Beranda > Artikel > Mengenal Manfaat Kunyit Asam

Mengenal Manfaat Kunyit Asam

manfaat kunyit asam

Jamu perpaduan kunyit dan asam jawa merupakan salah satu kombinasi yang paling digemari masyarakat, terutama kaum hawa. Tidak hanya di Indonesia, jamu kunyit asam juga berhasil tembus hingga pasar internasional. Ketika pandemi COVID-19 awal masuk Indonesia, jamu kunyit asam menjadi idola populer yang dicari khalayak ramai agar terlindung dari penyebaran virus COVID-19. Mungkin anda bertanya-tanya kenapa jamu kunyit asam sangat digemari? Ternyata, selain rasanya yang enak dan segar, jamu yang disebut sebagai superfood ini memiliki segudang manfaat kesehatan yang menarik. Yuk simak manfaatnya!

 

1. Mencegah penyakit kronis

Kunyit mengandung senyawa aktif kurkumin yang menjadikan rempah ini berwarna kuning. Kurkumin merupakan agen anti-inflamasi dan antioksidan poten yang berfungsi untuk membantu mencegah terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh radikal bebas dari luar tubuh. Radikal bebas ini dapat mencetuskan berbagai penyakit kronis yang tidak diinginkan. Sudah banyak penelitian yang peneliti bahwa tingkat kejadian penyakit kronik menurun dengan rutin mengkonsumsi kunyit. Dipadukan bersama asam jawa yang juga berperan sebagai anti-inflamasi, minuman kunyit asam merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi anda yang ingin menjaga kesehatan agar tetap optimal. (1)

 

2. Membantu meningkatkan imunitas tubuh

Mempertahankan imunitas tubuh merupakan hal yang paling penting agar tidak mudah terserang penyakit, terutama pada masa pandemi COVID-19 ini. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu agar imunitas tubuh dapat bekerja dengan optimal, salah satunya dengan rutin mengkonsumsi kunyit asam. Kunyit memiliki efek imunomodulator yang dapat digunakan untuk memperkuat sistem imun. Kunyit dapat menstimulasi berbagai sistem pertahan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit infeksi, termasuk virus COVID-19. Kunyit diteliti bisa meningkatkan respon antibodi apabila ada infeksi masuk sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga imun. (2,3,4)

 

3. Membantu mempercepat penyembuhan luka

Kurkumin yang terkandung dalam kunyit diteliti dapat memperbaiki jaringan ikat dan meningkatkan deposisi kolagen, sehingga bisa mempercepat penyembuhan luka. Asam jawa juga berguna untuk membantu penyembuhan luka epidermal dengan menstimulasi agen-agen penyembuhan luka. Pada penelitian yang dilakukan pada 28 ibu dengan luka paska melahirkan, kelompok ibu yang diberikan jamu kunyit asam menunjukkan waktu penyembuhan luka yang lebih singkat dibandingkan dengan kelompok ibu yang tidak diberikan. (5)

 

4. Mengurangi resiko terjadinya Alzheimer

Otak dapat bekerja karena memiliki neuron yang berhubungan satu sama lain untuk menyimpan memori, belajar, dan melakukan aktivitas yang diatur oleh brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Penyakit Alzheimer dapat terjadi karena menurunnya kadar protein BDNF. Berdasarkan penelitian yang dilakukan tahun 2017 di Korea, kurkumin terbukti dapat meningkatkan kadar BDNF pada otak sehingga dapat mencegah Alzheimer. (4,6)

 

5. Mengurangi gejala artritis

Artiris dapat terjadi karena inflamasi yang terjadi pada sendi-sendi tulang. Karena memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi, jamu kunyit asam bisa membantu mencegah maupun meringankan artritis. Terdapat penelitian yang menyatakan bahwa ekstrak kunyit dapat meringankan gejala artritis dan mengurangi tingkat konsumsi anti-nyeri pada pasien. (4,7)

 

6. Membantu mencegah kanker

Kanker merupakan penyakit akibat pembelahan sel tubuh yang tidak terkontrol. Beberapa penelitian menyatakan minuman ekstrak kunyit dapat membantu mencegah kanker paru-paru, payudara, prostat, kulit dan kolorektal. (8,9) Penelitian yang dilakukan pada pasien dengan kanker kolorektal menyatakan ekstrak kunyit dapat membantu memperlambat proses penyakit dan meningkatkan performa kemoterapi. (4,8)

 

7. Mengurangi nyeri datang bulan

Nyeri datang bulan sering kali dialami oleh beberapa wanita dengan intensitas nyeri yang bervariasi, dari ringan hingga menganggu aktivitas. Nyeri tersebut disebabkan karena kontraksi dinding rahim. Ternyata ada alasan dibalik saran untuk minum jamu kunyit asam sejak zaman nenek moyang ini karena kunyit asam memiliki kemampuan untuk membantu otot rahim untuk relaksasi sehingga dapat mengurangi kontraksi dan memperlancar datang bulan.

Pada penelitian 70 pasien, 35 pasien yang mengkonsumsi mengkonsumsi ekstrak kunyit melaporkan nyeri datang bulan yang sangat minimal dibandingkan dengan 35 pasien yang tidak mengkonsumsi ekstrak kunyit. (10)

 

8. Membuat kulit sehat dan cerah

Karena antioksidan dan efek anti-inflamasi di dalamnya, kunyit dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan membuat kulit menjadi lebih cerah. Kunyit juga dipercaya dapat mengurangi gejala beberapa penyakit kulit seperti eksim, dermatitis, psoriasis, infeksi kulit, hingga kanker kulit. (9,11)

 

9. Menghambat penuaan dini

Menjadi selalu awet muda dan memiliki kulit yang kencang merupakan impian seluruh wanita maupun pria. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa makanan/minuman yang kaya akan antioksidan, seperti kunyit asam dapat berkontribusi terhadap membentukan kolagen dan penangkal radikal bebas di kulit, sehingga dapat menghambat penuaan dini. (9,11,12)

 

Banyaknya manfaat kunyit asam menjadikan jamu ini digemari oleh para peminat kesehatan. Tidak hanya lezat dan segar, kunyit asam juga mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau. Tapi ingat untuk meminum jamu kunyit asam dalam batas wajar, ya! Cukup 1 gelas sehari (250 ml) sudah dapat memberikan efek baik untuk tubuh anda.

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo di https://www.carevo.id/personal-health-record/

 

Referensi

  1. He Y, Yue Y, Zheng X, Zhang K, Chen S, Du Z. Curcumin, inflammation, and chronic diseases: are they linked?. Molecules. 2015. 20(5):9183-213. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26007179/
  2. Gao X, Kuo J, Jiang H, Deeb D, Liu Y, Divine G, Chapman RA, et al. Immunomodulatory activity of curcumin: suppression of lymphocyte proliferation, development of cell-mediated cytotoxicity, and cytokine production in vitro. Biochem Pharmacol. 2004. 68(1):51-61. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15183117/
  3. Yadav VS, Mishra KP, Singh DP, Mehrotra S, Singh VK. Immunomodulatory effect of curcumin. Immunopharmacol Immunotoxicol. 2005; 27(3):485-97. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16237958/
  4. Jagetia GC, Aggarwal BB. “Spicing up” of the immune system by curcumin. J Clin Immunol. 2007; 27(1):19-35. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17211725/
  5. Susanti D, Setiani O, Umaroh, Aristiati K, Mashoedi ID, Mardiyono. Effect of onsuming tararind and turmeric drink on the length of perineal wound healing in postpartum mothers. Belitung Nursing Journal. 2017; 3(4):399-404. Diakses dari: https://www.researchgate.net/
  6. Choi GY, Kim HB, Hwang ES, Lee S, Kim MJ, Choi JY, Lee SO. Curcumin alters neural plasticity and viability of intact hippocampal circuits and attenuates behavioral despair and COX-2 expression in chronically stressed rats. Mediators of Inflammation. 2017, article ID 6280925, 9 pages, 2017. Diakses dari: https://www.hindawi.com/journals/mi/2017/6280925/
  7.  Daily JW, Yang M, Park S. Efficacy of turmeric extracts and curcumin for alleviating the symptoms of joint arthritis: a systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials. J Med Food. 2016; 19(8): 717-29. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5003001/
  8. Pricci M, Girardi B, Giorgio F, Losurdo G, Lerardi E, Leo AD. Curcumin and colorectal cancer: from basic to clinical evidences. Int J Mol Sci. 2020; 21(7): 2364. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7178200/
  9. Thangapazham RL, Sharma A, Maheshwari RK. Beneficial role of curcumin in skin diseases. Adv Exp Med Biol. 2007; 595: 343-57. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17569219/
  10. Khayat S, Fanaei H, Kheirkhah M, Moghadam ZB, Kasaeian A, Javadimehr M. Curcumin attenuates severity of premenstrual syndrome symptoms: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Complement Ther Med. 2015; 23(3):318-24. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26051565/
  11. Vollono L, Falconi M, Gaziano R, Lacovelli F, Dika E, Terracciano C, Bianchi L, et al. Potential of curcumin in skin disorders. Nutrients. 2019; 11(9): 2169. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6770633/
  12. Zmijewska AB, Grabowska W, Bojko A, Bijoch L, Sikora E. The role of curcumin in the modulation of ageing. Int J Mol Sci. 2019; 20(5): 1239. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6429134/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :