Beranda > Artikel > Mengenal Apa Itu Penyakit Polio

Mengenal Apa Itu Penyakit Polio

Artikel Carevo Mengenal Apa Itu Penyakit Polio

Apa Itu Penyakit Polio 

Polio atau poliomyelitis adalah penyakit infeksi virus akut yang ditularkan melalui kontak antar manusia. Virus polio merupakan virus yang menyerang RNA manusia, dan masuk ke dalam genus enterovirus dari keluarga picornaviridae. Virus polio dapat menyerang siapa saja, namun paling sering menyerang anak balita yang berusia di bawah 5 tahun. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan gangguan sistem saraf, mulai dari sulit bernapas hingga kelumpuhan atau paralisis parsial hingga kelumpuhan total. Pada kondisi yang lebih kronis, virus polio dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kematian. (1,2)

 

Apa Saja Penyebab Penyakit Polio? 

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan penyakit polio, berikut merupakan beberapa penyebabnya: 

1. Tinggal di daerah kumuh dengan sanitasi yang buruk 

Apabila anda tinggal di daerah kumuh yang padat penduduk, maka risiko untuk terkena penyakit polio akan semakin tinggi. Pasalnya, daerah yang kumuh dan jorok memungkinkan penyebaran polio via fecal-oral semakin meningkat.(3) 

2. Tinggal di daerah yang memiliki akses air bersih yang terbatas 

Akses air yang bersih sangat penting untuk dapat mencegah berbagai macam penyakit. Apabila akses air bersih buruk, maka kemungkinan anda untuk meminum air yang terkontaminasi dengan tinja penderita polio dapat semakin tinggi.(3) 

3. Ada anggota keluarga yang sedang terinfeksi virus polio 

Anggota keluarga yang terkena polio bisa menjadi salah satu penyebab utama anda bisa terkena virus ini. Apabila anda merawat anggota keluarga yang terkena polio, maka kemungkinan anda untuk terkena tinja bisa semakin tinggi. Oleh sebab itu, memakai sarung tangan saat anda merawat penderita polio sangat disarankan. (4) 

4. Memiliki daya tahan tubuh yang buruk 

Daya tahan tubuh merupakan kunci tubuh anda terhindar dari berbagai macam infeksi. Pemilik daya tahan tubuh yang buruk seperti pada penderita HIV ataupun penderita kanker yang sedang dalam pengobatan kemoterapi. (3) 

5. Ibu hamil 

Kondisi hamil dapat menjadi salah satu penyebab anda terserang polio. Polio dapat terjadi pada trimester berapa saja saat kehamilan, dan meningkatkan risiko komplikasi saat maupun setelah persalinan. (5)

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Polio? 

 

Bagaimana Polio Bisa menular 

Virus polio dapat menular melalui 2 cara, yaitu fecal-oral (tinja) atau melalui sistem pernapasan. Virus polio dapat masuk melalui kontak langsung dengan tinja penderita polio, atau melalui makanan maupun minuman yang terkontaminasi oleh virus polio, kemudian virus ini akan masuk melalui rongga mulut atau rongga hidung dan menyebar di dalam tubuh melalui aliran darah. Virus ini kemudian akan berkembang biak di usus, kemudian akan dibuang melalui tinja ke lingkungan. Tinja ini kemudian akan dengan sangat cepat dapat menyebar, terlebih lagi apabila dengan kondisi kebersihan lingkungan yang buruk. 

Selain itu, virus polio juga dapat menyebar apabila makanan atau minuman anda terkontaminasi dengan tinja yang membawa virus tersebut, oleh sebab itu virus polio ini memiliki tingkat penyebaran yang sangat tinggi dan cepat, sehingga diciptakan vaksin polio untuk membentuk pertahanan tubuh terhadap virus ini, terutama bagi anak-anak. (1,2,4)

 

Cara Mengobati Polio 

Pengobatan yang dapat menyembuhkan virus polio secara spesifik sebenarnya hingga saat ini belum ditemukan, namun pengobatan untuk meredakan gejala biasanya akan diberikan oleh dokter. Selain untuk meredakan gejala, obat-obatan ini juga dapat mempercepat penyembuhan, dan mencegah komplikasi. Berikut merupakan berbagai obat yang biasanya akan dipakai: (1,2,3) 

1. Antispasmodik  

Antispasmodik atau pelemas otot biasanya akan diberikan untuk meredakan rasa kaku pada otot akibat dari infeksi virus polio yang menyerang sistem saraf pusat. Obat-obatan seperti tolterodine, dantrolen, tizanidine, dan siklobenzaprin biasanya dapat diberikan disertai dengan edukasi untuk mengkompres hangat pada area yang kaku untuk mempercepat penyembuhan. 

2. Antinyeri 

Antinyeri dapat berfungsi sebagai pereda rasa nyeri, demam, dan sakit kepala. Antinyeri yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah golongan Non-steroidal anti-inflammation drugs (NSAID) seperti ibuprofen, natrium diklofenak, dan asetaminofen.  

3. Antibiotik 

Antibiotik diberikan hanya apabila terdapat infeksi sekunder atau infeksi bakteri yang dapat menyertai infeksi dari virus polio. Contohnya adalah bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan pneumonia. Antibiotik yang biasanya dipakai dalam pengobatan ini dapat berupa antibiotik yang bersifat broad spektrum atau spektrum luas seperti golongan sefalosporin generasi 3.  

Pada kasus polio yang berat, biasanya pasien akan disertai dengan gangguan sistem pernapasan yang memiliki gejala sesak hingga gagal napas. Apabila penderita polio mengalami hal ini, maka pemasangan mesin ventilator akan dilakukan untuk membuka jalur napas. Selain itu, dokter biasanya akan mengarahkan penderita polio untuk melaksanakan fisioterapi agar dapat membantu pergerakkan tungkai sedikit demi sedikit. 

Penyakit polio merupakan penyakit yang sangat menular dan apabila tidak ditangani dengan baik, polio dapat menyebabkan komplikasi yang berat mulai dari kecacatan hingga sampai kematian. Oleh sebab itu, edukasi mengenai penyakit ini sangat penting untuk dilakukan. Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.  

 

Personal Health Record Carevo

 

Referensi: 

  1. Mehndiratta MM, Mehndiratta P, Pande R. Poliomyelitis. Neurohospitalist. 2014; 4(4): 223-9.  

  1. Wolbert JG, Higginbotham K. Poliomyelitis. StatPearls [Internet]. Tersedia di: https://www.statpearls.com/ArticleLibrary/viewarticle/27388 

  1. Lien G, Heymann DL. The problems with polio: toward eradication. Infect Dis Ther. 2013; 2(2): 167-74.  

  1. Cedars Sinai. Polio (Poliomyelitis). Tersedia di: https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/p/polio-poliomyelitis.html 

  1. Schaefer J, Shaw EB. Poliomyelitis in pregnancy. Calif Med. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1643683/ 

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics