Beranda > Artikel > Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Corona

Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Corona

Kesehatan Mental

Di masa Pandemi COVID-19, penting bagi seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan, baik kesehatan fisik maupun mental. Kesehatan mental, sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Manchester pada tahun 2017, terdapat hubungan yang kuat antara kesehatan mental dan kesehatan fisik. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, seperti genetik, status sosioekonomi, gaya hidup, dan interaksi sosial.

Dampak pandemi terhadap kesehatan mental

Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang beragam terhadap kehidupan setiap individu. Perasaan stress, khawatir, dan cemas merupakan respon normal yang akan dirasakan oleh setiap individu terhadap suatu kondisi yang tidak menentu seperti kondisi Pandemi. Disamping itu, Pandemi juga secara umum menyebabkan berbagai keterbatasan dalam beraktivitas demi menurunkan penyebaran virus Corona.

Konsep “New Normal” seperti bekerja dari rumah, menggunakan masker, dapat menyebabkan ketidaknyamanan setiap individu dalam beradaptasi, terlebih lagi apabila mengalami putus kerja, dan tidak dapat lagi berkumpul dengan orang-orang terdekat. Seluruh masyarakat terdampak oleh Pandemi COVID-19, termasuk golongan masyarakat yang rentan mengalami stress, seperti masyarakat yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta sebelumnya, anak-anak, remaja, pekerja garda terdepan seperti tenaga kesehatan, petugas keamanan, petugas kebersihan, pekerja industry makanan dan minuman, masyarakat yang telah memiliki penyakit mental sebelumnya, masyarakat difabel, masyarakat di daerah tertinggal, dan lain sebagainya.

Stress yang diakibatkan oleh situasi Pandemi dapat menyebabkan kecemasan, perubahan pola tidur, perubahan pola makan, sulit konsentrasi, penyakit fisik maupun mental yang sudah ada sebelumnya dapat menjadi lebih berat, serta peningkatan penggunaan dari zat adiktif seperti rokok, alcohol, maupun zat lainnya.

Penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan di masa Pandemi, baik fisik maupun mental.

Cara menghadapi stres saat pandemi

Berbagai cara dapat membantu setiap individu untuk beradaptasi dengan stress akibat Pandemi:

  1. Memiliki kesadaran yang tinggi, dan mengetahui apa yang harus dilakukan apabila merasakan gejala dari COVID-19. Selain itu, tahu dimana harus berobat atau mendapatkan terapi ketika sakit, maupun stress, seperti konseling ke Psikolog maupn Psikiater. Masyarakat juga dapat beristirahat dari menonton Televisi, membaca, maupun mendengar berita menyangkut COVID-19 yang dapat meningkatkan stress.
  2. Jaga kesehatan fisik, lakukan meditasi dengan mengambil waktu kosong di pagi hari maupun malam hari yang tidak mengganggu aktivitas, bernapaslah dengan tenang, dan dalam, lakukan peregangan otot tubuh, dan cobalah untuk relaksasi dan tidak memikirkan hal apapun.
  3. Jaga pola makan sehari-hari dan tingkatkan konsumsi sayur dan buah.
  4. Lakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan, 30 menit per hari atau 150 menit perminggu agar kesehatan tubuh terutama jantung senantiasa terjaga, dan dapatkan tidur yang cukup 6-8 jam setiap harinya.
  5. Hindari alkohol maupun rokok.
  6. Lakukan aktivitas atau hobi yang disenangi
  7. Jaga komunikasi dengan keluarga maupun kerabat terdekat dengan telepon maupun video call dan ceritakan keluhan yang dimiliki selama Pandemi.


Selain itu, jangan lupa untuk selalu catat pola hidup anda di Carevo untuk tindakan preventif pada kesehatan anda. Download Carevo sekarang!

Ohrnberger, J., Fichera, E., & Sutton, M. (2017). The relationship between physical and mental health: A mediation analysis. Social Science & Medicine, 195, 42-49. doi:10.1016/j.socscimed.2017.11.008

WHO. (2020). Mental health and COVID-19. Retrieved October 30, 2020, from https://www.who.int/teams/mental-health-and-substance-use/covid-19

CDC, C. (2019). Mental Health and Coping During COVID-19. Retrieved October 30, 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/managing-stress-anxiety.html

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :