Beranda > Artikel > Mental Illness Adalah: Faktor Risiko, Tanda, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Mental Illness Adalah: Faktor Risiko, Tanda, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

mental illness adalah

Mental illness adalah sebuah kondisi kesehatan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, suasana hati, atau mungkin kombinasi di antaranya. Kondisi penyakit mental ini dapat terjadi sesekali atau berlangsung dalam jangka waktu yang cenderung lama, dan menyebabkan gangguan mental yang lebih serius.

Gangguan mental ini dapat terjadi dengan beberapa tingkatan, dari gangguan mental yang ringan hingga parah, yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguan mental dapat mengganggu seseorang untuk melakukan pekerjaan, kegiatan sosial, hingga menjalani hubungan dengan orang di sekitarnya.

Meski gangguan mental tergolong rumit untuk ditangani, namun gangguan mental termasuk penyakit yang dapat diobati layaknya penyakit fisik. Bahkan, sebagian besar penderitanya masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari selayaknya orang normal.

Namun pada kondisi mental illness yang lebih buruh, seseorang mungkin perlu mendapatkan perawatan yang lebih serius dan intensif di rumah sakit untuk menangani masalah gangguan kesehatan mental tersebut. Tak jarang, kondisi ini dapat memicu hasrat seseorang untuk menyakiti diri atau bahkan dalam beberapa kasus orang yang mengalami gangguan mental dapat mengakhiri hidupnya sendiri.

Apa itu Mental illness?

Menurut WHO, satu dari remaja dengan rentang usia 10 sampai 19 tahun di seluruh dunia setidaknya pernah atau bahkan sedang mengalami gangguan kesehatan mental dan hal ini merupakan 13% dari permasalahan remaja pada umumnya. Gangguan kesehatan mental yang paling sering dialami oleh anak dan remaja adalah depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan tingkah laku (behaviroal disorder), di mana hal ini merupakan beberapa faktor yang memicu tingginya angka bunuh diri pada anak dan remaja. Bunuh diri (Suicide) merupakan penyebab kematian pada remaja tersering keempat di dunia.

Remaja merupakan pribadi yang unik dimana mereka sudah bukan anak namun belum dewasa. Masa remaja adalah masa yang sangat penting untuk membentuk kebiasaan sosial dan membangun kecerdasan emosi sehingga dapat menjadi dasar mental yang sehat.

Baca Juga: Pahami Pengertian Mental Health dan Cara Menjaganya

Apa saja Faktor Risiko yang Dapat Menyebabkan Gangguan Kesehatan Mental?

Gangguan kesehatan mental pada umumnya tidak disebabkan satu faktor saja, namun merupakan kombinasi dari beberapa faktor dan berlangsung terus-menerus. Beberapa diantaranya adalah:

1. Faktor Genetik dan Biologis

Beberapa gangguan kesehatan mental dapat dipengaruhi karena gen tertentu dan riwayat keluarga dengan gangguan yang sama. Namun banyak faktor lain yang juga mempengaruhi manifestasi gangguan tersebut. Memiliki orangtua atau kerabat dengan skisofrenia tidak menjamin bahwa anak akan mengalami hal yang sama dan sebaliknya, tidak adanya anggota keluarga dengan gangguan mental juga tidak menjamin bahwa anak tidak akan mengalami permasalahan secara mental.

Selain genetik, gangguan atau cedera di otak, seperti infeksi otak, trauma karena benturan, atau penyalahgunaan obat, dapat mengganggu perkembangan mental seseorang dan memperburuk kondisi yang sudah ada.

2. Faktor Psikologis

Beban psikologis yang berat seperti kehilangan orang tua, kekerasan seksual, atau tidak diperhatikan oleh orang tua dapat membuat anak dan remaja mengalami gangguan psikis.

3. Faktor Sosial Ekonomi

Ketimpangan sosial ekonomi antara orang yang satu dengan yang lain dapat menimbulkan perasaan rendah diri, depresi, dan berbagai gangguan mental lainnya. Ditambah dengan adanya diskrimansi dan persekusi membuat tekanan yang dialami seseorang semakin berat. Ketidaksetaraan tingkat pendidikan dan kesehatan juga membuat gap semakin besar. Ada anak yang mampu mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang lebih baik sehingga orang tua dapat mengetahui adanya permasalahan yang dialami dan sebaliknya, ada orang tua yang menganggap bahwa masalah mental adalah masalah biasa dan tidak perlu diobati. Bullying atau perundungan merupakan faktor yang berkontribusi cukup besar, khususnya dengan perkembangan media sosial yang masif seperti saat ini, di mana seseorang dapat menghina dan merundung orang lain dengan mudah melalui hate speech atau hateful comment.

Gangguan mental yang tidak teratasi dapat memburuk hingga menyebabkan bunuh diri. Dari data yang dirilis oleh WHO, setiap 40 detik ada 1 orang yang meninggal karena bunuh diri dan berkontribusi sebanyak 1,3% dari keseluruhan kematian di seluruh dunia.

Karena tingkat perburukan yang cukup cepat dan akibat yang ditimbulkan dapat fatal, kita perlu mengetahui tanda-tanda dini adanya gangguan mental seperti:

  • Makan dan tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit

  • Menarik diri dari teman dan keluarga

  • Merasa rendah diri dan tidak berharga

  • Minum alkohol dan merokok dengan jumlah jauh lebih besar dibandingkan biasanya

  • Mudah marah dengan keluarga atau teman

  • Mood swing yang sangat mengganggu

  • Melukai diri sendiri (cutting) atau percobaan bunuh diri (tentament suicide)

Apabila ada tanda tersebut dapat segera berkonsultasi dengan profesional terkait.

Baca Juga: Mengenal Gejala Awal Penyakit PTSD?

Jenis Gangguan Mental yang Banyak Diderita Remaja

Ada banyak diagnosis penyakit mental, namun beberapa yang paling sering dijumpai pada remaja adalah:

1. Gangguan kecemas (anxiety disorders)

Kecemasan berlebihan di waktu dan tempat tertentu, di mana orang tersebut sulit mengontrol pemikiran dan kecemasan yang timbul. Hal ini bisa memunculkan gejala seperit berdebar-debar, keringat dingin, sesak nafas, pingsan.

2. Gangguan Mood (mood disorders)

Gangguan mood dapat disebabkan karena depresi yang membuat mood menjadi rendah dan munculnya perasaan tidak berdaya dan lemah. Selain itu juga dapat berupa gangguan bipolar, dimana seseorang memiliki periode mood yang baik namun berlebihan dilanjutkan dengan periode mood yang buruk dan mudah marah (irritable).

3. Gangguan Perilaku

Gangguan ini ditandai dengan tingkah laku yang melawan hukum dan tidak menghargai hak-hak orang lain secara terus-menerus, mudah marah hingga meledak-ledak, dan sering menolak untuk mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan.

Agar dapat mencegah timbulnya atau bertambahparahnya penyakit mental seseorang, dapat dilakukan beberapa cara, antara lain:

  • Menjaga lingkungan anak tetap sehat dengan tidak mendiskriminasi, mendukung kesetaraan gender, dan tidak melakukan perundungan.

  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja seperti program-program pengembangan diri.

  • Melakukan sosialisasi dan edukasi tentang kesehatan mental sejak dini di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

  • Tidak menghakimi apabila ada anak atau remaja yang melapor ke petugas.

Tanda serta Gejala Mental Illness

Tanda dan gejala mental illness adalah sebuah hal yang dapat dilihat dan dipelajari. Tergantung pada tingkat keparahan, faktor pendukung lainnya, dan jenis mental illness tersebut. Kondisi gangguan mental ini umumnya memengaruhi emosi, seperti perubahan suasana hati, gangguan stres, dan perilaku seseorang.

Baca Juga: Cara-cara Menjaga Kesehatan Otak

Gejala Umum Mental Illness

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala mental illness yang umum terjadi:

  • Perubahan suasana hati

  • Gangguan makan

  • Pola tidur yang terganggu

  • Penurunan kemampuan untuk berkonsentrasi

  • Pola pikir terganggu yang menyebabkan kehilangan pekerjaan

  • Ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan

  • Menarik diri dari lingkungan sosial

  • Kelelahan yang berlebihan

  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atas masalah

  • Halusinasi dan delusi

  • Perubahan pada gairah atau dorongan seksual.

  • Tidak dapat memahami situasi orang lain

  • Mengonsumi Alkohol atau obat-obatan terlarang

  • Gangguan emosi hingga melakukan kekerasan dalam rumah tangga

  • Merasa tak berdaya atau putus asa.

  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri

Selain gejala terkait kesehatan mental, tanda dan gejala lain terkait kesehatan fisik pun kadang muncul pada penderita mental disorder. Seperti penderitanya mengalami masalah pencernaan yang menyebabkan sakit perut, sakit atau nyeri punggung, sakit kepala, atau nyeri pada bagian tubuh lain yang tidak diketahui penyebabnya.

Pengobatan Gangguan Mental Disorder

Pasien penderita biasanya sangat sulit dan enggan untuk mencari bantuan profesional dari Dokter di Rumah Sakit terkait jenis mental illness yang mereka alami. Padahal, pengobatan dari Dokter secara profesional yang terlatih dapat membantu Anda dalam beberapa hal, seperti:

  • Menangani beragam masalah tertentu yang dapat menyebabkan gangguan mental

  • Membantu pasien untuk menghadapi peristiwa traumatis yang menjadi penyebab mental disorder

  • Meningkatkan hubungan sosial

  • Mengembangkan cara hidup yang lebih bermanfaat

Meskipun sampai saat ini masih belum ada obat yang dapat menyembukan semua penyakit mental sekaligus, namun ada beberapa metode yang dapat dicoba untuk menyembuhkan penyakit mental tersebut. Maka dari itu Anda harus memilih pengobatan atau kombinasi perawatan pasien terbaik, sesuai dengan jenis gangguan mental yang Anda alami.

Beberapa Pengobatan yang Dapat Dipilih untuk Berbagai jenis Gangguan Mental Health

1. Psikoterapi

Psikoterapi merupakan terapi dimana Anda akan membicarakan kondisi dan masalah yang Anda alami kepada Dokter. Melalui pembicaraan ini, Dokter akan membantu Anda untuk mempelajari mengenai kondisi dan suasana hati, perasaan sedih, pikiran, beban stres, dan perilaku, serta hal-hal lain yang mengganggu di dalam otak Anda.

2. Obat-obatan

Meskipun obat-obatan tidak dapat menyembukan beragam jenis mental ilness yang disebabkan oleh peristiwa traumatis dan hal lainnya secara efektif. Obat-obatan tertentu dapat mengurangi gejala penderitanya secara signifikan serta membantu pengobatan jenis mental illness lainnya dengan lebih efektif.

Jenis obat untuk mengatasi gangguan mental ini sangat beragam dan berbeda beda. Dokter akan memberikan obat-obatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik dan mental dari masing-masing penderitanya. Berikut ini beberapa obat yang umum diberikan untuk membantu pengobatan gangguan kejiwaan.

  • Antidepresan, untuk mengatasi depresi dan gangguan stres dan kecemasan.

  • Obat anti-anxiety atau antikecemasan, untuk mengatasi gangguan kecemasan atau serangan panik.

  • Obat antipsikotik, untuk mengatasi skizofrenia atau psikosis.

  • Obat untuk membantu menstabilkan mood, untuk mengobati gangguan bipolar.

3. Perawatan di Rumah Sakit Jiwa

Perawatan di rumah sakit jiwa salah satu jenis pengobatan gangguan kejiwaaan yang membutuhkan bentuk perawatan khusus dan insentif pada kondisi gangguan kesehatan jiwa yang sangat parah.

Jenis perawatan ini disarankan bagi penderita yang tidak memiliki kemampuan untuk merawat dirinya sendiri atau berada di dalam kondisi bahaya karena kecenderungan mereka untuk melukai diri sendiri dan orang lain. Perawatan ini dilakukan dengan tenaga ahli dan Dokter.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan jasa terapi lainnya sebagai terapi alternatif untuk mengatasi masalah gangguan kejiwaan seperti yoga, akupuntur, meditasi, dan obat-obatan herbal. Terapi alternatif ini juga memiliki manfaat untuk menjaga kualitas mental health seperti kualitas tidur, kualitas pikiran dan otak, pengelolaan stres, hingga menurunkan risiko timbulnya penyakit kejiwaan.

Pengobatan Mental Illness di Rumah

Sebagian kasus mental illness tidak dapat membaik tanpa adanya bantuan dari dokter ahli dan tenaga profesional. Walaupun begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu proses penyembuhan dan menurunkan risiko semakin parahnya kondisi kesehatan mental yang Anda miliki.

Cara-cara di bawah ini merupakan salah satu cara untuk membantu proses penyembuhan gangguan mental di rumah seperti, perubahan gaya hidup dan penyusunan rencana selama menjalani proses pemulihan.

Cara Membantu Proses Penyembuhan Penderita Mental Illness di Rumah

Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan:

  • Menjalani terapi sesuai saran dan tidak melewatkannya

  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang

  • Tetap aktif, seperti berolahraga, berkebun, atau aktivitas fisik lainnya yang dapat membantu mengatasi gejala gangguan kecemasan

  • Praktikkan gaya hidup sehat,

  • Tidak membuat keputusan penting saat gejala Anda sedang parah

  • Belajar bersikap positif dan fokus pada hal-hal positif

  • Bergabung dengan support group yang memiliki kondisi mental serupa

Dengan mental yang sehat dan dipadukan dengan tubuh yang sehat pula dapat mendorong anak dan remaja semakin bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Konsultasi Psikiater Psikolog Online - Banner Artikel SMC

Booking janji dan konsultasi online dengan Psikiater dan Psikolog ahli di klinik Smart Mind Center (SMC) bisa dilakukan secara online melalui smartmindcenter.com

Referensi

ACOG Committee on Adolescent Health Care. (2017, July). Mental Health Disorders in Adolescents. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2017/07/mental-health-disorders-in-adolescents

CDC. (2021, June 28). Mental Health. https://www.cdc.gov/mentalhealth/learn/index.htm

Felman, A. (2020, April 13). What is mental health? MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154543

MentalHealth.gov. (2022, February 28). Mental Health Myths and Facts. https://www.mentalhealth.gov/basics/mental-health-myths-facts

WHO. (2018, March 30). Mental health: strengthening our response. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response

WHO. (2021, November 17). Adolescent mental health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics