Beranda > Artikel > Norepinephrine Adalah: Pengertian, Efek Samping Fungsi, dan Manfaatnya

Norepinephrine Adalah: Pengertian, Efek Samping Fungsi, dan Manfaatnya

norepinephrine adalah

Noradrenaline atau yang biasa dikenal dengan norepinephrine adalah salah satu jenis obat yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan darah dan mengatasi tekanan darah rendah atau hipotensi akut yang mengancam nyawa penderitanya. Selain memiliki fungsi untuk mengobati tekanan darah rendah atau hipotensi, norepinephrine adalah obat-obatan juga berfungsi sebagai pengobatan henti jantung.

Interaksi obat norepinephrine memiliki efek pada reseptor alfa dan beta. Norepinephrine ini bekerja untuk menyempitkan pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, interaksi obat norepinephrine juga dapat memacu kerja denyut jantung dalam memompa aliran darah.

Pada umumnya penggunaan norepinephrine akan diberikan dalam kondisi yang gawat dan darurat. Obat-obatan ini tersedia dalam bentuk cairan yang disuntikkan ke dalam tubuh seseorang dan perlu diingat bahwa penggunaan norepinephrine ini hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Apa Itu Norepinephrine?

Norepinefrin (NE) adalah pembawa pesan kimiawi yang diproduksi oleh sistem saraf pusat (SSP). Selain itu zat ini juga merupakan hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Zat ini mengontrol berbagai operasi fisiologis yang membuat otak dan tubuh Anda bekerja dengan baik. SSP terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Oleh karena itu secara tidak langsung NE membantu pusat pemrosesan utama dalam tubuh Anda dan mengatur berbagai proses, termasuk gerakan sehari-hari, fungsi fisik, panca indera, pikiran, rasa lapar, dan lain sebagainya. Setelah dilepaskan oleh SSP, NE berjalan ke saraf targetnya, mengikat reseptor saraf, dan mengarahkannya untuk mengambil tindakan. Arahan itu mungkin dapat menimbukan anda untuk tertidur atau terbangun, menjadi lebih fokus, merasa bahagia, dan banyak lagi.

Norepinefrin juga diproduksi di bagian dalam kelenjar adrenal Anda yang disebut medula adrenal. Dalam hal ini, NE dihasilkan karena sistem saraf simpatik (SNS)—kekuatan pendorong di balik respons fight-or-flight Anda. Ketika tubuh merasakan stres, SNS Anda memberi sinyal pada kelenjar adrenal Anda untuk melepaskan norepinefrin. NE kemudian melewati aliran darah Anda dan, sebagai hormon, memicu reaksi stres di tubuh dan otak Anda, memungkinkan Anda dengan cepat memobilisasi tubuh dan otak Anda untuk mempertahankan diri.

Cara Menggunakan Norepinephrine dengan Benar

Norepinephrine adalah salah satu obat injeksi atau suntik yang hanya akan diberikan di rumah sakit dan disuntikkan ke dalam tubuh melalui infus ke pembuluh darah vena. Selama pasien dengan tekanan darah yang rendah menggunakan obat ini, Dokter akan memantu kondisi pasien, khususnya frekuensi napas, denyut jantung, tekanan darah, dan interaksi obat-obatan lainnya.

Jika kondisi pasien sudah semakin membaik setelah diberikan norepinephrine, pasien akan mendapatkan penanganan lanjutan dari Dokter. Dosis dan durasi penggunaan obat-obatan seperti norepinephrine bisa berbeda-beda, tergantung dengan kondisi tiap pasien.

Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Kandung Kemih Bocor yang Harus Diwaspadai

Fungsi dan Manfaat Norepinephrine

Norepinefrin terlibat dalam sejumlah fungsi yang membantu Anda tetap sehat. Ketika Anda merasa takut, Anda mungkin sangat menyadari bahwa darah ini mengalir melalui pembuluh darah Anda; pikirkan tangan yang berkeringat atau detak jantung yang berdebar kencang. Di lain waktu, Anda mungkin sama sekali tidak menyadari bahwa itu ada. Hal tersebut merupakan contoh bagaimana norepinefrin mempengaruhi tubuh Anda. Selain itu, berikut beberapa penjelasan lanjut mengenai fungsi NE dalam tubuh Anda:

1. Menjaga fungsi organ tubuh

NE berdampak pada sejumlah organ dalam tubuh Anda, antara lain:

  • Mata: Sebagai respons terhadap cahaya dan emosi, NE meningkatkan produksi air mata dan melebarkan pupil.

  • Ginjal: NE menyebabkan ginjal Anda mengeluarkan renin, hormon yang mengontrol keseimbangan garam dan air.

  • Pankreas: NE merangsang pelepasan glukagon oleh pankreas Anda, memungkinkan hati Anda untuk membuat lebih banyak glukosa sebagai energi.

  • Organ limfoid: NE membantu sistem kekebalan melawan infeksi dengan merangsang organ termasuk limpa, timus, dan kelenjar getah bening.

  • Usus: NE mengurangi aliran darah ke usus Anda, menyebabkan saluran pencernaan Anda melambat.

2. Mempertahankan Bioritme yang Konsisten

Bioritme adalah siklus tubuh yang memengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, dan mental Anda. Untuk menjaga agar siklus ini konsisten, sejumlah norepinefrin yang rendah terus-menerus beredar di sistem Anda.

3. Melindungi Anda Dari Bahaya

Reaksi stres Anda merangsang tubuh mengeluarkan norepinefrin untuk melindungi Anda dari bahaya, baik yang nyata maupun yang dibayangkan. Sebagai contoh, ketika otak Anda mendeteksi ancaman eksternal, seperti seseorang mengejar Anda, hipotalamus, komponen otak, mengaktifkan SNS Anda. Hal ini menyebabkan norepinefrin diproduksi oleh kelenjar adrenal Anda. Norepinefrin meningkat untuk memberikan respon penyelamatan diri seperti peningkatan kewaspadaan dan fokus, toleransi terhadap nyeri, dan mempercepat waktu reaksi serta laju pernapasan. Selama waktu tersebut, pencernaan dan sistem kekebalan dianggap sebagai fungsi yang tidak penting. NE mematikannya sehingga lebih banyak energi dapat diarahkan ke fungsi yang membuat Anda tetap aman. Situasi yang membuat Anda merasa takut atau gelisah tetapi bukan merupakan ancaman yang sebenarnya dapat memicu reaksi serupa (misalnya, rapat kerja yang menegangkan atau pertengkaran dengan pasangan).

Norepinefrin, juga bersifat seperti adrenalin, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah Anda sambil juga merangsang hati Anda untuk menghasilkan lebih banyak gula darah (glukosa) untuk dikonsumsi tubuh Anda sebagai energi.

Baca Juga: Cara Mengatasi Ketidakseimbangan Hormon pada Pria dan Wanita

Efek Samping dan Bahaya dari Norepinephrine atau Noradrenalin

Dalam penggunaan norepinephrine, dokter akan melakukan pengawasan ketat selama dan sesudah Anda melakukan penyuntikkan norepinephrine ke dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat muncul setelah Anda menggunakan norepinephrine.

  • Rasa terbakar, iritasi, nyeri, dan perubahan warna kulit di tempat penyuntikkan

  • Terasa dingin, lemas, dan mati rasa

  • Kesulitan bernapas

  • Reaksi alergi

  • Denyut jantung lambat, tidak teratur, atau cepat

  • Mengalami sianosis, atau kuku dan bibir menjadi kebiruan

  • Pandangan kabur, sulit bicara, sulit menjaga keseimbangan, dan sakit kepala

  • Keringat yang berlebihan, lelah yang tidak biasa, gemetar, dan merasa bingung

Baca juga: Hipertonik: Pengertian, Manfaat, dan Jenis Cairan Hipertonik

 

Konsultasi Psikiater Psikolog Online - Banner Artikel SMC

Booking janji dan konsultasi online dengan Psikiater dan Psikolog ahli di klinik Smart Mind Center (SMC) bisa dilakukan secara online melalui smartmindcenter.com.

Selalu jaga kesehatan Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo. Download Carevo sekarang.

Referensi

  1. O’donnell J, Zeppenfeld D, Mcconnell E, Pena S, Nedergaard M. Norepinephrine: A neuromodulator that boosts the function of multiple cell types to optimize CNS performance. Neurochem Res. 2012 Nov;37(11):2496-512. doi:10.1007/s11064-012-0818-x
  2. Zhang Z, Cordeiro Matos S, Jego S, Adamantidis A, Séguéla P. Norepinephrine drives persisten activity in prefrontal cortex via synergistic a1 and a2 adrenoceptorsPlos one. 2013 Jun;8(6):1-13. doi:10.1371/journal.pone.0066122

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics