Beranda > Artikel > 6 Manfaat Sayur Kol untuk Kesehatan Anda

6 Manfaat Sayur Kol untuk Kesehatan Anda

manfaat sayur kol untuk kesehatan

Brasicca oleracea atau yang biasa dikenal dengan sayur kol merupakan sayuran kaya manfaat yang memiliki berbagai macam bentuk dan warna, seperti ungu, putih, dan hijau. Anda bisa menemukan sayur kol dengan mudah di berbagai aneka kuliner Indonesia maupun internasional dengan teknik pengolahan yang bermacam-macam. Walaupun sebagian orang enggan untuk mengkonsumsi sayur ini karena bisa menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan, namun apabila dikonsumsi dalam batas yang wajar, sayur kol justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Yuk simak faktanya!

Dilansir dari US Department of Agriculture (USDA), untuk 100 gram sayur kol memiliki kandungan gizi sebagai berikut(1):

  • Kalori              : 25 kalori
  • Protein            : 1.28 g
  • Lemak             : 0.1 g
  • Karbohidrat    : 5.8 g
  • Serat pangan   : 2.5 g
  • Gula                : 3.2 g
  • Kalsium          : 40 mg
  • Zat besi           : 0.47 mg
  • Magnesium     : 12 mg
  • Fosfor             : 26 mg
  • Potasium         : 170 mg
  • Zink                : 0.18 mg
  • Vitamin C       : 37.5 mg
  • Air                   : 92.6 g

Selain yang disebutkan diatas, sayur kol juga mengandung sedikit mikronutrisi seperti vitamin A yang berfungsi untuk kesehatan mata.

 

Apa saja manfaat mengkonsumsi sayur kol bagi kesehatan anda?

 

1. Mengandung banyak antioksidan

Antioksidan merupakan senyawa yang dibutuhkan tubuh anda untuk menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas dapat menganggu kerja elektron pada tubuh sehingga menjadi tidak stabil. Oleh sebab itu penting bagi anda untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan. (2,3)

 

2. Mengurangi berat badan

Cenderung rendah kalori, sayur kol menjadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi apabila anda ingin mengurangi berat badan yang berlebih. Selain rendah kalori, sayur kol juga memiliki kadar gula yang rendah sehingga aman dikonsumsi bagi pejuang diet hingga pasien diabetes.

 

3. Mengurangi inflamasi

Inflamasi yang terjadi di dalam tubuh merupakan sumber dari segala penyakit-penyakit kronik. Inflamasi juga dapat membuat tubuh anda lebih mudah terserang infeksi. Pada penelitian yang dilakukan pada 1.000 wanita Cina, orang yang mengkonsumsi sayur-sayuran golongan Cruciferous (salah satunya adalah sayur kol) memiliki resiko untuk terkena inflamasi lebih sedikit dibandingkan pada orang yang jarang mengkonsumsinya.(3)

 

4. Membantu mencerna makanan lebih mudah

Sayur kol termasuk dalam golongan prebiotik yang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan bakteri baik di usus. Karena mengandung banyak serat dan air, sayur kol bisa menjadi salah satu sayur pilihan untuk mempermudah pencernaan makanan. Selain untuk mencerna makanan, kesehatan usus dapat berdampak pada imun yang kuat sehingga anda tidak mudah terkena infeksi.(4)

 

5. Menjaga kesehatan jantung

Sayur kol, khususnya kol yang berwarna merah memiliki antioksidan yang bernama antosianin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 93,600 wanita, dilaporkan bahwa wanita yang memakan makanan kaya akan antosianin memiliki resiko terkena serangan jantung lebih rendah. Selain itu, antosianin juga dapat membantu untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terjadinya sumbatan pembuluh darah jantung. (5)

 

6. Membantu menurunkan kolesterol dalam darah

Jika anda memiliki kadar kolesterol tinggi, maka sayur kol bisa menjadi salah satu pilihan untuk anda konsumsi. Karena kaya akan serat dan senyawa fitosterol, sayur kol mampu menurunkan kolesterol dalam darah jika anda mengkonsumsinya secara rutin. (6)

 

Tidak hanya banyak manfaat, sayur kol juga mudah di dapatkan dan di olah menjadi berbagai jenis makanan yang lezat. Berbagai manfaat dari sayur kol tersebut bisa anda dapatkan tanpa mengorbankan cita rasa, sehingga anda tidak perlu ragu lagi untuk memasukkan sayur kol menjadi salah satu menu masakkan di rumah.

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo di https://www.carevo.id/personal-health-record/

 

Referensi:

  1. US Department of Agriculture. Cabbage, raw. USDA. 2019. Diakses dari: https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169975/nutrients
  2. Minihane AM, Vinoy S, Russell WR, Baka A, Roche HM, Touhy KM, Teeling J, et al. Low-grade inflammation, diet composition and health: current research evidence and its translation. Br J nUTR. 2915. 14; 114(7):999-1012. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26228057/
  3. Jiang Y, Wu SH, Shu XQS, Gao YT, Zheng W, Yang G. Cruciferous vegetable intake is inversely correlated with circulating levels of proinflammatory makers in women. 2014. Vol. 114, issue 5, h. 700-8. Diakses dari: https://www.jandonline.org/article/S2212-2672(13)01891-1/pdf
  4. Yang J, Waang HP, Zhou L, Xu CF. Effect of dietary fiber on constipation: a meta analysis. World J Gastroenterol. 2012; 18(48):7378-83. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3544045/
  5. Cassidy A, Mukamal KJ, Liu L, Franz M, Eliassen AH, Rimm EB. High anthocyanin intake is associated with a reduced risk of myocardial infarction in young and middle-aged women. Circulation. 2013; 127(2):188-96. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23319811/
  6. Ras RT, Geleijnse JM, Trautwein EA. LDL-cholesterol -loweing effect of plant sterol and stanols across different dose ranges: a meta-analysis of randomized controlled studies. Br J Nutr. 2014; 112(2):214-9. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24780090/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :