Beranda > Artikel > Penanganan Mata Katarak

Penanganan Mata Katarak

Penanganan Mata Katarak

Apa katarak itu?

Katarak merupakan salah satu penyebab gangguan pandangan yang cukup sering ditemukan. Katarak atau bisa kita sebut juga kekeruhan lensa. Katarak adalah penyakit yang menyerang bagian lensa mata, ditandai dengan tampakan lensa mata yang tampak berawan. Derajat berat ringannya penyakit ini beragam, mulai dari gejala ringan, sedang, hingga berat (buta total). Perjalanan penyakit ini merupakan suatu penyakit yang berjalan lama dan menahun (kronik). Proses perjalanannya sangat dipengaruhi oleh usia seseorang.

 

Berapa banyak penderita katarak?

Di Indonesia berdasarkan data yang dicatat oleh Kementerian Kesehatan, rentang kebutaan diatas usia 50 tahun berdasarkan provinsi dimulai dari (1.4% – 4.4%). Rerata dari angka tersebut penyebab kebutaan terbanyak adalah kasus katarak yang tidak ditangani dengan baik. Diperkirakan 77,7% penyebab kebutaan terbanyak disebabkan oleh katarak.

 

Perjalanan penyakit katarak

Penyakit penyebab kebutaan terbanyak ini memiliki perjalanan awal tanpa gejala. Perkembangannya pun berjalan perlahan dan tanpa gejala. Katarak menjadi salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh waktu, yang berarti bila semakin lama menunggu, maka keluhan tersebut akan semakin memberat dan bisa sampai mengganggu aktivitas seseorang.

 

Apakah Anda memiliki katarak?

Ada baiknya Anda waspada akan gejala-gejala berikut, yang bisa jadi merupakan penanda Anda menderita katarak:

  1. Penglihatan terasa berkabut dan kabur
  2. Pada malam hari, Anda menjadi sulit memfokuskan penglihatan
  3. Ketika melihat cahaya dan kilatan terasa tidak nyaman
  4. Membutuhkan lebih banyak cahaya saat bekerja dan beraktivitas
  5. Pandangan mata kanan dan kiri tampak berbeda (double vision).

Selain gejala yang Anda rasakan, orang lain ketika memandang lensa mata Anda, mereka akan mengatakan lensa mata Anda tampak ada ‘bulatan putih’.

 

Bagaimana cara mengatasi katarak?

Operasi penggantian lensa merupakan terapi definitif yang dianjurkan oleh kebanyakan dokter mata. Tetapi tindakan ini kembali melihat pada kondisi klinis mata Anda. Pada tingkatan atau stadium awal, tidak langsung dioperasi. Dokter mata akan memulai dengan anamnesis (tanya-jawab), kemudian pemeriksaan fisik. Untuk terapi awal, dokter mata akan mencoba meresepkan kaca mata dan kembali melihat lagi apakah terdapat perubahan setelah pemberian kacamata tersebut.

Pada langkah kedua setelah pengobatan dengan kacamata tidak menunjukkan perbaikan, dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi penggantian lensa. Penggantian lensa ini merupakan tindakan operasi yang cukup sering dilakukan oleh kebanyakan dokter mata. Sebelum tindakan operasi, dokter mata akan bertanya, sekaligus menjelaskan beberapa hal berikut:

  • Apakah Anda merasa terganggu dengan adanya katarak tersebut?
  • Indikasi operasi, efek samping operasi.
  • Keuntungan dan kerugian operasi.
  • Risiko komplikasi yang mungkin Anda bisa alami.

Tindakan operasi katarak merupakan tindakan operasi yang dilakukan dalam perawatan one day care. Saat tindakan operasi dilakukan,erikut ini kurang lebih gambaran yang dokter mata akan lakukan:

  1. Sebelum melakukan tindakan, dokter mata akan menyuntikan obat bius yang akan membuat mata menjadi mati rasa.
  2. Selama tindakan, Anda tidak akan dibius, oleh karena itu Anda dapat melihat prosedur yang dilakukan.
  3. Dokter mata akan melakukan tindakan dengan bantuan mikroskop sepanjang operasi.
  4. Ketika operasi selesai, dokter akan menutup luka operasi dengan alat penutup khusus yang diberikan pada lokasi tempat dokter membuat sayatan pada mata.
  5. Anda akan dimasukkan ke dalam ruangan pemulihan selama 30 menit untuk memantau kondisi pasca operasi, setelahnya Anda sudah dapat pulang ke rumah.

Pada poin ini, tindakan operasi one day care bergantung pada kondisi fisik secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, Anda juga harus mengetahui bahwa operasi ini tidak akan memperbaiki masalah penglihatan Anda, jika penyebabnya disebakan oleh degenerasi macular, glaucoma, ataupun retinopati diabetes.

 

Risiko yang mungkin terjadi pasca operasi

Tindakan operasi katarak, memiliki beberapa kemungkinan risiko yang bisa muncul, seperti:

  • Infeksi pada bola mata
  • Perdarahan
  • Bengkak pada kelopak dan jaringan sekitar bola mata.
  • Nyeri hebat yang sulit berkurang dengan obat antinyeri.
  • Lensa baru yang terpasang bergeser.

Operasi katarak merupakan tindakan yang menjadi pilihan untuk mengatasi terjadinya kebutaan oleh katarak. Setiap tindakan yang dilakukan pasti memiliki risiko komplikasi yang bisa saja muncul dan bisa berbeda pada masing-masing pasien. Selain itu Anda harus memperhatikan gejala-gejala yang mungkin muncul bila Anda mengalami gangguan katarak ini, agar tidak terjadi keterlambatan. Oleh karena itu rutinlah melakukan pemeriksaan mata bila Anda merasa mata mulai tidak nyaman.

Baca juga: 5 Manfaat Vitamin E 400 IU untuk Kesehatan

 

Daftar Pustaka

  1. Situasi Gangguan Penglihatan. Info DATIN – Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2020.
  2. Cataracts. Mayo Clinic. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790. Pada: 2022, 14 Maret.
  3. Boyd K. What are Cataracts ? 2021. Diakses dari: https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-cataracts. Pada: 2022, 14 Maret.
  4. Indications for cataracts surgery. Diakses dari: https://www.safetyandquality.gov.au/our-work/clinical-care-standards/cataract-clinical-care-standard/quality-statements/indications-cataract-surgery#:~:text=A%20patient%20is%20offered%20cataract,disabling%20glare%20or%20contrast%20sensitivity. Pada: 2022, 14 Maret.
  5. Boyd, K. Cataract Surgery: Risks, Recovery, Costs. Diakses dari: https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-cataract-surgery. Pada: 2022, 14 Maret.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics