Beranda > Artikel > Berbagai Pilihan Makanan Untuk Penderita TBC yang Aman

Berbagai Pilihan Makanan Untuk Penderita TBC yang Aman

Penyakit tuberkulosis atau yang biasa disebut sebagai TBC merupakan penyakit infeksi paru yang menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan melalui udara dari pasien TBC yang infeksius ke orang-orang disekitarnya. Data menunjukkan bahwa satu pasien TBC yang tidak diobati secara tepat dan berkualitas dapat menginfeksi sekitar 10 orang per tahun. Indonesia merupakan salah satu dari negara dengan beban TBC tertinggi didunia, untuk itu selain pengobatan yang sesuai dan tuntas, simaklah beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita TBC!

Makanan tinggi kalori dan tinggi protein

Pemenuhan gizi yang seimbang saja terkadang tidak cukup karena penderita TBC membutuhkan gizi yang lebih untuk meningkatkan imunitas serta membantu tubuh memperbaiki kerusakan akibat penyakit tersebut. Pola makan atau diet yang dianjurkan adalah diet TKTP (Tinggi Kalori dan Tinggi Protein) merupakan pola makan yang mengandung energi dan protein di atas kebutuhan normal. Diet diberikan dalam bentuk makanan biasa ditambah dengan makanan berprotein tinggi dari sumber hewani yang mudah diserap seperti susu, telur, ikan, dan daging. Dalam satu porsi makanan TKTP harus memenuhi syarat sebagai berikut: Tinggi energi (40-45 kkal/kgBB); Tinggi protein (2,0-2,5g/kgBB); cukup mineral dan vitamin; kandungan lemak 10-25% dari kebutuhan energi total; dan cukup karbohidrat. Biasanya hal tersebut dapat dipenuhi dengan menambahkan 7 butir putih telur rebus setiap hari disamping makanan sehari-hari.

Lemak tak jenuh

Lemak tak jenuh disebut juga sebagai lemak ‘baik’ yang penting untuk pemenuhan kalori pada penyandang TBC. Anda bisa mendapatkannya dengan mengkonsumsi buah alpukat, kacang kedelai, serta ikan berlemak seperti ikan kembung, salmon, dan tuna.

Zat besi

Penyandang TBC biasanya juga sering disertai dengan anemia atau kurangnya darah merah. Hal tersebut dapat berdampak pada perlambatan penyembuhan. Pemenuhan zat besi lebih baik didapatkan dari makanan sumber hewani seperti daging merah dan hati ayam dibandingkan melalui tablet suplementasi besi. Perlu diperhatikan bahwa bilapun penderita tetap memerlukan tablet besi, sebaiknya baru diberikan ketika sudah memasuki fase pengobatan lanjut dari TBC karena zat besi dapat mengganggu pengobatan tahap awal.

Zinc

Pemenuhan kadar zinc sangat penting bagi penderita TBC untuk memperkuat imunitas. Penelitian menyatakan bahwa kadar zinc dalam darah penderita TBC yang sedang dalam pengobatan menurun akibat pengaruh obat. Untuk itu, penyandang memerlukan suplementasi zinc untuk mencegah terjadinya infeksi lain akibat penurunan sistem imun. Selain melalui tablet suplementasi zinc, zat ini juga banyak di dapatkan dalam makanan yang berasal dari laut seperti kerang, ikan, dan udang.

Selenium

Berdasarkan beberapa penelitian, selenium memiliki peran yang penting dalam proses pemberantasan bakteri Mycobacteria tuberculosis. Efek antioksidan dari zat ini merupakan faktor yang dapat membantu imunitas tubuh dalam memerangi penyakit TBC. Selenium dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi makanan seperti tuna, udang, cumu, tahu, gandum, serta biji-bijian lainnya.

Sayuran hijau dan buah yang berwarna cerah

Sayuran hijau pekat banyak mengandung serat serta vitamin dan mineral yang penting untuk pembangunan imunitas. Selain itu, buah berwarna cerah seperti apel, pepaya, jeruk, dan sebagainya juga mengandung banyak vitamin A dan C yang penting untuk membantu penyerapan gizi lainnya dalam pencernaan. Memasukkan 1-2 porsi sayuran hijau disertai 1-2 porsi sayuran berwarna cerah sangat dianjurkan bagi penyandang TBC untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh.

Suplementasi vitamin A, C, dan D

Umumnya efek pengobatan awal dapat menghambat penyerapan vitamin A, C, dan D. Hal tersebut dibuktikan oleh beberapa penelitian bahwa kadar vitamin-vitamin ini berkurang signifikan pada penderita TBC yang dalam pengobatan bulan ke-2. Untuk itu, pemenuhan vitamin melalui sayur mayur dan buah-buahan saja tidak cukup pada masa awal pengobatan melainkan juga dibutuhkan suplementasi tambahan.

  • Gupta, K. B., Gupta, R., Atreja, A., Verma, M., & Vishvkarma, S. (2009). Tuberculosis and nutrition. Lung India : official organ of Indian Chest Society26(1), 9–16. https://doi.org/10.4103/0970-2113.45198
  • Kant S, Gupta H, Ahluwalia S. (2013). Significance of Nutrition in Pulmonary Tuberculosis. Crit Rev Food Sci Nutr.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :