Beranda > Artikel > Manfaat Daun Krokot

Manfaat Daun Krokot

Manfaat Daun Krokot

Krokot (Portulaca oleracea) merupakan tanaman yang banyak tumbuh secara liar. Tanaman yang disebut purslane dalam bahasa Inggris memiliki karakteristik batang kemerahan kecil dan daun hijau kecil dan tebal serta berair. Daun yang dikonsumsi memiliki rasa agak asin dan sedikit asam. Tanaman ini banyak ditemukan di seluruh dunia karena mudah tumbuh di mana saja, bahkan di daerah yang sedikit kandungan airnya.

Krokot mulai banyak dikonsumsi sejak ditemukan kandungan nutrisi yang banyak di dalamnya sehingga memiliki banyak manfaat kesehatan.

 

Manfaat kesehatan daun krokot

Daun krokot mengandung makro dan mikro nutrien yang penting untuk kesehatan tubuh kita, yaitu dimana 100 gram nya mengandung:

  • Karbohidrat 3,39 gram
  • Lemak 360 mg, termasuk asam lemak omega 3
  • Protein 2,03 gram
  • Total energi 20 kkal
  • Kalsium (Ca)  65 mg
  • Zat besi (Fe) 1,99 mg
  • Magnesium (Mg) 68 mg
  • Zinc (Zn) 0,17 mg
  • Kalium (K)  494 mg
  • Natrium (Na) 45 mg
  • Vitamin : vitamin B kompleks, folat, vitamin C, A, K

Selain itu, krokot atau purslane juga mengandung antioksidan lain yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti glutation, melatonin, dan betalain.

 

Manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari konsumsi krokot ini antara lain:

1. Membantu menurunkan berat badan

Kandungan kalori yang rendah (20 kkal per 100 gram penyajian) ditambah nutrisi yang beragam membuat krokot sebagai salah satu alternatif menu tambahan untuk menurunkan berat badan.

2. Menjaga kesehatan tulang

Kalsium merupakan mineral yang penting untuk menjaga fungsi tulang dan merupakan mineral utama dalam penyusunannya. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan lebih rentan mengalami pengeroposan atau osteoporosis. Daun krokot dapat dikonsumsi untuk menambah asupan kalsium tersebut.

3. Menurunkan risiko penyakit jantung

Seperti diketahui bersama bahwa penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia termasuk Indonesia. Studi menunjukan bahwa di komunitas yang mengkonsumsi ikan-ikanan memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Hal ini disebabkan karena kandungan omega 3 yang cukup tinggi. Sebagai sayuran yang mengandung omega 3 yang jauh lebih tinggi dibanding sayuran lain, menjadikan krokot salah satu alternatif menu untuk mencukupi kebutuhan asam lemak omega 3 kita.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh

Banyaknya komponen mikronutrien esensial yang terkandung di dalam krokot membuat sayuran ini sebagai sumber antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh. Paparan radikal bebas atau oksidan sehari-sehari dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan. Krokot yang mengandung vitamin C, folat, dan juga glutation, melatonin, dan betalain merupakan sumber antioksidan alternatif yang dapat melindungi sel-sel tubuh kita dari kerusakan akibat paparan radikal bebas tersebut.

5. Mengurangi risiko kanker

Banyaknya radikal bebas, baik dari polusi maupun penggunaan zat-zat berbahaya, dalam keseharian kita meningkatkan risiko timbulnya mutasi gen yang menyebabkan kanker. Antioksidan dalam daun krokot memiliki efek melindungi tubuh dari akibat negatif paparan tersebut, dan dalam penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun krokot dapat menghambat pertumbuhan sel kanker pada tikus.

6. Memperbaiki kesehatan mental

Dalam suatu studi didapatkan hasil bahwa omega 3 dapat mengurangi risiko timbulnya mood swing (mood yang mudah berubah) dan gangguan bipolar. Kandungan omega 3 dalam krokot merupakan salah satu alternatif bahan konsumsi yang baik.

Di samping nutrisi-nutrisi tersebut, krokot juga mengandung oksalat, yang merupakan salah satu mineral penyebab terbentuknya batu ginjal. Sehingga untuk orang dengan risiko atau yang memiliki batu ginjal tidak disarankan mengkonsumsi sayuran ini. Selain itu, kandungan natrium (garam) dalam krokot juga tidak baik bila dikonsumsi terlalu banyak untuk penderita tekanan darah tinggi.

Daun krokot dapat dikonsumsi setelah dicuci bersih dan dimasak sebagai sayur bening atau urap. Sayuran ini juga dapat dikonsumsi sebagai campuran dalam salad.

Baca juga: Manfaat Daun Keji Beling untuk Penyakit Batu Ginjal

 

Referensi:

Gonnella, M., & Santamaria, P. (2010). Purslane: A Review of its Potential for Health and Agricultural Aspects. The European Journal of Plant Science and Biotechnology. https://www.researchgate.net/publication/256547185

Hjalmarsdottir, F. (2018, October 15). 17 Science-Based Benefits of Omega-3 Fatty Acids. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/17-health-benefits-of-omega-3

Palsdottir, H. (2017, June 16). Purslane – A Tasty “Weed” That is Loaded With Nutrients. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/purslane

Srivastava, R., Srivastava, V., & Singh, A. (2021). Multipurpose Benefits of an Underexplored Species Purslane (Portulaca oleracea L.): A Critical Review. Environmental Management. https://doi.org/10.1007/s00267-021-01456-z

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :