Beranda > Artikel > Pantangan Makanan untuk Penderita Sindroma Polikistik Ovarium

Pantangan Makanan untuk Penderita Sindroma Polikistik Ovarium

Tahukah Anda apa itu sindroma polikistik ovarium?

Sindroma polikistik ovarium atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan kumpulan gejala yang terjadi pada 1 banding 10 perempuan usia subur. PCOS disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal yang terjadi karena adanya masalah pada ovarium (tempat produksi sel telur / ovum). Sampai saat ini bagaimana proses terjadinya PCOS secara jelas belum diketahui. Namun, ada teori yang menjadi dasar PCOS, yaitu terjadinya peningkatan hormon laki-laki atau hormon androgen.

Gejala-gejala yang muncul

Sama seperti penyakit lain nya, PCOS memiliki berbagai gejala-gejala yang dikeluhkan oleh penderitanya, berikut ini gejala-gejala nya:

  1. Gangguan siklus menstruasi. Gangguan terjadi dikarenakan produksi sel telur yang tidak bisa diproduksi secara teratur dikarenakan ketidakseimbangan hormonal.
  2. Pertumbuhan jerawat
  3. Kulit menjadi lebih berminyak
  4. Pertumbuhan rambut-rambut halus di daerah wajah seperti kumis, jenggot. Kemudian pertumbuhan di dada ataupun paha.
  5. Penebalan kulit dan warna kulit tertentu menjadi gelap seperti di daerah leher dan ketiak.
  6. Kegemukan (kelebihan berat badan ataupun obesitas).
  7. Gangguan kesuburan.

Komplikasi yang pada penderita PCOS umumnya berupa penyakit-penyakit kronis, seperti: kencing manis (diabetes), penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kanker rahim.

Pencegahan PCOS dengan diet

Pencegahan keparahan PCOS salah satu dilakukan dengan pengaturan diet yang nanti nya berdampak pada manajemen berat badan dan pencegahan resistensi insulin. Hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas perlu diatur dan menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya keparahan gejala PCOS. Disini kita akan melihat apa-apa saja makanan yang bisa dimakan dan harus dihindari.

Berikut ini adalah makanan-makanan yang bisa Anda konsumsi:

  1. Makanan indeks glikemik rendah.

Saluran cerna akan memproses makanan dengan indeks glikemik yang rendah secara perlahan-lahan, sehingga tidak terjadi lonjakan insulin secara cepat yang berisiko menjadikan terjadinya resistensi insulin. Makanan yang termasuk golongan ini, seperti whole grains, sayur-sayuran, dan makanan yang tidak melalui banyak proses.

  1. Makanan-makanan yang mengandung antioksidan.

Makan atau mengonsumsi makanan dengan tinggi antioksidan seperti buah-buah beri, minyak ikan, sayur-sayuran hijau, olive oil, terbukti dapat mencegah reaksi peradangan dalam tubuh.

  1. Konsumsi asupan yang mencegah terjadinya hipertensi.

Mengonsumsi makanan golongan ini dapat membantu mencegah terjadinya penyakit jantung yang ditimbulkan dari komplikasi darah tinggi. Jenis makanan yang Anda bisa konsumsi seperti ikan, ayam, buah-buahan, serta diet rendah produk olahan susu.

Secara umum inilah makanan-makanan yang bisa dikonsumsi oleh penderita PCOS, yaitu:

  • Makanan-makanan yang tidak diolah lagi atau diproses di pabrik.
  • Makanan tinggi serat
  • Minyak ikan dari ikan tuna, salmon
  • Sayur-sayuran hijau seperti daun bayam.
  • Brokoli dan kembang kol
  • Buah-buahan berwarna merah tua, seperti anggur, blueberry, blackberry, dan ceri.
  • Lemak nabati.
  • Coklat murni (dark-chocolate)

Bagi penderita PCOS, berikut ini adalah makanan-minuman yang harus dihindari atau dikurangi konsumsinya, seperti:

  1. Produk olahan karbohidrat.

Produk olahan karbohidrat yang dimaksud adalah seperti roti yang berwarna putih, dan kue-kue kering.

  1. Goreng-gorengan

Memakan makanan yang digoreng bisa berdampak pada peningkatan lemak tubuh yang bisa berisiko pada munculnya penyumbatan pada pembuluh darah.

  1. Minuman yang mengandung gula atau minuman manis.

Contohnya seperti soda dan minum-minuman energy.

  1. Daging-daging yang diolah seperti sosis.
  2. Konsumsi daging merah secara berlebihan.

Daging-daging yang dimaksud seperti, daging steak, daging babi, daging hamburger.

PCOS merupakan sekumpulan gejala yang terjadi karena ketidakseimbangan hormonal, ditandai dengan peningkatan kadar hormon androgen dibandingkan hormon perempuan. PCOS terjadi pada perempuan-perempuan usia subur 15 tahun ke atas. Sindrom ini dapat dicegah salah satunya dengan diet atau perubahan pola makan. Apabila Anda menemukan gejala-gejala seperti di atas ada baiknya Anda berkonsultasi ke tim ahli, seperti dokter, nutrisionis, agar Anda memperoleh penjelasan yang jelas.

 

Referensi:

  • Dresden D. What to eat if you have PCOS. (2020). Diakses pada: 5 Juni 2021. Dari: https://www.medicalnewstoday.com/articles/323002
  • Whelan C. Can my diet relieve symptoms of PCOS. (2019). Diakses pada: 5 Juni 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/pcos-diet
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS). Diakses pada: 2021, Juni 5. Dari: https://www.moh.gov.sa/en/HealthAwareness/EducationalContent/wh/Pages/0014.aspx
  • Overview – polycystic ovary syndrome. Diaskes pada: 2021, Juni 5. Dari: https://www.nhs.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome-pcos/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :