Beranda > Artikel > Myasthenia Gravis

Myasthenia Gravis

pengertian myasthenia gravis

Apa itu Myasthenia Gravis (MG)

Myasthenia gravis (MG) adalah penyakit autoimun (jenis penyakit yang menyerang sel-sel tubuh sendiri) yang mengenai sistem neuromuskular (otot dan syaraf). Penyakit ini ditemukan pada kurang lebih 72 dari 1.000.000 orang dengan kasus lebih banyak ditemukan pada wanita, terutama di usia dekade 2-3 (20-40 tahun). Kasus MG pada anak cukup sering ditemukan di Asia, di mana hampir 50% kasus MG ditemukan pada anak dengan usia di bawah 15 tahun. Seseorang dengan keluarga menderita MG mempunyai risiko lebih tinggi 4,5% untuk menderita penyakit serupa.

 

Penyebab dan Gejala Myasthenia Gravis

Otot dapat bergerak apabila mendapat sinyal syaraf yang diterima reseptor, dalam hal ini adalah asetilkolin. Asetilkolin akan berikatan dengan reseptor di sel otot yang selanjutnya menimbulkan reaksi kimia sehingga otot dapat bergerak sesuai perintah dari otak. Kekurangan asetilkolin, dengan penyebab apapun baik karena kekurangan produksi, meningkatnya destruksi (menghancurkan), maupun penggunaan yang terhambat, dapat menimbulkan kegagalan otot berkontrakasi sehingga menjadi lemas dan tidak dapat bergerak.

MG disebabkan karena adanya antibodi terhadap sel reseptor (penerima sinyal syaraf) di otot. Adanya antibodi ini menyebabkan kerusakan pada membran sel tersebut sehingga timbul hambatan dalam menerima asetilkolin.

Gejala utama MG adalah kelemahan otot yang fluktuatif dengan tingkat keparahan yang bervariasi, diperburuk dengan aktivitas fisik, dan membaik dengan istirahat yang cukup. Gejala tersebut dapat dicetuskan oleh berbagai hal, seperti infeksi, pembedahan, imunisaasi, udara panas yang berlebihan, stres emosional, kehamilan, beberapa jenis obat, dan perburukan dari penyakit kronis (kanker, diabetes melitus, dan sebagainya).

 

Gejala yang paling sering dijumpai, antara lain:

– Kelemahan otot bola mata

Keluhan utama dari 85% penderita MG adalah gangguan di otot bola mata. Hal ini tampak dari adanya penglihatan ganda, ptosis (kelopak mata tidak dapat menutup), atau gabungan keduanya. Gejala ini dapat memburuk dan menyerang seluruh otot pada 50% pasien dalam 2 tahun, apabila tidak mendapat terapi yang adekuat.

– Kelemahan otot wajah dan leher

Gangguan pada gerak otot wajah dan leher merupakan gejala yang kali pertama timbul pada 15% penderita MG. Kelemahan otot ditandai dengan kesulitan mengunyah dan menelan, mudah tersedak, suara serak, dan sulit berbicara (disartria). Pada otot wajah, MG dapat menyebabkan wajah tidak dapat berekspresi, dan pada bagian leher menyebabkan kelemahan otot leher yang membuat kepala sulit ditegakkan (dropped-head).

– Kelemahan otot anggota gerak (tangan dan kaki)

Biasanya menyerang bagian ujung tangan dan kaki, dengan bagian tangan lebih sering dijumpai.

– Krisis myastenia (myasthenic crisis)

MG yang semakin berat dapat menyerang otot pernafasan, yaitu otot sela iga (intercostal) dan diafragma, sehingga penderita tidak dapat bernafas dengan normal. Krisis myastenia merupakan kegawatdaruratan medis.

 

Cara Pemeriksaan Myasthenia Gravis

1. Riwayat penderita dan kekuatan otot

Pemeriksaan yang utama oleh dokter selain menanyakan riwayat pasien adalah memeriksa kekuatan otot, meskipun pada pemeriksaan ini kadang kala didapatkan hasil normal, karena pola penyakit yang fluktuatif di mana gejala sangat bervariasi.

2. Elektromiografi

Selain pemeriksaan fisik, kekuatan dan kontraksi otot dapat dinilai dari pemeriksaan elektromiografi (electromyography, EMG). EMG dapat menilai adanya kontraksi otot akibat sinyal listrik. Adanya keterlambatan respon sinyal listrik ini menandakan kelemahan otot, sehingga EMG merupakan pemeriksaan diagnostik yang sensitif untuk mendeteksi adanya kelemahan otot yang dijumpai pada penderita MG.

3. Pemeriksaan kelenjar timus

Kelenjar timus berada di rongga dada bagian atas dan bertugas menghasilkan antibodi. Ukuran kelenjar ini akan mengecil seiring bertambahnya usia seseorang. Beberapa pasien MG dijumpai kelenjar timus yang membesar abnormal.

4. Pemeriksaan darah

Adanya infeksi dan gangguan ion tubuh (elektrolit) dapat menyebabkan kelemahan otot, yang menyerupai MG.

5. CT-scan dan MRI

Pemeriksaan radiologis diperlukan apabila dokter mencurigai adanya tumor yang berpotensi menyebabkan kelemahan otot.

 

Apakah MG dapat Disembuhkan?

Dengan terapi yang adekuat, MG dapat membaik secara signifikan. Pada beberapa kasus MG dapat muncul kembali (relaps). Minum obat secara teratur, kontrol rutin, dan menghindari pencetus merupakan cara menjaga agar MG tidak muncul kembali.

Baca juga: Mengenal Pengobatan Myasthenia Gravis

 

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

 

Referensi

Beloor Suresh A, Asuncion RMD. Myasthenia Gravis. [Updated 2021 Aug 29]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559331/

Howard, J. F. (2015, June). CLINICAL OVERVIEW OF MG. MGFA. https://myasthenia.org/Professionals/Clinical-Overview-of-MG

Mayo Clinic Staff. (2021, June 22). Myasthenia gravis. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myasthenia-gravis/symptoms-causes/syc-20352036#

NINDS. (2021, November 15). Myasthenia Gravis Fact Sheet. NIH. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Myasthenia-Gravis-Fact-Sheet#6

Syahrul, S., Mutiawati, E., Astini, N., Fajri, N., & Suherman, S. (2020). Clinical Characteristic Myasthenia Gravis among Indonesians. Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal, 2(2), 257–263. https://doi.org/10.33258/birex.v2i2.1015

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics