkan bukan hanya air putih saja, melainkan juga mineral dan elektrolit. Hal tersebut dapat didapatkan dari air kelapa, sup dengan kaldu, jus buah dan sayuran, dan minuman berelektrolit lainnya. Perlu diperhatikan bahwa minuman kemasan yang berelektrolit baik untuk dikonsumsi penyandang muntaber bila diencerkan.

Selain makan makanan diatas, Anda juga perlu menerapkan pola makan dengan porsi sedikit namun lebih sering (sekitar 4-5 kali per hari) agar dapat tetap memenuhi nutrisi. Hal tersebut disebabkan oleh karena makan dengan porsi yang cukup banyak dalam satu kali dapat menyebabkan gejala mual meningkat.

Selain makanan-makanan diatas, berikut beberapa makanan yang perlu dihindari penderita muntaber:

Kopi dan teh

Kopi dan teh mengandung kafein yang dapat memberikan efek peningkatan pergerakan saluran cerna. Hal tersebut dapat menyebabkan gejala diare serta nyeri/kram perut semakin memburuk.

Makanan siap saji

Makanan siap saji umumnya mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. Usus yang sedang inflamasi umumnya tidak mampu mencerna lemak dengan kadar yang tinggi. Hal ini dapat meningkatkan frekuensi diare dan memperburuk penyerapan nutrisi

Makanan dan minuman berkadar gula tinggi

Makanan dan minuman berkadar gula tinggi, seperti kue serta makanan dan minuman kemasan, dapat mengganggu penyerapan air dalam usus sehingga memperparah dehidrasi. Meskipun demikian, Anda dapat tetap mengkonsumsi beberapa minuman yang baik bagi tubuh dengan mengencerkannya terlebih dahulu. Sebagai contoh, Anda dapat menambahkan air putih pada minuman berelektrolit kemasan atau jus sampai 2 kali volume awalnya.

Susu sapi

Susu sapi mengandung laktosa yang butuh diproses didalam saluran cerna terlebih dahulu sebelum diserap. Fungsi saluran cerna yang terganggu pada muntaber membuat laktosa ini tidak dapat di serap sehingga konsumsi susu sapi akan memperburuk gejala. Anda dapat mengganti susu sapi pada anak Anda dengan ASI atau susu kedelai yang lebih mudah diserap selama mengalami muntaber.

 

Sumber:

  • Khanna, R., Lakhanpaul, M., Burman-Roy, S., & Murphy, M. (2009). Diarrhoea and vomiting caused by gastroenteritis in children under 5 years: summary of NICE guidance. BMJ338(apr22 1), b1350-b1350. doi: 10.1136/bmj.b1350
  • Information, H., Diseases, D., Flu”), V., Flu”), T., & Health, N. (2021). Treatment of Viral Gastroenteritis (“Stomach Flu”) | NIDDK. Retrieved 4 March 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/viral-gastroenteritis/treatment
  • Ferri FF. Gastroenteritis. In: Ferri’s Clinical Advisor 2020. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2020. https://www.clinicalkey.com. Accessed June 25, 2019.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :