Beranda > Artikel > Manfaat Saffron bagi Kesehatan

Manfaat Saffron bagi Kesehatan

Manfaat Saffron Bagi Kesehatan

Apa itu Saffron?

Saffron merupakan rempah yang berasal dari tanaman Crocus sativus L. Tanaman ini banyak ditemukan Iran, Afghanistan, Turkei, dan Spanyol. Safron merupakan salah satu rempah termahal di dunia karena sulit untuk dipanen. Baru – baru ini, studi mengenai saffron terhadap manusia mulai diteliti, oleh karena kapasitas saffron terhadap efek bioaktif fitokimia terhadap kondisi dan gejala yang berkaitan dengan depresi, kondisi neurodegeneratif, gejala diabetes serta kardiovaskuler. Tanaman ini banyak digunakan untuk membuat obat – obatan dan herbal, yaitu sebagai sedatif, antikejang, suplemen peningkat libido, penambah keringat, obat batuk, stimulan, antikatarak, dll. Bahkan saffron juga dapat meredakan gejala premenstrual syndrome (PMS).

Baca juga: Jarang Diketahui, Inilah Berbagai Manfaat Biji Teratai

 

Manfaat Saffron bagi Kesehatan

Meskipun belum banyak bukti ilmiah mengenai efek positif saffron terhadap kesehatan, namun saffron sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti depresi, kecemasan, penyakit Alzheimer, kram perut saat menstruasi, dan PMS. Saffron juga sering digunakan sebagai rempah makanan, oewarna makanan, dan untuk menambahkan aroma.

Saffron mengandung bahan kimia yang mengubah mood, membunuh sel – sel kanker, mengurangi peradangan, dan bekerja sebagai antioksidan. Berikut ini merupakan manfaat saffron untuk kesehatan:

 

1. Antioksidan kuat

Saffron emngandung crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol. Zat – zat ini merupakan antioksidan, berfungsi untuk mencegah kerusakan progresif sel otak, memperbaiki inflamasi, mengurangi napsu makan, dan berperan dalam penurunan berat badan.

 

2. Meningkatkan mood dan mengatasi gejala depresi

Berbagai studi meneliti efek saffron terhadap mood. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi 30mg saffron setiap harinya ternyata seefektif mengonsumsi Fluoxetine, Imipramine, dan Citalpram (obat – obatan antidepresan).

 

3. Berpotensi memiliki kemampuan melawan kanker

Antioksidan pada saffron dapat membantu menetralisir radikal bebas. Kerusakan sel akibat radikal bebas berkaitan dengan penyakit kronis, misalnya kanker.

 

4. Mengurangi gejala PMS

PMS meliputi gejala fisik, emosi, dan psikologi yang terjadi sebelum fase menstruasi. Studi terhadap wanita berusia 20-45 tahun yang mengonsumsi 30 mg saffron setiap harinya lebih efektis menangani PMS dibandingkan dengan partisipan yang tidak mengonsumsi saffron. Gejala PMS yang dimaksud meliputi iritabilitas, nyeri kepala, dan nyeri.

 

5. Bekerja sebagai aphrodisiac

Aphrodisiacs merupakan makanan ataupun suplemen yang digunakan untuk meningkatkan libido. Suatu studi meneliti mengenai konsumsi 30 mg saffron setiap harinya selama 4 minggu, studi menunjukkan bahwa konsumsi saffron meningkatkan fungsi ereksi secara signifikan dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsinya.

 

6. Berpotensi menurunkan nafsu makan dan membantu penurunan berat badan

Konsumsi snacks merupakan kebiasaan yang dapat memicu kenaikan berat badan. Berdasarkan beberapa penelitian, saffron dapat mencegah keinginan untuk konsumsi snacks dengan cara mengurangi napsu makan. Suatu studi yang dilakukan selama 8 minggu, mengonsumsi suplemen ekstrak saffron dapat menurunkan napsu makan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan total berat lemak secara signifikan.

 

7. Manfaat Lainnya

Dalam beberapa penelitian yang hingga kini masih terus diteliti, efek positif lain dari saffron ialah berpotensi untuk menurunkan risiko penyakir jantung, membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan penglihatan pada orang dewasa akibat penyakit degenerasi makular, serta meningkatkan memori pada penderita Alzheimer.

 

Konsumsi saffron memiliki risiko yang kecil. Mengonsumsi 1.5 gram saffrom setuap harinya aman secara umum, namun konsumsi yang terlalu banyak (lebih dari 5 gram per hari) dapat menjadi toksik. Saffron merupakan antioksidan yang kuat, meskipun terdapat berbagai manfaat yang disebutkan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat saffron serta efek sampingnya bagi kesehatan.

Baca juga: Manfaat Teh Daun Jati Cina yang Wajib Diketahui

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

 

Bibliography

Saffron. (n.d.). Retrieved from Web MD: https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-844/saffron

Raman, R. (2019, January 7). 11 Impressive Health Benefits of Saffron. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/saffron

Johnson, J. (2019, November 15). What are the health benefits of saffron? . Retrieved from Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/327017#_noHeaderPrefixedContent

Gohari, A. R. (2013). An overview on saffron, phytochemicals, and medicinal properties. Oharmacognosy Review.

Khazdair, M. R. (2015). The effects of Crocus sativus (saffron) and its constituents on nervous system: A review. Avicenna Journal Phytomedicine.

Hosseini, M. A. (2008). Crocus sativus L. (saffron) in the treatment of premenstrual syndrome: a double-blind, randomised and placebo-controlled trial. BJOG.

Singletary, K. W. (2020, December 11). Saffron Potential Health Benefits. Retrieved from Nutrition Today: https://journals.lww.com/nutritiontodayonline/fulltext/2020/11000/saffron__potential_health_benefits.9.aspx

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :