Beranda > Artikel > Pencegahan Hipertensi Akan Bisa Dilakukan dengan Cara Berikut Ini

Pencegahan Hipertensi Akan Bisa Dilakukan dengan Cara Berikut Ini

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit yang umum diderita terutama pada kalangan lanjut usia. Resiko terjadinya penyakiti ini memang meningkat seiring dengan bertambahnya usia karena terjadi penurunan fungsi yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Penyakit ini juga merupakan penyakit yang diturunkan, dengan kata lain bila orang tua Anda memiliki penyakit ini berarti kemungkinan kejadian hipertensi pada Anda akan lebih tinggi. Darah tinggi dapat menyebabkan banyak penyakit lain dalam jangka waktu yang lama, seperti penyakit jantung maupun stroke. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri dan pencegahan hipertensi.

Tekanan darah yang normal berkisar dari 100/70 mmHg – 120/80 mmHg. Tekanan darah yang tinggi terkadang dapat tidak memberikan gejala sama sekali atau hanya memberikan gejala ringan sehingga seringkali tidak disadari oleh penyandangnya. Berikut adalah beberapa gejala yang sering dirasakan bila terkena hipertensi:

  • Nyeri kepala belakang atau nyeri tengkuk yang terutama dirasakan bila sedang beraktifitas atau bila sedang terjadi lonjakan emosional. Hal ini umum terjadi pada penyandang hipertensi pada fase awal.
  • Gangguan irama jantung.
  • Sesak napas.
  • Mimisan yang sulit dihentikan.
  • Telinga berdenging.
  • Perubahan pada urine seperti adanya darah maupun urine berbusa.
  • Penurunan penglihatan mendadak
  • Mual dan muntah yang menyemprot

Umumnya orang dengan hipertensi baru merasakan gejala bila penyakit tersebut sudah menimbulkan komplikasi. Untuk ini, berikut beberapa anjuran dari para ahli untuk mencegah hipertensi bagi semua kalangan usia:

  • Berhenti/hindari merokok dan minuman beralkohol. Rokok dan minum alkohol dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang menjadi dasar penyakit hipertensi.
  • Melakukan olahraga yang rutin dan pertahankan berat badan normal. Orang yang obesitas juga lebih rentan terkena hipertensi karena lemak dalam darah juga dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan hipertensi. Olahraga yang teratur dapat menurunkan resiko karena dapat memperlancar peredaran darah. Dianjurkan melakukan olahraga aerobik minimal 3-4 kali seminggu dengan durasi 30-60 menit. Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.
  • Kurangi konsumsi makanan yang tinggi natrium. Makanan yang memiliki kadar natrium tinggi seperti mie instan, makanan siap saji, serta makanan dalam kemasan lainnya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Kurangi konsumsi makanan tersebut, serta Anda juga dapat mengganti garam dapur Anda dengan garam rendah natrium yang banyak dijual bebas di pasaran.
  • Kurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak. Makanan yang memiliki kadar lemak yang tinggi seperti makanan yang digoreng dapat menyebabkan penumpukan lemak dipembuluh darah dan mengakibatkan hipertensi dalam jangka panjang. Anda dapat membatasi makanan tersebut atau dapat menggunakan alternatif cara penggorengan seperti penggunaan air fryer.
  • Kendalikan stres. Ketika Anda mengalami stres, maka tubuh akan melepaskan hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah. Stres yang dialami secara berkepanjangan akan membuat kerusakan pembuluh darah dan jantung sehingga menyebabkan hipertensi.
  • Terapkan pola tidur yang sehat. Pola tidur yang baik juga sangat berperan dalam kesehatan Anda. Waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa berkisar antara 7-9 jam per hari. Kurangnya waktu tidur atau kualitas tidur yang tidak baik dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon serta menumbuknya radikal bebas dalam tubuh yang dapat berperan dalam terjadinya hipertensi

Meskipun lebih sering terjadi pada kalangan usia lanjut, sebaiknya Anda mulai rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah ketika sudah menginjak usia dewasa minimal 2 tahun sekali, atau 1 tahun sekali bila memiliki keturunan hipertensi.

 

Sumber:

  • Oparil, S., Acelajado, M. C., Bakris, G. L., Berlowitz, D. R., Cífková, R., Dominiczak, A. F., Grassi, G., Jordan, J., Poulter, N. R., Rodgers, A., & Whelton, P. K. (2018). Hypertension. Nature reviews. Disease primers4, 18014. https://doi.org/10.1038/nrdp.2018.14
  • Goff, D. C., Jr, Lloyd-Jones, D. M., Bennett, G., Coady, S., D’Agostino, R. B., Sr, Gibbons, R., Greenland, P., Lackland, D. T., Levy, D., O’Donnell, C. J., Robinson, J. G., Schwartz, J. S., Shero, S. T., Smith, S. C., Jr, Sorlie, P., Stone, N. J., & Wilson, P. (2014). 2013 ACC/AHA guideline on the assessment of cardiovascular risk: a report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines. Journal of the American College of Cardiology63(25 Pt B), 2935–2959. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2013.11.005

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :