Beranda > Artikel > Mengapa Dada Terasa Sesak? Mungkin Akibat 5 Kondisi Ini

Mengapa Dada Terasa Sesak? Mungkin Akibat 5 Kondisi Ini

Gejala flu dan COVID-19

Apa yang dimaksud dengan Sesak Napas?

Sesak napas merupakan suatu sensasi subjektif terhadap rasa tidak nyaman saat bernapas, yang terdiri dari berbagai macam sensasi dan intensitas yang beragam. Gejala sesak napas dapat bersifat ringan dan sementara hingga berat dan bertahan lama. Sesak napas merupakan suatu gejala yang dapat menjadi penanda suatu kondisi maupun penyakit tertentu. Gejala sesak napas ialah:

  1. Kehabisan napas
  2. Rasa berat dan terikat di dada
  3. Kebutuhan udara yang meningkat (air hunger)
  4. Kesulitan untuk bernapas dalam
  5. Sensasi seperti tercekik
  6. Napas cepat
  7. Dada terasa berdebar – debar
  8. Batuk – batuk

           

Mengapa Dada terasa Sesak?

Sesak napas dapat diakibatkan oleh berbagai kondisi. Suatu keadaan sesak napas belum tentu selalu berkaitan dengan kesehatan seseorang. Anda dapat merasa sesak ketika melakukan olahraga berat, sedang berada di dataran tinggi, maupun ketika mengalami perubahan suhu yang ekstrim. Namun seringkali sesak napas berkaitan dengan kondisi kesehatan, dan dapat menjadi suatu penanda penyakit serius.

Sesak napas terjadi karena adanya interaksi multipel dari sinyal – sinyal dan reseptor – reseptor di sistem saraf pusat, reseptor perifer dan kemoreseptor, serta mekanoreseptor yang berada di saluran pernapasan atas, paru – paru, dan dinding dada.

Pusat pernapasan di otak terdiri dari 4 kelompok, bagian yang mengatur proses menarik napas, bagian yang mengatur proses membuang napas, bagian yang berfungsi memodulasi intensitas dan frekuensi pemberian sinyal bernapas, serta bagian yang membatasi proses bernapas.

Mekanoreseptor terletak di saluran pernapasan yaitu di trakea, paru – paru, pembuluh darah paru, untuk memberikan informasi pada pusat pernapasan di otak. Informasi yang disampaikan dapat berupa keadaan volume paru – paru, maupun informasi mengenai adanya zat – zat iritan dan benda asing yang ada di saluran napas. Lalu berbagai mekanoreseptor tersebut akan memberikan sinyal ke sistem saraf tepi untuk disampaikan ke pusat bernapas si otak.

Kemoreseptor perifer terdapat pada 2 area yaitu di karotis dan badan aorta. Keduanya berfungsi memonitor tekanan parsial oksigen di pembuluh darah arteri.

Kemoreseptor sentral memegang peranan besar dalam proses bernapas, melalui kepekaannya terhadap perubahan pH di dalam sistem saraf pusat.

Seluruh reseptor akan saling berkomunikasi satu sama lain, dan akhirnya memberikan sinyal untuk disampaikan ke otot – otot pernapasan, sehingga terjadilah proses bernapas, dan bila terdapat gangguan, maka terjadi gejala sesak napas.

 

Penyakit – penyakit yang dapat Menyebabkan Sesak Napas

Penyebab keadaan sesak napas multifaktorial. Sesak napas dapat terjadi akibat dari gangguan neurologi, pernapasan, maupun jantung. Selain itu sesak napas juga dapat terjadi karena suatu kondisi anemia, hingga kecemasan.

Bila sesak napas terjadi tiba – tiba, maka sesak napas bersifat akut. Sesak napas akut terjadi pada:

  1. Tersedak
  2. Patah tulang iga
  3. Kelebihan cairan di jantung
  4. Keracunan karbon monoksida
  5. Serangan jantung
  6. Tekanan darah yang rendah
  7. Serangan asma
  8. Pneumonia
  9. Emboli paru
  10. Kehamilan
  11. Anemia
  12. Alergi berat atau reaksi anafilaksis
  13. Perdarahan hebat
  14. Distres emosional, gangguan cemas, dan serangan panik

 

Bila sesak napas berlangsung lebih dari 4 minggu atau lebih, keadaan ini bersifat kronis. Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan sesak napas kronis yaitu:

  1. Penyakit paru kronis (penyakit paru obstruksi kronis, asma, fibrosis paru, dan hipertensi pulmonal)
  2. Penyakit jantung, atau penyakit jantung kongesti
  3. Obesitas
  4. Penurunan kapasitas fungsional akibat imobilisasi yang lama

 

Sesak napas sebaiknya jangan diabaikan. Segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat bila gejala memberat, terutama bila gejala sesak napas disertai juga dengan:

  1. Bengkak di kedua kaki dan pergelangan kaki
  2. Kesulitan bernapas saat posisi berbaring
  3. Disertai dengan demam tinggi, menggigil, dan batuk
  4. Bunyi mengi seperti bunyi bersiul ketika Anda bernapas
  5. Sesak napas terjadi tiba – tiba
  6. Sesak napas yang disertai nyeri dada, mual, muntah, dan pingsan
  7. Ujung – ujung jari serta bibir yang berwarna kebiruan

     

Referensi

  • Nazario, B. (2020, April 3). Web MD. Retrieved from Dyspnea (Shortness of Breath) : https://www.webmd.com/lung/shortness-breath-dyspnea#1
  • Dresden, D. (2018, July 23). What is dyspnea? Retrieved from Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/314963
  • Wahls, S. A. (2012). Causes and Evaluation of Chronic Dyspnea. American Family Physician, 173-180.
  • Hashmi, M. F. (2021). Dyspnea. StatPearls.
  • Berliner, D. (2016). The Differential Diagnosis of Dyspnea. National Center of Biotechnology Information, 834-845.
  • Learn About Shortness of Breath. (2021, February 23). Retrieved from American Lung Association: https://www.lung.org/lung-health-diseases/warning-signs-of-lung-disease/shortness-of-breath/learn-about-shortness-of-breath

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :