Beranda > Artikel > Mengenal Gejala Awal Hepatitis Alkoholik

Mengenal Gejala Awal Hepatitis Alkoholik

Artikel Carevo mengenal gejala hepatitis alkoholik

Anda gemar mengkonsumsi alkohol secara rutin dalam jumlah banyak? Waspada dan berhati hati lah terkena hepatitis alkholik. Apakah anda sudah mengetahui gejala hepatitis alkoholik serta cara mengobatinya? Simak selengkapnya bersama Carevo!

 

Apa yang Dimaksud dengan Hepatitis Alkoholik? 

Hepatitis alkoholik merupakan penyakit inflamasi akut dari hati yang berhubungan dengan morbiditas serta mortalitas signifikan yang seringkali muncul pada mereka yang mengkonsumsi alkohol dalam kadar yang tinggi. Secara garis beras penyakit ini dapat dikatakan menjadi penyakit alkoholik liver/ alcoholic liver disease yang mencangkup dari tahap awal yang merupakan hepatitis steatosis (akumulasi droplet lemak yang kecil dibawa sel hati menuju pada aliran portal), fatty liver, berkembang menjadi hepatitis alkoholik dan berujung menjadi sirosis alkoholik (fase paling akhir dari sebuah cedera hati yang tidak dapat disembuhkan dan berhubungan dengan konsumsi alkohol. 

Baca juga: Apa itu Hepatitis Alkoholik?

 

Personal Health Record Carevo

 

Apa Saja Gejala dan Tanda Hepatitis Alkoholik? 

Terdapat beberapa tanda dan gejala yang perlu diperhatikan pada pasien dengan hepatitis alkoholik yakni berdasarkan anamnesis/tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

 

1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik

Gejala hepatitis alkoholik yang seringkali muncul berupa:

  • Demam
  • Kekuningan secara cepat (tanda khas dari penyakit ini)
  • Riwayat konsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak
  • Pembesaran hati saat perabaan
  • Perut berisi air (ascites)
  • Penurunan kesadaran
  • Tekanan darah yang rendah
  • Lemah
  • Detak jantung terasa cepat

 

2. Pemeriksaan Penunjang  

Gejala hepatitis alkoholik dari hasil pemeriksaan yang menunjang penyakit ini berupa:

  • Meningkatnya kadar serum aspartate aminotransferase (AST) lebih dari 2 kali batas atas batas normal
  • Kadar serum alanine amino-transferase (ALT) yang rendah
  • Meningkatnya kadar gamma glutamyltransferase (GGT)
  • Rendahnya kadar kalium
  • Rendahnya kadar magnesium
  • Tinggi kadar asam urat
  • Tinggi kadar trigliserida
  • Turunnya kadar trombosit

 

Selain itu, pemeriksaan penunjang radiologi lainnya yang dapat dilakukan adalah ultrasnography perut serta CT-scan whole abdomen.

Sebaiknya jika anda sudah menemukan tanada dan gejala serupa, sebaiknya anda segera mencari tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat agar anda terhindar dari komplikasi berat yang cukup fatal serta mendapatkan penanganan serta pengobatan yang tepat.  

Baca juga: Apa itu Hepatitis Akut?

 

Apa Penyebab Penyakit Hepatitis Alkoholik? 

Tentunya karena dinamakan penyakit hepatitis alkoholik, maka penyebab utamanya adalah alkohol. Alkohol disini dapat menyebabkan hepatitis ketika dikonsumsi dalam kadar yang berlebihan. Namun, beberapa faktor risiko lainnya seperti mereka dengan hepatitis jenis lain (hep A, Hep B, Hep C), faktor genetik, obesitas, ras dan etnis serta jenis kelamin (perempuan lebih rentan mengidap penyakit ini) juga perlu diperhatikan.

Baca juga: Melindungi Hati dengan Temulawak

 

Bagaimana Cara Mengobati Hepatitis Alkoholik?

Secara umum penanganan hepatitis alkoholik memerlukan tatalaksana yang holistik yang mencangkup beberapa parameter seperti konseling, komitmen diri sendiri untuk berhenti konsumusi alkohol, berpartisipasi dalam komunitas dengan penyakit yang sama, pengobatan ascites, pengobatan hepatic encephalopathy, penggendalian infeksi, pemberian asupan protein harian yang cukup, pemberian vitamin B-complex, pengobatan untuk malnutrisi, pengobatan untuk mengurangi inflamasi hati, bahkan transplantasi hati.

1. Konseling  

Dengan melakukan konseling dengan tenaga medis, diharapakan pasien dapat berkomitmen untuk memotong faktor penyebab utama terjadinya hepatitis alkoholik yakni konsumsi alkohol dalam jumlah yang tinggi. Selain itu, pada sesi konseling ini, pasien akan diminta ikut aktif berpartisipasi pada komintas penyakit ini sehingga memiliki dukungan positif dengan sesama pasien serupa agar sama-sama memiliki satu tujuan niat yang sama yakni berhenti mengkonsumsi alkohol sehingga penyakitnya dapat disembuhkan. Komitmen pada diri sendiri juga merupakan suatu unsur yang penting dimana “semua berasal dari diri sendiri”. Sehingga niat yang berasa dari diri sendiri untuk berhenti konsumusi alkohol sangatlah dibutuhkan.

2. Pengobatan dan Kecukupan diet  

Pengobatan disini bertujuan untuk mengurangi keluhan pasien serta mengobati penyakitnya. Contohnya tatalaksana ascites dapat dijaga dengan penggunaan obat diuretik serta pembatasan asupan garam, pengendalian infkesi dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, pengobatan untuk mengurangi inflamasi hati dengan penggunakan kortikosteroid dan pentoxifylline,  

3. Tatalaksana Malnutrisi

Tatalaksana untuk malnutrisi dapat menggunakan diet spesial yang diberikan guna untuk memperbaiki masalah nutrisi. Pada kasus-kasus ini pemberian jumlah protein harian yang cukup sangatlah penting. Klinisi juga dapat merujuk pasien ke spesialis gizi agar mendapatkan takaran gizi yang tepat. Jika pasien ditemukan sulit sekali untuk makan, mungkin penggunaan selang makanan dapat dipikirkan.

4. Transplantasi Hati

Pada fase akhir atau keadaan advanced, tindakan transplantasi ginjal dapat dijadikan opsi untuk mencegah kematian. Namun, beberapa parameter dan pemeriksaan yang baik dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan, contohnya pemberi donor yang tepat.

Baca juga: 5 Pantangan Makanan Penderita Kanker Hati

 

Mengingat efek samping serta dampak yang buruk terhadap tubuh dan kesehatan, apakah anda masih mau mengkonsumsi alkohol dalam kadar yang banyak? Atau anda mulai sadar dan berusaha berhenti mengkonsumsi alkohol? Semua pilihan hanya ada di tangan anda! 

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

 

Personal Health Record Carevo

 

Referensi:

  1. Chayanupatkul, M., & Liangpunsakul, S. (2014). Alcoholic hepatitis: a comprehensive review of pathogenesis and treatment. World journal of gastroenterology, 20(20), 6279–6286.  

  1. Chavoustie C.T. Alcoholic Hepatitis. [Internet]. 2021. Healthline. Diakses dari: https://www.healthline.com/health/alcoholic-hepatitis. Diakses pada tanggal 22 Juli 2022.  

  1. Standford Medicine. Alcoholic Cirrhosis Symptoms. [Internet]. 2022. Standford Medicine HealthCare. Diakses dari: https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/liver-kidneys-and-urinary-system/alcoholic-cirrhosis/symptoms.html. Diakses pada tanggal: 22 Juli 2022.  

  1. Huang, Y. W., Yang, S. S., & Kao, J. H. (2011). Pathogenesis and management of alcoholic liver cirrhosis: a review. Hepatic medicine : evidence and research, 3, 1–11.  

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics