Beranda > Artikel > Mengetahui Risiko Pemasangan Implan Payudara

Mengetahui Risiko Pemasangan Implan Payudara

resiko implan payudara

Wanita mempunyai keinginan untuk terlihat cantik dan menarik di hadapan banyak orang. Salah satu bagian yang menjadi pusat perhatian mereka adalah bagian payudara. Saat ini kemajuan di bidang rekonstruksi kecantikan pun tak kalah berkembang, berbagai teknologi dihadirkan. Salah satunya adalah pemasangan implan payudara. Tetapi apakah Anda tahu apa saja jenis implan payudara itu? Lalu apa-apa saja efek sampingnya, apakah ada manfaatnya? Mari kita bahas bersama-sama.

 

Augmentasi Payudara atau Implan Payudara ?

Dalam perbincangan sehari-hari seringkali terjadi kesalahpahaman terkait istilah implan payudara. Implan payudara adalah materi yang hendak dimasukkan ke dalam payudara, bukan pemasangannya.Sedangkan istilah yang tepat untuk proses pemasangan implan itu adalah augmentasi payudaraatau dalam bahasa Inggris disebut breast augmentation atau augmentation mammoplasty Augmentasi payudara ini merupakan salah satu tindakan operasi dengan tujuan untuk memperbesar ukuran payudara.

 

Apa Tujuan Pemasangan Implan Payudara?

Pemasangan implan payudaraini memiliki tujuan untuk:

  1. Penyesuaian ukuran payudara sesuai keinginan
  2. Meningkatkan rasa percaya diri.

 

Jenis implan yang diberikan

Saat ini augmentasi payudara masih mempergunakan dua jenis implan yang hendak dipasangkan. Pertama adalah jenis implan berisi air steril. Jenis implan ini dengan cara memasukkan kantong ke dalam lokasi payudara yang hendak dipasangkan implan. Setelahnya cairan steril tadi baru dimasukkan ke dalam kantong implan. Tindakan dengan jenis yang pertama dapat dilakukan pada pasien berusia 18 tahun ke atas.

Lalu jenis implan yang kedua adalah implan berisi silikon. Silikon yang dipergunakan berbentuk gel. Silikon adalah material yang tebal dan lengket yang menyerupai seperti jaringan lemak pada payudara, sehingga kebanyakan pasien merasa bentuk dan sensasinya lebih serupa  dengan memiliki payudara sungguhan. Jenis ini bisa dipasangkan pada pasien berusia 22 tahun ke atas.

 

Siapa saja yang bisa menjalani pemasangan implan payudara?

Tindakan augmentasi payudara tidak bisa secara sembarangan dilakukan karena semua memerlukan penjelasan terkait besar manfaat atau besar risiko, prosedur yang akan dilakukan selama operasi, materi implan yang akan dipasangkan, dan komplikasi jangka panjang yang bisa muncul. Berikut ini beberapa penilaian yang menjadi pertimbangan sebelum pemasangan implan payudara:

  • Seorang wanita harus dalam kondisi sehat secara fisik
  • Pasien sedang tidak hamil ataupun menyusui
  • Payudara yang akan dioperasi sudah berkembang sempurna
  • Payudara gagal bertumbuh secara normal
  • Payudara asimetris
  • Pasien yang memiliki riwayat operasi pengangkatan payudara (mastectomy).

Beberapa poin di atas menjadi bahan pertimbangan bagi dokter bedah plastik menangani keluhan Anda.

 

Apa yang Akan Dilakukan Selama Tindakan Augmentasi Payudara?

Dokter bedah plastik akan menjelaskan beberapa alternatif pemasangan implan. Dokter akan melakukan insisi atau pemotongan kecil di satu dari tiga tempat yang mungkin dilakukan, yaitu:

  1. Dibawah payudara (inframammary)
  2. Pendekatan dari ketiak (axillary)
  3. Disekitar puting payudara (periareolar)

Setelah proses insisi tadi, dokter akan menyingkirkan lemak, otot dan jaringan penunjang lainnya, kemudian mereka akan memasukkan kantung implan ke dalam lokasi yang sudah dipersiapkan. Selanjutnya dokter akan kembali menutup lokasi insisi dengan dijahit dan terakhir akan ditutup dengan kassa dan plester khusus untuk operasi.

 

Risiko yang Harus Diwaspadai

Setiap tindakan operasi pasti memiliki risiko yang bisa muncul dan bisa berbeda-beda pada masing-masing orang. Inilah hal-hal yang harus Anda waspadai setelah melakukan tindakan pemasangan implan payudara:

  1. Jaringan parut pada luka operasi
  2. Nyeri pada lokasi operasi
  3. Infeksi pada operasi yang kurang steril
  4. Terjadi perubahan sensasi pada puting payudara saat dirangsang
  5. Kegagalan implan seperti kebocoran implan.

 

Kebocoran Implan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pendekatan bagi kasus implan yang bocor berbeda dan bergantung pada jenis implan yang terpasang. Berikut yang pendekatan yang akan dilakukan:

– Kebocoran implan air garam steril

Pada kasus ini payudara yang terpasang implan jenis ini akan tampak mengecil (deflasi) dan tentu ukuran kedua payudara akan mengecil. Air garam steril ini akan diserap oleh jaringan sekitar. Tindakan operasi akan dilakukan kembali untuk mengeluarkan kantong implan.

– Kebocoran implan silikon

Kasus kebocoran silikon pada payudara menyebabkan kebocoran tersebut akan masuk ke jaringan sekitar dan tidak menimbulkan perubahan dari bentuk ataupun ukuran payudara. Kondisi ini disebut silent rupture. Pada penatalaksanaannya, dokter akan mengeluarkan kantung implan dan membersihkan jaringan sekitar.

Baca juga: Ciri-ciri Kanker Payudara yang Bisa Dideteksi sejak Dini

 

Daftar Pustaka

  1. Breast augmentation. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-augmentation/about/pac-20393178. Pada: 2022, 11 Maret.
  2. Breast Augmentation – Augmentation Mammaplasty. Diakses dari: https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/breast-augmentation/candidates. Pada: 2022, 11 Maret.
  3. Breast implants: Saline vs. Silicone. Mayo Clinic. Diakses dari: mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/breast-implants/art-20045957. Pada: 2022, 11 Maret.
  4. Breast implants. Cleveland Clinic. Diakses dari: https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21724-breast-implants. Pada: 2022, 11 Maret.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics