Beranda > Artikel > Penyebab Diare pada Anak yang Harus Anda Waspadai

Penyebab Diare pada Anak yang Harus Anda Waspadai

Mengenali penyakit diare

Diare merupakan gangguan penyerapan air dan ion-ion elektrolit pada saluran cerna terutama pada usus halus dan usus besar, sehingga seluruhnya dibuang melalui BAB. Definisi diare adalah tiga kali perubahan konsistensi kotoran dari padat menjadi cair yang terjadi sepanjang hari. Diare berdasarkan waktu terjadinya, dapat dibagi menjadi dua yaitu diare akut dan diare kronik. Diare akut berlangsung tidak lebih dari empat belas hari, sedangkan diare kronik berlangsung lebih dari empat belas hari.

Diare dapat terjadi dari bayi, anak, hingga orang tua pun bisa menderita penyakit ini. Diare tentu bisa berbahaya apabila tidak mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan. Berikut ini gejala-gejala yang muncul saat seseorang mengalami diare:

  1. BAB cair yang keluar lebih dari sama dengan tiga kali dalam satu hari.
  2. Buang-buang gas berbau busuk
  3. Demam bisa demam tinggi atau demam yang tidak terlalu tinggi.
  4. Pada anak akan disertai dengan kram perut.
  5. Penderita diare terlihat lebih lemas dari keadaan sebelum diare.
  6. Mata yang cekung. Mata yang lebih masuk ke dalam menandakan tanda bahaya bahwa penderita mengalami kekurangan cairan sehingga memerlukan asupan cairan sesegera mungkin untuk menggantikan cairan yang keluar melalui kotoran.
  7. Pada anak-anak yang masih awal-awal diare tampak seperti kehausan dan ingin minum terus.
  8. Anak cenderung lebih rewel dan menangis. Gejala menangis ini bisa disertai dengan atau tanpa air mata.
  9. Penurunan massa otot dan berat badan pada anak menjadi penanda bahwa anak mengalami gangguan penyerapan dalam saluran cerna nya.
  10. Kemerahan pada sekitar dinding lubang anus. Hal ini dikarenakan semakin sering buang air besar menyebabkan dinding sekitar lubang anus mengalami perlukaan gesekan sehingga akan memerah.

 

Penyebab diare pada anak

Di Indonesia penyakit diare sudah menjadi penyakit endemis dan memiliki penyebab yang sangat banyak. Berikut ini penyebab-penyebab terjadinya suatu penyakit diare pada anak:

  1. Infeksi

Penyebab tersering diare adalah karena infeksi virus. Selain virus, bakteri juga bisa menyebabkan terjadinya diare.

  1. Alergi

Pada anak-anak yang mengonsumsi asupan tambahan susu, anak akan menimbulkan reaksi diare saat diberikan susu sapi. Susu sapi yang dimaksud adalah susu bubuk atau susu cair dalam kemasan. Selain susu sapi, makanan berbahan dasar tepung atau nasi juga bisa memberikan reaksi alergi pada anak.

  1. Kekurangan nutrisi vitamin

Kekurangan vitamin pada seorang anak dapat menyebabkan gangguan diare. Gangguan yang muncul berupa gangguan penyerapan secara optimal oleh usus.

  1. Reaksi terhadap obat-obatan

Pada anak-anak yang menjalani pengobatan kemoterapi (biasanya untuk keganasan), akan menimbulkan reaksi berupa diare atau mencret.

 

Selain mengenali penyebab apa saja yang memunculkan diare, perlu orang tua ketahui faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan seorang anak rentan terserang diare. Berikut ini faktor-faktor nya:

  • Kebersihan

Faktor kebersihan menjadi faktor terpenting yang mulai tersedianya air bersih, jamban bersih. Akses menuju air bersih yang sulit bisa menjadi faktor dimana seseorang bisa dengan mudah terserang diare.

  • Musim dan cuaca

Faktor alam berupa faktor musim menentukan ketersediaan air bersih khususnya di negara-negara berkembang. Kekeringan berisiko menjadi terganggu nya akses menuju air bersih.

  • Tingkat pendidikan orang tua

Tingkat pendidikan orang tua menentukan bagaimana seorang orang tua mengajarkan anaknya untuk belajar mencuci tangan, cara memandikan anak dengan baik dan benar juga menjadi penentu terjadinya diare atau tidak.

  • Faktor ekonomi

Kondisi perekonomian suatu keluarga menjadi faktor pendukung kemudahan untuk mendapatkan akses memperoleh air bersih serta sanitasi rumah yang baik.

 

Tanda bahaya penyakit diare

Selain gejala-gejala yang sering muncul, selanjutnya kita melihat apa saja tanda-tanda bahaya yang ditimbulkan oleh diare yang menandakan seorang penderita diare sudah memerlukan pertolongan sesegera mungkin:

1. Pada kondisi yang bersifat akut:

  • Tanda-tanda seseorang gelisah
  • Kelemahan
  • Penurunan kesadaran
  • Tidak mau makan ataupun minum
  • Penurunan berat badan
  • Kotoran bercampur darah

2. Pada kondisi yang berlangsung lama:

  • Kulit seseorang berubah menjadi pucat
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Perdarahan terus menerus setiap kali buang air besar.

Pada anak-anak gejala dehidrasi atau kekurangan cairan berlangsung sangat cepat, sehingga orang-orang tua perlu dengan segera mewaspadai perubahan yang terjadi pada anaknya. Berikut ini tanda-tanda bahaya yang bisa Anda kenali pada anak:

  • Anak mengeluh sakit kepala dan tampak lemas
  • Bibir, mulut tampak kering dan lengket.
  • Anak tidak BAK atau terjadi perubahan warna air seni menjadi lebih gelap
  • Saat menangis anak tidak mengeluarkan air mata lagi.
  • Ketika diberikan minum atau makanan anak tidak bersemangat.
  • Anak mengeluhkan nyeri perut yang sangat hebat
  • Dari kotoran keluar darah.

 

Apa bahaya nya diare pada anak yang tidak tertolong?

Pada kasus-kasus yang tidak tertangani dengan baik pada anak bisa terjadi hal-hal berikut:

  1. Kematian
  2. Kerusakan otak memunculkan gejala kejang, kecacatan

Keterlambatan pertolongan dan keterlambatan mengenali tanda-tanda bahaya menyebabkan kasus diare menjadi terkesan menyeramkan. Orang tua harus segera waspada agar diare tidak menyebabkan kematian pada keluarga terutama pada anak, karena anak mudah sekali jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Bila Anda menemukan kondisi-kondisi berat segera bawalah anak-anak Anda ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan pertolongan segera.

 

Referensi:

  • Stefano G. Diarrhea. (2020). Diakses pada: 17 April 2021. Dari: https://emedicine.medscape.com/article/928598-overview#a1
  • Benjamin D. Red flag refreshers – diarrhea (23 August 2019). NHS Trust. Diakses pada: 18 April 2021. Dari: https://www.pulsetoday.co.uk/clinical-feature/clinical-areas/gastroenterology/red-flag-refreshers-diarrhoea/
  • Christine M.G, et al. Risk factor for diarrhea in children under five years of age residing in peri-urban communities in Cochabamba, Bolivia. Am J Trop Med Hyg.2014 Dec 3; 91(6): 1190–1196. DOI: 4269/ajtmh.14-0057
  • Renee A.A. Diarrhea in children: causes and treatments. (7 Juni 2020). Diakses pada: 18 April 2021. Dari: https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#2-4
  • Diarrhea in children. Diakses pada: 2021, April 17. Dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children
  • Deborah M.C. Diarrhea in children. (June 2020). Diakses pada: 18 April 2021. Dari: https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/symptoms-in-infants-and-children/diarrhea-in-children

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :