Beranda > Artikel > Pantangan Makanan setelah Operasi Usus Buntu

Pantangan Makanan setelah Operasi Usus Buntu

Radang usus buntu, atau apendisitis, merupakan peradangan yang terjadi pada organ usus buntu. Usus buntu merupakan organ kecil berbentuk kantong yang keluar dari usus besar, berada di perut kanan bagian bawah. Peradangan pada usus buntu akan menyebabkan rasa nyeri pada perut bagian kanan bawah. Peradangan usus buntu dapat terjadi pada setiap kelompok usia, namun paling sering pada usia 10-30 tahun.

Operasi Usus Buntu

Pengobatan radang usus dapat melalui pengobatan medis maupun operasi, namun pada umumnya perlu dilakukan operasi. Operasi pemgangkatan usus buntu dikenal dengan nama apendektomi. Operasi ini merupakan jenis operasi darurat dan perlu segera dilakukan karena apendisitis apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan usus buntu pecah, dan menyebabkan bakteri serta materi kotoran di usus tersebar pada seluruh bagian perut, sehingga akhirnya menyebabkan infeksi serius yang disebut peritonitis.

Pada kasus apendisitis yang tidak berat, operasi pengangkatan usus buntu dapat dilakukan dengan teknik laparoskopi, yang merupakan operasi invasif minimal. Namun setelahnya, Anda tetap perlu bersitirahat dan membiarkan luka sembuh dengan baik.

Diet setelah Operasi Usus Buntu

Anda juga perlu memperhatikan makanan yang Anda makan dalam menjaga kesehatan dan proses penyembuhan usus Anda. Pilihlah makanan yang mengantung bromelian, yang merupakan enzim, dapat Anda temukan pada buah nanas. Makanan ini dapat membantu proses penyembuhan luka. Lalu pilihlah makanan yang kaya akan vitamin C misalnya buah stroberi, kiwi, lemon, jeruk, jambu, anggur, dan kembang kol, makanan yang mengandung vitamin A untuk proses perbaikan tubuh Anda misalnya wortel, ubi, manga, papaya, sayur – sayuran hijau, hati, telur, dan susu. Makanan yang mengandung komponen anti-inflamasi seperti jahe, serta makanan yang kaya akan zinc seperti kuning telur, biji – bijian, dan kacang juga dapat Anda konsumsi. Pilihlah makanan yang kaya akan serat serta konsumsi banyak air mineral untuk mencegah konstipasi.

Sebaliknya, hindarilah makanan yang dapat menyebabkan konstipasi. Konstipasi dapat terjadi setelah operasi akibat obat bius opioid yang masuk ke tubuh Anda sebelum operasi untuk mengurangi rasa sakit, namun juga memiliki efek menurunkan gerakan usus. Konstipasi dapat meningkatkan rasa nyeri karena Anda memberikan stres pada luka bekas jahitan, sehingga perlu dihindari. Makanan yang perlu Anda hindari ialah makanan kering seperti buah – buahan kering, daging dendeng, dan keripik. Makanan yang diproses juga memiliki sedikit kadar serat namun tinggi akan gula dan lemak sehingga perlu dihindari. Produk susu, termasuk juga keju, serta daging merah tinggi akan lemak. Hindari juga konsumsi makanan manis seperti kue, permen, dan makanan tinggi gula lainnya, dan makanan yang mengandung kafein.

Pastikan juga Anda makan dalam porsi sedikit – sedikit namun sering, dibandingkan dengan makan dalam porsi yang banyak. Anda dapat membagi frekuensi makan Anda menjadi 6 – 8 kali per hari.

  • Appendectomy. (2018, September 29). Retrieved from Heathline: https://www.healthline.com/health/appendectomy
  • Appendicitis. (n.d.). Retrieved from Mayo Clinic
  • Raghavan, S. (2017, October 26). 7 Diet Tios that Boost Healing after Appendectomy. Retrieved from The Health Site: https://www.thehealthsite.com/diseases-conditions/diet-tips-that-boost-healing-after-appendectomy-k1017-527525/
  • Whitlock, J. (2019, November 22). What to Eat After Surgery and What to Avoid. Retrieved from Very Well Health: https://www.verywellhealth.com/what-to-eat-during-your-recovery-after-surgery-3156923
  • Caring for myself after Laparoscopic Appendectomy. (2018, September). Michigan Medicine.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :