Beranda > Artikel > Makanan yang Bisa Dikonsumsi Pasca Operasi Amandel

Makanan yang Bisa Dikonsumsi Pasca Operasi Amandel

Apa itu penyakit amandel?

Penyakit amandel dalam bahasa medis disebut dengan tonsillitis diartikan sebagai peradangan pada kelenjar tonsil atau amandel. Kelenjar yang berbentuk oval, menempel di dinding tenggorok, berjumlah dua buah berada di kiri dan kanan dinding serta satu buah berada di dinding belakang. Seringkali ada kesalah pahaman oleh orang awam bahwa amandel itu adalah penyakit nya, padahal amandel itu sebetulnya kelenjar yang menempel di tenggorok kita. Penyebab kasus amandel disebabkan oleh virus, namun bakteri juga bisa menyebabkan penyakit ini. Radang amandel kebanyakan menyerang anak-anak dari rentang masa-masa sebelum sekolah hingga remaja karena kebiasaan makan jajan-jajanan serta gorengan.

 

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit amandel

Gejala-gejala berikut ini yang dapat Anda rasakan selama mengalami penyakit amandel, yaitu:

  1. Amandel memerah dan membesar
  2. Ada selaput putih atau kekuningan di amandel
  3. Nyeri saat menelan air atau minuman
  4. Demam
  5. Saat meraba bagian leher, Anda dapat menemukan benjolan di sekitar leher.
  6. Suara menjadi serak
  7. Bau nafas yang tidak sedap
  8. Nyeri kepala
  9. Nyeri pada telinga

 

Pada anak-anak yang belum bisa menjelaskan apa yang dikeluhkan, tanda-tanda ini harus dikenali oleh orang tuanya, yaitu:

  1. Produksi air liur meningkat
  2. Tidak mau makan

 

Tanda-tanda bahaya bahwa Anda memerlukan bantuan oleh tenaga medis:

  1. Nafas terasa berat dan susah
  2. Setiap malam kesulitan tidur
  3. Tidak bisa memasukkan makanan sama sekali

 

Apakah penyakit amandel berbahaya?

Penyakit amandel bisa menjadi sebuah penyakit berkelanjutan. Mulai dari yang gejala tidak mengancam nyawa hingga bisa menjadi pengancam nyawa. Berikut ini adalah bahaya-bahaya dari penyakit amandel:

  1. Abses peritonsilar

Radang amandel yang tidak terobati dengan baik dapat berubah menjadi suatu penumpukan nanah di kelenjar amandel. Gejala-gejala yang muncul berupa demam yang tinggi, bengkak disertai kemerahan pada kulit luar, dan sakit pada telinga. Penyakit ini menimbulkan nyeri telan baik, menelan minuman, makanan, serta dapat menimbulkan bau mulut jika berkepanjangan.

  1. Infeksi telinga

Dampak dari penyakit amandel yang tidak tertangani bisa menginfeksi organ telinga. Memang amandel tersebut berada di leher, namun bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini juga bisa menginfeksi telinga Anda karena terdapat satu muara yang sama.

  1. Sesak saat tidur

Bagi Anda yang mengalami pembengkakan kelenjar tonsil, Anda akan mengalami gangguan tidur yang disebut obstructive sleep apnea. Amandel yang membengkak menyebabkan penutupan jalan nafas, sehingga saat tidur Anda akan mengalami gangguan transportasi oksigen ke dalam paru-paru.

  1. Gangguan ginjal

Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus dapat menyebabkan peradangan pada ginjal. Kasus ini cukup banyak menyerang anak-anak karena pengobatan yang tidak tuntas. Akibatnya ginjal mengalami kerusakan, ditandai dengan tidak mampunya menyaring darah dengan baik.

  1. Gangguan jantung.

Selain organ ginjal yang bisa diserang oleh penyakit tonsillitis, bakteri penyebab dapat menyerang selubung jantung bahkan menyerang ke katup-katup jantung sehingga menyebabkan gangguan katup yang bisa berbahaya bagi penderitanya.

 

Makanan apa saja yang bisa dikonsumsi dan yang harus dihindari setelah operasi?

Pengobatan radang amandel salah satu nya adalah dengan operasi selain dengan obat-obatan. Seringkali pasien akan bertanya makanan atau minuman apa yang bisa dikonsumsi atau harus dihindari setelah operasi amandel. Mari, kita simak sama-sama:

  1. Es krim

Es krim yang terbuat dari buah-buahan dapat membantu meredakan rasa nyeri dan menghindari Anda dari rasa mual. Konsumsi es krim yang terbuat dari susu sapi dapat membuat keluhan mual pasca operasi.

  1. Hindari makanan dan minuman yang mengandung asam

Minuman yang asam dapat menimbulkan rasa nyeri pada lokasi operasi sehingga membuat Anda merasa tidak nyaman.

  1. Hindari makanan dan minuman panas
  2. Hindari makanan yang memiliki tepian tajam
  3. Makan dan minuman dingin

Makanan dan minuman dingin dapat membantu mengecilkan bengkak dan meredakan rasa nyeri.

  1. Pilihlah makanan yang lunak.

Makanan lunak dapat membuat Anda menelan dengan mudah, sehingga risiko nyeri pun dapat diminimalkan.

 

Referensi:

  • ENT Health. Diakses pada: 2021, April 24. Dari: https://www.enthealth.org/conditions/tonsillitis/
  • Mayoclinic. Diakses pada: 2021, April 24. Dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tonsillitis/symptoms-causes/syc-20378479
  • Shah U.K. What is the most common complication of tonsillitis? (6 April 2020). Diakses pada: 25 April 2021. Dari: https://www.medscape.com/answers/871977-53791/what-is-the-most-common-complication-of-tonsillitis
  • Hayes K. What can I eat after a tonsillectomy? (23 April 2020). Diakses pada: 25 April 2021. Dari: https://www.verywellhealth.com/what-can-i-eat-after-a-tonsillectomy-1192174

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :