Beranda > Artikel > Kenali Penyebab Impoten dan Cara Mengatasi Kondisi Ini

Kenali Penyebab Impoten dan Cara Mengatasi Kondisi Ini

penyebab dan cara mengatasi impoten 2

Memiliki keturunan merupakan impian setiap pasangan dalam berumah tangga, namun nyatanya terdapat beberapa kondisi yang dapat menghambat impian tersebut, salah satunya adalah kondisi impoten. Impoten dapat terjadi ketika anda tidak dapat ereksi, mempertahankan ereksi, atau ejakulasi saat berhubungan seksual. Impoten atau yang lebih dikenal dengan disfungsi ereksi biasanya terjadi pada kaum pria. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang harus anda perhatikan. (1)

 

Apa saja penyebab impoten?

1. Gangguan endokrin

Endokrin merupakan suatu sistem yang berguna untuk memproduksi hormon-hormon pengatur metabolism tubuh serta fungsi seksual dan reproduksi. Salah satu gangguan endokrin adalah diabetes. Diabetes dapat menyebabkan impoten karena salah satu komplikasi yang paling sering adalah gangguan saraf, termasuk saraf yang mengatur sensasi penis. Selain gangguan saraf, diabetes juga dapat menganggu peredaran darah ke penis dan hormone testosteron yang mengatur fungsi seksual pria, sehingga dapat menyebabkan impoten. (1,2,3)

2. Gangguan saraf

Gangguan saraf dapat mengganggu fungsi otak untuk mengatur sistem reproduksi anda, salah satunya adalah gangguan ereksi. Berbagai gangguan saraf yang dapat menyebabkan impoten antara lain adalah penyakit Alzheimer, Parkinson, tumor, stroke, dan epilepsi. Selain berbagai kondisi tersebut, penyebab gangguan saraf lainnya seperti paska operasi prostat maupun olahraga berat juga harus anda perhatikan, karena kedua hal tersebut juga dapat menyebabkan impoten dini. (4,5)

3. Gangguan peredaran darah

Jantung, yang berfungsi untuk mengatur peredaran darah seluruh tubuh merupakan organ vital yang harus diperhatikan kesehatannya. Gangguan pada jantung dapat menyebabkan gangguan peredaran darah ke penis yang menyebabkan gangguan ereksi. Contoh kondisi yang dapat menyebabkan gangguan peredaran darah seperti kolestrol tinggi, hipertensi, dan sumbatan pembuluh darah (aterosklerosis) merupakan penyebab impoten yang harus anda perhatikan. (6)

4. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan seperti golongan beta-bloker, terapi kanker, diuretic, dan beberapa obat anti-psikotik terutama golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) dapat menyebabkan impoten. Oleh sebab itu, penting bagi anda untuk berkonsultasi terhadap dokter terlebih dahulu untuk mengurangi efek samping obat-obatan tersebut. (7)

5. Depresi dan gangguan kecemasan

Depresi dan gangguan kecemasan, keduanya merupakan penyebab tersering dari impoten. Walau korelasi keduanya belum dapat terbukti secara medis, namun peneliti menyimpulkan bahwa tingkat stress yang tinggi dapat menurunkan ketertarikan anda untuk melakukan sesuatu, salah satunya adalah menurunnya gairah seksual. Hal tersebut dapat menyebabkan impoten secara sementara. (8)

6. Alkohol dan obat-obatan terlarang

Alkohol dan obat-obatan seperti amfetamin dan kokain dapat menyebabkan impoten karena dapat mengganggu kinerja saraf anda, oleh sebab itu penting bagi anda untuk mengindari kedua hal tersebut. (9)

 

Beberapa kondisi diatas merupakan penyebab impoten yang paling sering ditemukan.

Bagaimana cara mengatasi kondisi-kondisi tersebut?

1. Pengobatan medis (9)

Intervensi medis diperlukan untuk mengobati impoten yang disebabkan oleh gangguan sistem, beberapa obat-obatan yang aman digunakan adalah sebagai berikut:

  • Sildenafil (Viagra): obat ini merupakan obat yang paling populer digunakan untuk mengatasi impoten. Sildenafil juga diteliti dapat menyembuhkan impoten yang disebabkan oleh depresi. Sildenafil paling efektif dikonsumsi saat perut kosong satu jam sebelum melakukan hubungan seksual.
  • Vardenafil (Levitra, Staxin): vardenafil bekerja untuk melebarkan pembuluh darah penis sehingga dapat meningkatkan aliran darah ke penis, sehingga dapat membantu dan mempertahankan ereksi ketika berhubungan seksual. Vardenafil dapat menyembuhkan impoten ringan hingga sedang.
  • Tadalafil (Cialis): tadalafil berfungsi untuk membuat otot penis rileks dan meningkatkan aliran darah ke penis sehingga dapat membantu ereksi. Tadalafil dapat dikonsumsi 1-2 jam sebelum berhubungan seksual.
  • Avanafil (Stendra): sama seperti tadalafil, avanafil berfungsi untuk merilekskan otot polos dan meningkatkan peredaran darah. Obat ini termasuk obat baru, namun dipercaya dapat menyembuhkan impoten.
  • Pengobatan alami

Apabila anda tidak ingin untuk mengkonsumsi obat, beberapa pengobatan alami yang bisa menjadi alternatif seperti akupuntur dan mengkonsumsi obat-obatan herbal seperti gingseng, jus delima, dan suplemen yohimbe, maca, serta ginko yang terkenal sebagai “viagra alami” dapat menjadi pilihan anda. (10)

 

2. Modifikasi gaya hidup

Gaya hidup yang kurang sehat dapat menjadi salah satu penyebab anda mengalami impoten. Oleh sebab itu, modifikasi gaya hidup seperti mengurangi rokok dan alkohol, menghindari narkoba, olahraga teratur, makan makanan gizi seimbang, dan istirahat yang cukup dapat menjadi modal utama anda untuk menghindari hingga menyembuhkan impoten. (11)

 

3. Manajemen stress

Stress dan depresi memiliki kaitan yang erat, oleh sebab itu manajemen stress sangatlah penting untuk mengurangi kejadian depresi. Anda bisa melakukan meditasi maupun berkonsultasi ke psikiater untuk menangani kondisi ini. (8)

 

Impoten dapat menjadi masalah utama dalam kehidupan seksual anda, namun tidak perlu khawatir, kondisi ini masih dapat disembuhkan. Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo di https://www.carevo.id/personal-health-record

 

Referensi

  1. Yafi FA, Jenkins L, Albersen M, Corona G, Isidori AM, Goldfarb S, Maggi M, et al. Erectile dysfunction. Nat Rev Dis Primers. 2016; 2:16003. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5027992/
  2. Soran H, Wu FCW. Endocrine causes of erectile dysfunction. International Journal of Andrology. 2005. 28 (suppl. 2): 28-34. Diakses dari: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1111/j.1365-2605.2005.00596.x
  3. Rajfer J. Relationship between testosterone and erectile dysfunction. Rev Urol. 2000; 2(2): 122-8. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1476110/
  4. Blackwell W. Erectile dysfunction study shows high prevalence of peripheral neuropathy. ScienceDaily. 2011. Diakses dari: https://www.sciencedaily.com/releases/2011/11/111115073936.htm
  5. Nehra A. Erectile dysfunction, often overlooked in neurological disorders, is treatable. Neurology Today. 2003. Diakses dari: https://journals.lww.com/neurotodayonline/Fulltext/2003/08000/
  6. Schwartz BG, Kloner RA. Cardiovascular implications of erectile dysfunction. Circulation. 2011. Vol. 123, no. 21. Diakses dari: https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/
  7. Conaglen HM, Conaglen JV. Drug-induced sexual dysfunction in men women. Aust Prescr. 2013; 36:42-5. Diakses dari: https://www.nps.org.au/australian-prescriber/articles/drug-induced-sexual-dysfunction-in-men-and-women
  8. Seidman SN. Exploring the relationship between depression and erectile dysfunction in aging men. J Clin Psychiatry. 2002; 63 supp 5: 5-12; disc. 23-5. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11964139/
  9. Anderson LAA. Erectile dysfunction medications and alcohol interaction. Drugs. 2019. Diakses dari: https://www.drugs.com/article/erectile-dysfunction-alcohol.html
  10. Leisegang KL, Finelli R. Alternative medicine and herbal remedies in the treatment of erectile dysfunction: a systematic review. Arab J Urol. 2021; 19(3): 323-39. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8451697/
  11. Maiorino MI, Bellastella G, Esposito K. Lifestyle modifications and erectile dysfunction: what can be expected?. Asian J Androl. 2015; 17(1): 5-10. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4291878/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :