Beranda > Artikel > Memahami Apa Itu Hipoventilasi dan Cara Mengatasinya

Memahami Apa Itu Hipoventilasi dan Cara Mengatasinya

hipoventilasi adalah

Hipoventilasi adalah pernapasan yang terlalu dangkal atau terlalu lambat untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada tubuh. Jika seseorang mengalami hipoventilasi, kadar karbon dioksida tubuh meningkat. Hal ini menyebabkan penumpukan zat asam dan terlalu sedikit oksigen dalam darah. Seseorang dengan hipoventilasi seringkali mengakibatkannya merasa ngantuk. Kumpulan gejala hipoventilasi sering disebut sebagai sindrom hipoventilasi.

 

Beberapa Penyebab Utama Hipoventilasi

1. Hipoventilasi sentral

Ungkapan “hipoventilasi sentral” digunakan untuk menggambarkan pasien dengan hipoventilasi akibat penyakit saraf pusat/otak yang mengakibatkan seseorang secara tidak sadar lebih jarang bernapas. Penyebab hipoventilasi sentral ini termasuk obat-obatan dan penyakit sistem saraf pusat (SSP) seperti kecelakaan adanya tumor pada pusat pernapasan di otak maupun hal lain yang dapat merusak otak.

2. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Hipoventilasi tidak jarang pada pasien dengan PPOK berat. PPOK disebabkan oleh adanya kerusakan kronis dari sel-sel paru, sehingga oksigen pada udara yang masuk dalam paru tidak dapat masuk ke dalam darah dengan maksimal.

3. Deformitas dinding dada

Deformitas dinding dada seperti terjadinya kebengkokan yang signifikan pada tulang belakang bagian dada, adanya tumor pada dada maupun adanya kelainan tulang rusuk dapat mengurangi kapasitas paru dalam menampung udara. Hal tersebut dapat menyebabkan hipoventilasi bahkan bila kelainan dinding dada terlalu buruk juga dapat mengakibatkan kegagalan napas.

4. Gangguan neuromuskular

Pernapasan manusia selain didukung oleh deteksi kadar oksigen oleh sistem pernapasan pusat, juga didukung oleh otot dan saraf yang berada disekitar dinding dada agar dapat menampung jumlah udara yang cukup. Penyakit neuromuskular yang dapat menyebabkan hipoventilasi termasuk miastenia gravis, amyotrophic lateral sclerosis, sindrom Guillain-Barré, dan distrofi otot. Pasien dengan gangguan neuromuskular memiliki pernapasan yang cepat dan dangkal akibat kelemahan otot yang parah atau fungsi neuron motorik yang abnormal.

5. Sindrom obesitas-hipoventilasi (Obesity-hipoventilation syndrome/OHS)

OHS adalah penyebab lain hipoventilasi yang terkenal. OHS didefinisikan sebagai kombinasi obesitas dan indeks massa tubuh lebih besar atau sama dengan 30kg/m2 dengan kelebihan tingkat karbondioksida dalam tubuh yang terjadi secara kronis. Pada umumnya orang obesitas yang memiliki banyak jaringan lemak diarea sekitar pernapasan (leher dan sekitarnya) dapat mengganggu aliran napas. Hal tersebut terutama terjadi bila orang tersebut tidur terlentang. Sekitar 90% pasien dengan OHS juga mengalami apnea/henti napas saat tidur obstruktif (obstructive sleep anpea/OSA). Hipoventilasi lebih buruk selama tidur gerakan mata cepat (REM) daripada selama tidur non-REM.

 

Cara Mengatasi Hipoventilasi

Cara mengatasi hipoventilasi bervariasi tergantung pada penyebab hipoventilasi dan tingkat keparahan penyakit yang mendasarinya. Pada umumnya, pengobatan hipoventilasi ditujukan untuk membantu ventilasi. Target dari terapi hipoventilasi adalah mengembalikan kadar oksigen darah ke tingkat optimal untuk menyokong kehidupan serta menyingkirkan penumpukan karbon dioksida pada darah selama masa hipoventilasi. Pada umumnya untuk permasalahan selain dari akibat kerusakan/kelainan sistem saraf pusat, terapi yang mungkin bermanfaat adalah teknik ventilasi non-invasif, seperti ventilasi tekanan positif bilevel (PPV). Bantuan pernapasan mungkin diperlukan pada pasien untuk indikasi berikut:

• Gejala hipoventilasi pada malam hari yang mengakibatkan rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari, sakit kepala pagi hari, kelelahan, dan sebagainya.

• Dispnea/sesak napas berat saat istirahat

• Hipoventilasi yang menyebabkan kelainan paru dan jantung lebih lanjut

• Hipoksia yang mengakibatkan saturasi oksigen arteri < 88% meskipun oksigen tambahan

Namun, perlu diperhatikan bahwa bantuan pernapasan tersebut diatas perlu dikonsultasikan dahulu oleh tenaga medis dan pemberiannya harus dalam supervisi oleh tenaga medis. Hal tersebut disebabkan oleh adanya risiko kelebihan oksigen yang dapat membahayakan jiwa.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Organ Pernapasan

 

Referensi

Mccormack MC, West JB. Ventilation, blood flow, and gas exchange. In: Broaddus VC, Ernst JD, King TE, et al, eds. Murray and Nadel’s Textbook of Respiratory Medicine. 7th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2022:chap 10.

Piper AJ, Yee BJ. Hypoventilation syndromes. Compr Physiol. 2014 Oct 1. 4(4):1639-76. [QxMD MEDLINE Link].

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics