Beranda > Artikel > Manfaat Daun Patah Tulang (Euphorbia tirucalli)

Manfaat Daun Patah Tulang (Euphorbia tirucalli)

Manfaat Daun Patah Tulang (Euphorbia tirucalli)

Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) termasuk golongan tanaman perdu yang tumbuh tegak. Tanaman ini dapat tumbuh hingga lebih dari 5 meter, di beberapa daerah bahkan dapat tumbuh hingga 12 meter, bercabang banyak, dan memiliki getah seperti susu yag beracun. Ranting yang berwarna kehijauan dan ramping, berbentuk seperti pensil membuat tanaman ini sering disebut kaktus pensil.

Euphorbia tirucalli berasal dari Afrika Timur dan menyebar di daerah subtropis dan tropis hingga Eropa Selatan, Asia, dan Amerika. Tanaman ini dapat tumbuh di tempat dimana tanaman lain belum tentu dapat tumbuh, seperti daerah tropis dengan curah hujan rendah, tanah yang kurang subur dan mengandung banyak garam, bahkan daerah dengan ketinggian lebih dari 2000 meter.

Kandungan bahan kimia dalam daun patah tulang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Di India tanaman ini banyak digunakan sebagai tambahan dalam pengobatan keputihan serta beberapa jenis tumor. Latex dari tanaman ini juga dapat dipakai sebagai pelengkap obat nyeri sendi atau rematik, batuk, asma, dan nyeri gigi. Di sebagian daerah di Indonesia, tanaman patah tulang digunakan juga sebagai obat oles untuk peradangan di kulit. Selain itu, juga dipakai sebagai pelengkap untuk obat gangguan seksual seperti impotensi.

Ekstrak dari latex tanaman patah tulang dapat merangsang pembentukan sel limfosit, yang berperan dalam melawan infeksi. Selain itu, efek analgesic dalam tanaman ini juga berperan untuk mengurangi nyeri di tubuh kita. Beberapa penelitian juga menunjukan efek antiparasit seperti cacing dari ekstrak tanaman ini, meskipun dosis yang tepat masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Studi lain menunjukan efek antibakteri dari tanaman jenis Euphorbia ini, yang berpotensi digunakan sebagai salah satu terapi tambahan untuk mengatasi infeksi. Efek antiperadangan dari tanaman ini dapat digunakan sebagai tambahan untuk anti nyeri. Suatu studi juga menunjukan efek antioksidan yang baik. Oksidan yang didapat dari paparan polusi maupun sinar ultraviolet berlebihan dapat merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan hingga penuaan dini. Tanaman patah tulang dapat menghambat proses pembentukan oksidan dan menjaga organ dari kerusakan. Penelitian menunjukan perbaikan nilai fungsi hati yang cukup signifikan, meliputi penurunan enzim hati (SGOT, SGPT, dan ALP hingga bilirubin) dan penurunan kolesterol, di samping itu juga dapat memperbaiki metabolisme lemak di jaringan.

Kandungan euphol dalam tanaman patah tulang dapat berikatan dengan sistem syaraf sehingga membantu mengurangi rasa nyeri. Kandungan zat ini juga dapat menghambat pembelahan sel yang berlebihan (antiproliferative) sehingga dipercaya dapat mengurangi risiko timbulnya kanker.

Selain efek dalam tubuh, tanaman patah tulang juga bersifat larvicidal, membunuh larva nyamuk, seperti nyamuk Aedes sp dan Culex sp, di mana kedua jenis nyamuk ini dapat menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu demam berdarah dan penyakit kaki gajah.

Namun penggunaan tanaman ini harus hati-hati karena apabila getah terpercik ke mata dapat menimbulkan peradangan kornea. Penggunaan yang berlebihan justru memiliki efek yang tidak baik, dan dapat menimbulkan keracunan hingga munculnya penyakit limfoma Burkit, yang berkaitan dengan virus.

Baca juga: Manfaat Daun Tempuyung dan Cara Mengolahnya

 

Referensi:

Gupta, N., Vishnoi, garima, Wal, A., & Wal, P. (2013). Medicinal Value of Euphorbia tirucalli : A Review. RRJPP, 1(1).

Mali, P. Y., & Panchal, S. S. (2017). Euphorbia tirucalli L.: Review on morphology, medicinal uses, phytochemistry and pharmacological activities. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 7(7), 604–610.

Mwine, J., Damme, P. van, Hastilestari, B. R., & Papenbrock, J. (2013). Euphorbia tirucalli L. (Euphorbiaceae)-The Miracle Tree: Current Status of Knowledge. www.plants.usda.gov

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :