Beranda > Artikel > Manfaat Daun Saga untuk Kesehatan

Manfaat Daun Saga untuk Kesehatan

manfaat daun saga untuk kesehatan

Daun saga, atau yang disebut Abrus precatorius dalam bahasa Latin, merupakan tanaman yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar kita. Banyak istilah untuk menyebut tanaman ini. Jequirity, Gunja, dan rosary bead merupakan beberapa nama lain dari Abrus precatorius. Tanaman ini kali pertama dijumpai di India, dan dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Saga memiliki banyak manfaat kesehatan, daun yang diolah dengan baik dapat digunakan sebagai pelengkap dalam pengobatan herbal. Namun perlu diingat bahwa buah dari tanaman ini, yang berwarna merah terang, mengandung racun berupa abrin, suatu protein yang berbahaya untuk tubuh.

Daun dan akar tanaman saga mengandung senyawa-senyawa yang baik untuk kesehatan, yaitu alkaloid, triterpenoid, dan flavonoid. Manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari konsumsi daun saga antara lain:

 

1. Mempunyai sifat anti-diabetes

Kadar gula darah yang tinggi terutama pada penderita diabetes adalah penyebab utama gangguan pembuluh darah. Kerusakan yang ditimbulkan dapat terjadi pada pembuluh darah kecil maupun besar, di berbagai organ, dengan rentang gejala dari kesemutan ringan hingga penyakit berat seperti penyakit jantung dan stroke. Karena itu penting untuk selalu menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Pada suatu studi menunjukan bahwa konsumsi jus dari daun saga dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Hal ini dikarenakan ekstrak daun saga mempunyai efek membantu mengatur keseimbangan hormon insulin (menurunkan gula darah) dan glukagon (meningkatkan gula darah).

 

2. Kandungan antioksidan

Seperti diketahui bersama, polusi udara dan paparan radikal bebas semakin banyak dalam keseharian kita. Hal ini dapat membawa dampak buruk untuk kesehatan. Selain menghindari paparan tersebut, diperlukan juga konsumsi antioksidan untuk melawan efek negatif nya dan menghalangi terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh. Senyawa-senyawa dalam daun saga mempunyai efek antioksidan yang cukup baik.

 

3. Membantu mengobati sariawan

Sariawan dapat mengganggu kenyamanan saat makan dan berbicara. Olesan daun saga atau berkumur dengan air rebusannya dapat membantu mengatasi sariawan tersebut.

 

4. Mengurangi nyeri kepala akibat migrain

Migrain merupakan nyeri dengan intensitas sedang sampai berat di satu sisi kepala, dirasakan berdenyut, dan dapat berulang. Bahkan dapat menyebabkan timbulnya mual dan muntah, sehinngga sangat mengganggu aktivitas. Migrain biasanya dicetuskan oleh faktor-faktor tertentu seperti perubahan hormonal (misalnya saat menstruasi), stres emosional, kelelahan, atau konsumsi makanan tertentu (alkohol, teh atau kopi yang berlebihan, dan coklat). Dalam suatu studi ditemukan bahwa ekstrak daun saga memiliki efek mirip dengan obat antimigrain, sehingga dapat membantu meredakan gejala penyakit ini.

 

Untuk mengkonsumsi daun saga dapat dilakukan dengan merebus daunnya hingga mendidih atau dikonsumsi dalam bentuk ekstrak. Meskipun manfaat nya cukup banyak, namun penggunaan daun saga dalam pengobatan herbal harus sangat berhati-hati. Kandungan abrin di dalamnya dapat menjadi racun yang berbahaya. Selain itu, daun saga juga tidak baik dikonsumsi wanita hamil atau yang ingin hamil karena dapat mempengaruhi kesuburan. Pada wanita hamil, konsumsi daun saga dapat merangsang kontraksi yang dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan pada usia kehamilan muda dapat menyebabkan abortus atau keguguran. Pada pria konsumsi berlebihan juga berpotensi mengganggu gerakan sperma dan proses pembentukannya. Penggunaan daun saga juga berpotensi berinteraksi dengan beberapa obat-obatan, sehingga sebelum mengkonsumsi nya sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Manfaat Daun Pegagan untuk Kesehatan

 

Referensi:

Boye, A., Barku, V., Acheampong, D. O., & Ofori, E. G. (2021). Abrus precatorius Leaf Extract Reverses Alloxan/Nicotinamide-Induced Diabetes Mellitus in Rats through Hormonal (Insulin, GLP-1, and Glucagon) and Enzymatic (α-Amylase/α-Glucosidase) Modulation. BioMed research international, 2021, 9920826. https://doi.org/10.1155/2021/9920826

Garaniya, N., & Bapodra, A. (2014). Ethno botanical and Phytophrmacological potential of Abrus precatorius L.: A review. Asian Pacific journal of tropical biomedicine, 4(Suppl 1), S27–S34. https://doi.org/10.12980/APJTB.4.2014C1069

Bhakta, S., & Das, S. K. (2020). The medicinal values of Abrus precatorius: a review study. J Adv Biotechnol Exp Ther, 3(2), 85–90. https://www.bsmiab.org/jabet/178-1577241188-the-medicinal-values-of-abrus-precatorius-a-review-study/

Kuete, V. (2014). Physical, Hematological, and Histopathological Signs of Toxicity Induced by African Medicinal Plants. In V. Kuete (Ed.), Toxicological Survey of African Medicinal Plants. Elsevier.

WebMD. (2021). Jequirity. EMedicineHealth. https://www.emedicinehealth.com/jequirity/vitamins-supplements.htm

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :