Beranda > Artikel > Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil

Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil

Mengapa nutrisi penting untuk ibu hamil?

Masa kehamilan merupakan sebuah masa yang besar bagi seorang ibu. Tanggung jawab seorang ibu terbagi menjadi dua, yaitu untuk diri sendiri dan janin yang dikandungnya. Pilihan makanan yang baik merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh ibu. Asupan nutrisi yang baik dan seimbang sangat diperlukan untuk pertumbuhan janin dan peningkatan berat badan ibu. Manfaat yang didapatkan bila nutrisi terpenuhi dengan baik oleh ibu adalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung dengan baik.

Terpenuhi nya kebutuhan nutrisi baik makro dan mikronutrien dapat mencegah kemungkinan terjadinya defek pasca kelahiran

  • Mencegah terjadinya kurang darah

Memakan makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, dapat mencegah terjadinya anemia atau kekurangan darah, yang bisa berisiko memunculkan perdarahan.

  • Penambahan berat badan

Penambahan berat badan sangat diperlukan oleh seorang ibu hamil untuk menjamin kesehatan janin yang dikandungnya. Asosiasi Dokter Spesialis Obstetrik dan Ginekologi Amerika (ACOG) merekomendasikan peningkatan berat badan sebesar 25 pon – 30 pon (bagi yang memiliki berat badan normal).

Berapa banyak kalori yang harus dikonsumsi?

Jumlah kalori yang dikonsumsi bergantung pada berat badan ibu sebelum kehamilan dan jumlah janin yang dikandung selama kehamilan. Pada ibu dengan berat badan normal dengan jumlah janin satu diperlukan tambahan kalori sebanyak 340 – 450 kalori per hari dimulai dari trimester kedua sampai menjelang persalinan. Sedangkan pada ibu yang memiliki janin dua, memerlukan tambahan mencapai 600 kalori per hari.

Nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan

Selanjutnya kita akan melihat bersama-sama nutrisi-nutrisi penting yang harus dipenuhi oleh ibu-ibu hamil, yaitu:

  1. Asam folat

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang harus dipenuhi kecukupan nya untuk mencegah terjadinya defek pada janin. Kebutuhan nya per hari adalah sebesar 400 mcg. Vitamin ini cukup sulit didapatkan dari makanan saja sehingga memerlukan suplemen tambahan. Sumber terbaik untuk asam folat seperti bayam, sayur kol, kembang kol, brokoli, buah jeruk.

  1. Zat besi

Zat besi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan janin dan kebutuhan ibu hamil, terlebih lagi seorang bayi menyerap zat besi dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Pada saat kehamilan jumlah darah yang beredar dalam tubuh meningkat. Oleh karena itu kebutuhan zat besi tidak cukup hanya berasal dari dalam tubuh, melainkan harus ditambahkan dari makanan dan suplemen besi. Dalam satu hari, seorang ibu hamil memerlukan 27 mg. Sumber zat besi yang baik seperti daging dari hewan yang berwarna merah, ayam, dan sayur-sayuran yang memiliki daun berwarna hijau.

  1. Kalsium

Konsumsi kalsium diperlukan untuk mencegah terjadinya preeklamsia (bagi ibu hamil), kebutuhan kalsium untuk janin untuk membantu pembentukkan tulang dan gigi.

  1. Iodium

Zat iodium juga diperlukan oleh janin untuk membentuk keseimbangan hormonal tiroid di dalam darah nya. Apabila tidak terpenuhi dengan baik berisiko terjadinya penyakit kongenital hipotiroidisme. Sumber iodium yang baik seperti makanan-makanan laut, telur, daging, dan olahan susu. Selain itu garam yang difortifikasi dengan zat iodium juga bisa dikonsumsi.

  1. Vitamin D

Sumber vitamin D yang baik seperti berasal dari sinar matahari yang diserap kulit kita, selain itu sejumlah kecil yang berasal dari telur, minyak ikan, dan susu.

Kebutuhan cairan yang diperlukan selama kehamilan

Pada saat kehamilan kebutuhan cairan seorang wanita meningkat. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan cairan-cairan tadi akan dimanfaatkan untuk menambah cairan amnion dan produksi darah. Selain itu cairan yang dikonsumsi tadi mampu membuang segala racun yang bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin nya.

Jenis-jenis makanan yang bisa dikonsumsi dan harus dihindari

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang bisa Anda konsumsi:

  1. Sayur-sayuran

Seperti wortel, ubi, labu, daun bayam, tomat. Jenis sayuran ini mampu meningkatkan asupan kebutuhan vitamin A dan sumber kalium.

  1. Buah-buahan

Mangga, buah plum, pisang, buah persik, jeruk, dan anggur yang menjadi sumber kalium.

  1. Produk olahan susu

Produk olahan susu yang dianjurkan adalah yang rendah lemak, susu skim, susu kedelai.

  1. Bijian-bijian

Salah satu sumber biji-bijian adalah oatmeal, yang bisa menjadi sumber besi dan asam folat.

  1. Protein

Berasal dari kacang-kacangan, minyak ikan.

Setelah memahami makanan yang bisa dikonsumsi, ada beberapa makanan yang harus Anda hindari, sebagai berikut:

  • Susu yang tidak diolah. Susu yang tidak diolah bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.
  • Makan-makanan mentah. Memakan makanan mentah sangat tidak dianjurkan dikarenakan bisa terdapatnya parasite yang bisa menginfeksi ibu hamil dan janin.
  • Makanan-makanan asap

Sifat makanan yang diasap tidak menjamin kebersihan dan bebas dari bakteri atau parasite lainnya.

 

Referensi

  • Stickler T. Maintaining a healthy pregnancy. (2020). Diakses pada: 13 Mei 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/pregnancy/healthy-pregnancy
  • Nutrition during pregnancy – frequently asked questions. Diakses pada: 2021, 13 Mei. Dari: https://www.acog.org/womens-health/faqs/nutrition-during-pregnancy
  • Pregnancy and nutrition. Diakses pada: 2021, 13 Mei. Dari: https://medlineplus.gov/pregnancyandnutrition.html
  • Pregnancy and diet. Diakses pada: 2021, 15 Mei. Dari: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/pregnancy-and-diet
  • Lewis R. How much water should a pregnant woman drink?. Diakses pada: 13 Mei 2021 dari: https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-much-water-should-a-pregnant-woman-drink
  • Nutrition during pregnancy. Diakses pada: 2021, 13 Mei. Dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/nutrition-during-pregnancy

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :