Beranda > Artikel > Pantangan Makanan Penderita Tipes

Pantangan Makanan Penderita Tipes

Tipes, atau demam Tifoid, merupakakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang akan menyebabkan gejala demam tinggi, diare, dan muntah. Bakteri penyebabnya ialah Salmonella typhi. Bakteri ini hidup di dalam saluran pencernaan dan aliran darah manusia, dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan kotoran dari orang yang terinfeksi. Penularan penyakit ini tidak berasal dari hewan, melainkan transmisi dari manusia ke manusia. Apabila tidak diatasi, satu dari lima kasus tifoid dapat berakibat fatal. Kuman tifoid masuk melalui mulut, dan membutuhkan waktu selama 1 – 3 minggu di dalam saluran pencermnaan sebelum akhirnya masuk ke peredaran darah. Dari peredaran darah, kuman akan masuk ke dalam jaringan dan organ tubuh. Namun sayangnya, sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan kuman ini sepenuhnya karena kuman dapat hidup di dalam sel inang, sehingga aman dari serangan sistem kekebalan tubuh.

Gejala Tipes

Gejala umumnya timbul setelah 6 – 30 hari setelah paparan kuman. Gejala utam berupa demam dan kemerahan pada kulit. Demam pada tipes memiliki pola peningkatan suhu tubuh selama beberapa hari hingga 39-40 derajat celcius. Kemerahan tidak selalu muncul, namun bila muncul akan berupa bercak berwarna merah, terutama di leher dan perut. Gejala lainnya ialah kelemahan tubuh, nyeri perut, sulit buang air besar, dan nyeri kepala, namun dapat juga berupa gejala kebingungan, diare, mual dan muntah, namun umumnya tidak terlalu berat.

Diet untuk Penderita Tipes

Diet pada penderita tipes berfokus agar tidak menyebabkan distres lebih lanjut pada saluran pencernaan yang sudah mengalami masalah akibat infeksi tipes itu sendiri. Makanan yang tinggi serat akan sulit untuk dicerna oleh usus sehingga akan memperberat kerja saluran pencernaan. Makanan tinggi serat misalnya buah – buahan dan sayuran mentah, biji – bijian, dan kacang – kacangan. Hindari juga makanan berlemak dan berminyak, dan makanan pedas.

Sebaliknya, pilihlah makanan yang tinggi kalori, kentang rebus, pisang, nasi, pasta, dan roti, makanan yang mengandung banyak kadar air dan buah – buahan yang memiliki kadar air tinggi seperti air kelapa, jus jeruk, air elektrolit, dan kaldu sayur. Buah – buahan tinggi kadar air seperti semangka, melom, anggur juga baik untuk dikonsumsi. Pastikan Anda memasak makanan sampai matang. Pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat seperti bubur, kentang yang dipanggang sehingga mudah dicerna, dan Anda juga dapat mengonsumsi produk susu misalnya pada yogurt, keju, dan makanan tinggi protein. Usahakan untuk minum banyak air mineral, dan pastikan air yang Anda minum adalah Air yang bersih. Jangan lupa untuk menghindari jajan makanan dan minuman sembarangan, terutama yang tidak memperhatikan kebersihan.

Apabila Anda mengalami demam tinggi dan merasa badan sangat tidak nyaman, segera berkonsultasi dengan Dokter.

  • Caring for myself after Laparoscopic Appendectomy. (2018, September). Michigan Medicine.
  • Typhoid Fever and Paratyphoid Fever Symptoms and Treatment. (n.d.). Retrieved from Centers for Disease Control and Prevention: https://www.cdc.gov/typhoid-fever/symptoms.html
  • Newman, T. (2017, December 4). What You Need to Know about Typhoid. Retrieved from Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/156859#1
  • Link, R. (2020, December 3). Typhoid Diet: Overview, Foods, and Benefits. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/typhoid-diet
  • Vivek Baliga, D. (2019, July 2). Foods for Typhoid: What to Eat and What to Avoid. Retrieved from Medlife: https://www.medlife.com/blog/foods-for-typhoid-what-to-eat-and-avoid/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :