Beranda > Artikel > 6 Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan

6 Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan

manfaat cengkeh untuk kesehatan

Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan rempah yang sering kali digunakan dalam olahan makanan maupun minuman tradisional khas Indonesia. Cengkeh memiliki ciri khas yaitu aromanya yang harum dengan rasanya yang manis. Kecil-kecil cabai rawit, ternyata cengkeh merupakan rempah multifungsi yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut manfaat yang bisa anda dapatkan dari mengkonsumsi cengkeh:

Dilansir dari United States Department of Agriculture, dalam satu sendok teh (2 gram) cengkeh memiliki kalori sebanyak 6 kalori dengan 1 gram serat dan 1 gram karbohidrat, dilengkapi juga dengan 13.3 mg kalsium, 5.44 mg magnesium, 2.18 fosfor, 21.4 mg potasium, dan 1.26 mangan. (1) Dalam 1 sendok teh cengkeh tersebut sudah berhasil memenuhi kebutuhan zat-zat penting harian anda.

 

Apa saja manfaat cengkeh bagi kesehatan?

 

1. Mengurangi resiko inflamasi

Cengkeh diteliti memiliki 17 senyawa yang berperan sebagai anti inflamasi, salah satunya adalah eugenol. Eugenol merupakan komponen utama dan terbanyak yang terkandung dalam cengkeh, membantu tubuh untuk menekan proses inflamasi sehingga dapat mengurangi berbagai resiko terkenanya penyakit-penyakit seperti radang sendi maupun penyakit kronik lainnya. (2)

 

2. Kaya akan antioksidan

Selain agen anti-inflamasi, eugenol yang terkandung dalam cengkeh juga merupakan antioksidan poten yang dapat membantu untuk menangkal terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh. Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa eugenol 5x lebih ampuh dalam menangkal radikal bebas dibandingkan dengan vitamin E. (4) Radikal bebas merupakan pencetus terbentuknya berbagai penyakit, seperti sakit jantung dan kanker, oleh sebab itu penting untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan untuk mencegah terbentuknya penyakit-penyakit tersebut. (3,4)

 

3. Sebagai agen antiseptik

Cengkeh memiliki potensi sebagai antimikroba yang dapat digunakan untuk menunjang kesehatan anda. Terdapat penelitian bahwa minyak cengkeh dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri E. coli yang dapat menyebabkan keracunan makanan. (5) Cengkeh juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan mulut. Pada penelitian yang dilakukan pada 40 orang yang diberikan pencuci mulut berbahan dasar cengkeh, dalam 21 hari didapatkan penurunan plak dan bakteri yang signifikan. Penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa cengkeh dapat mencegah terbentuknya bakteri-bakteri penyebab infeksi gusi. (6)

 

4. Membantu menstabilkan kadar gula darah

Diabetes merupakan salah satu penyakit terbanyak yang dikeluhkan oleh banyak orang. Berdasarkan penelitian, senyawa-senyawa yang terkandung di dalam cengkeh, terutama nigericin dapat membantu untuk menjaga gula darah anda tetap stabil. Nigericin berfungsi untuk meningkatkan kapasitas sel untuk menyerap glukosa di dalam darah, meningkatkan sekresi insulin, dan membantu fungsi sel untuk memproduksi insulin. Dengan diet yang sesuai, cengkeh dapat membantu anda dalam mengatur kadar gula darah. (7)

 

5. Mengurangi resiko ulser lambung

Peptik ulser atau ulser lambung dapat terjadi karena inflamasi pada dinding lambung, yang disebabkan oleh stress, infeksi, maupun genetic. Cengkeh diteliti dapat meningkatkan produksi mukosa lambung yang berfungsi sebagai pelindung dan pencegah terjadinya erosi yang disebabkan oleh asam lambung. Penelitian lainnya melaporkan bahwa cengkeh memiliki efek yang menyerupai obat-obatan anti-ulser. (8)

 

6. Menunjang fungsi hati

Hati berfungsi untuk mendetoks tubuh dari toxin-toxin, oleh sebab itu sangat penting untuk dijaga kesehatannya. Kandungan eugenol di dalam cengkeh memiliki kemampuan untuk membantu mempertahankan kesehatan hati. Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa cengkeh mampu mengurangi kejadian sirosis dan kerusakan hati. (9)

 

Walau kecil, cengkeh memiliki banyak potensi untuk menunjang kesehatan anda. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, tentunya harus disertai dengan pola hidup yang seimbang. Selalu jaga kesehatan anda, rutin periksa kesehatan dan simpan riwayat maupun catatan kesehatan anda di aplikasi Personal Health Record dari Carevo (https://www.carevo.id/personal-health-record/)

 

Referensi

  1. FoodData Central Search Resykts. Spices, cloves, ground. 2011. USDA. Diakses dari: https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171321/nutrients
  2. Han X, Parker TL. Anti-inflammatory activity of clove (Eugenia caryophyllata) essential oil in human dermal fibroblasts. Pharm Biol. 2017; 55(1): 1619-22. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28407719/
  3. Shan B, Cal YZ, Corke H. Antioxidant capacity of 26 spice extracts and characterization of their phenolic constituents. J Agric Food Chem. 2005; 53(20): 7749-59. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16190627/
  4. Nagababu E, Rifkind JM, Boindala S, Nakka L. Assessment of antioxidant activity of eugenol in vivo and in vitro. Methods Mol Biol. 2010; 610-165-80. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20013178/
  5. Nzeako BC. Al-Kharousi ZS, Al-Mahrooqui Z. Antimicrobial activites of clove and thyme extracts. Sultan Qaboos Univ Med J. 2006; 6(1): 33-39. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3074903/
  6. Kothiwale SV, Patwardhan V, Gandhi M, Sohoni R, Kumar A. A comparative study of antiplaque and antigingivitis effect of herbal mouthrinse containing tea tree oil, clove, and basil with commercially available essential oil mouthrinse. J Indian Soc Periodontol. 2014; 18(3): 316-20. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4095623/
  7. Kuroda M, Mimaki Y, Ohtomo T, Yamada J, Nishiyama T, Mae T, Kishida H, Kawada T. Hypoglycemic effect of clove on (Syzygium aromaticum flower buds) on genetically diabetic KK-Ay mice and identification of the active ingredients. J Nat Med. 2012; 66(2): 394-9. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21987283/
  8. Santin JR, Lemos M, Junior LCK, Machado ID, Costa P, Oliveira AP, Tilla C, et al. Gastroprotective activity of essential oil of the Syzygium aromaticum and its major component eugenol in defferent animal models. Naunyn Schmiedebergs Arch Pharmacol. 2011; 383(2): 149-58. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21140134/
  9. Ali S, Prasad R, Mahmood A, Routray I, Shinkafi TS, Sahin K, Kucuk O. Eugenol-rich fraction of syzygium aromaticum (clove) reverses biochemical and histopathological changes in liver cirrhosis and inhibits hepatic cell proliferation. J Cancer Prev. 2014; 19(4): 288-300. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4285960/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :