Beranda > Artikel > Melindungi Hati dengan Temulawak bagi Penderita Hepatitis B

Melindungi Hati dengan Temulawak bagi Penderita Hepatitis B

Penggunaan obat-obatan tradisional berbahan dasar tanaman saat ini mulai cukup diminati oleh banyak kalangan, baik anak-anak, dewasa, bahkan orang tua. Salah satu nya adalah konsumsi temulawak bagi penderita Hepatitis B.

Fungsi hati bagi tubuh

Hati atau liver memiliki fungsi yang penting dalam membantu proses metabolisme, berikut ini peran penting liver bagi tubuh kita:

  1. Memproduksi cairan empedu untuk proses digestif
  2. Menyaring berbagai zat-zat beracun.
  3. Menjadi tempat pembuangan bagi sel-sel darah merah yang rusak
  4. Memecah karbohidrat, lemak, dan protein
  5. Menyimpan berbagai komponen penting seperti glikogen, dan vitamin
  6. Menghasilkan protein darah atau lebih dikenal sebagai albumin
  7. Menghasil faktor-faktor pembekuan darah.

Hepatitis secara umum

Secara umum hepatitis diartikan sebagai proses inflamasi yang menurunkan fungsi hati (liver). Penyakit hepatitis kebanyakan disebabkan oleh virus, bisa juga disebabkan oleh pemakaian obat-obatan, alkohol. Terdapat 5 jenis Hepatitis yang disebabkan oleh virus, yaitu: Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, dan Hepatitis E.

Mengenali penyakit hepatitis B

Penyakit Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi. Virus yang menyebarkan penyakit ini adalah virus Hepatitis B. Virus ini merupakan virus DNA yang menginfeksi melalui darah, cairan mani, dan bisa diturunkan dari ibu ke bayi. Diperkirakan di tahun 2015, terdapat sebanyak 257 juta penduduk dunia mengalami hepatitis B kronis. Kemudian di tahun yang sama juga terdapat 887.000 kematian dengan penyebab kematian nya adalah sirosis dan kanker hati.

Penularan penyakit Hepatitis B melalui segala macam tindakan yang masuk melalui kulit atau lapisan mukosa tubuh yang terkena darah terinfeksi atau cairan tubuh penderita, termasuk:

  • Hubungan seks dengan penderita penyakit hepatitis B.
  • Penggunaan bersama jarum suntik bekas.
  • Bayi yang lahir dari ibu penderita hepatitis
  • Terkena cipratan darah atau cairan tubuh lain miliki penderita pada luka terbuka atau mata
  • Penggunaan pisau cukur, sikat gigi, alat pemeriksaan gula darah. (Alat-alat yang berisiko membuat luka).

Selain proses penularan nya, kita harus sama-sama mengetahui terkait apa saja gejala dan tanda-tanda penyakit hepatitis B. Gejala-gejala ini tidak serta merta langsung muncul setelah kontak pertama, namun gejala-gejala baru akan muncul setelah beberapa minggu terpapar. Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejalanya:

  1. Demam
  2. Rasa cepat lelah
  3. Kehilangan nafsu makan
  4. Mual dan muntah
  5. Nyeri perut
  6. Kencing berwarna teh
  7. Feses berwarna abu-abu
  8. Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning.

Kandungan temulawak

Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang berbentuk seperti jahe, tumbuh subur, dan mudah ditemui di Indonesia. Temulawak dalam bahasa Latin disebut Curcuma xanthorrhiza, tanaman ini memiliki berbagai macam kandungan zat kimiawi alami aktif salah satunya adalah curcumin yang memiliki efek antioksidan. Selain curcumin temulawak juga memiliki yaitu xanthorrhizol yang terbukti menunjukkan efek antibakterial. Kemudian terdapat curzerenone, dan turmerone.

Dari banyak penelitian yang dilakukan, temulawak memiliki efek-efek seperti antidiuretik, anti-inflamasi, antioksidan, antihipertensi, anti hepatotoksik, antibakterial, dan anti jamur. Karena efek-efek yang dikandungnya ini, tanaman ini sering dipakai untuk obat-obatan tradisional dan olahan nya dibuat dalam bentuk jamu.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada mencit, didapatkan bahwa pemberian temulawak terbukti secara ilmiah dalam menurunkan fungsi hati yang meningkat, selain itu efek hepatoprotektor yang dimiliki oleh temulawak juga pada penelitian bisa mencegah efek kerusakan yang semakin parah. Efek antiinflamasi dan efek anti hepatotoksik yang dimiliki oleh temulawak berperan penting dalam menjaga sel-sel di hati bagi penderita hepatitis.

Efek baik yang dimiliki oleh temulawak memang bisa dimanfaatkan, namun setiap pemberian obat herbal tetap harus dalam pengawasan, oleh karena itu sangat dianjurkan untuk tetap mencari informasi dengan dokter atau ahli yang merawat Anda, karena efek samping tetap bisa terjadi. Selain itu agar kita bisa memperoleh informasi terkait berapa banyak konsumsi yang diperbolehkan dalam satu hari.

 

Referensi

  • Viral hepatitis. Diakses pada: 2021, Juni 10. Dari: https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/hbvfaq.htm#treatment
  • Kahn A. Hepatitis. Diakses pada: 10 Juni 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/hepatitis
  • Hepatitis B. World Health Organization. Diakses pada: 2021, Juni 10. Dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
  • Mishra J, et al. Curcuma sp.: the nature’s souvenir for high-altitude illness. (2018).
  • Salleh N.A, Ismail S., and Halim M.R. Effects of curcuma xanthorriza extracts and their constituents on phase II drug-metabolizing enzymes activity. Pharmacognosy Res 2016. Oct-Dec; 8(4):309 – 315. DOI: 10.4103/0974-8490.188873
  • Lin S, Lin C, Lin Y, Supriyatna S, and Teng C. Protective and therapeutic effects of curcuma xanthorrhiza on hepatotoxin-induced liver damage. American Journal of Chinese Medicine, Vol. XXIII, Nos. 3 – 4, pp. 243 – 254.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :