Beranda > Artikel > Penyebab Diare pada Bayi Eksklusif

Penyebab Diare pada Bayi Eksklusif

Ketika seorang bayi mengalami diare tentu membuat ibu atau orang tua merasa resah. Apalagi bayi yang masih berusia enam bulan, yang cenderung akan menangis dibandingkan menceritakan apa yang anak rasakan. Kewaspadaan orang tua diperlukan untuk menghindari anak jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Mari kita bahas satu persatu penyakit diare pada bayi eksklusif.

 

Mengenali penyakit diare

Diare dapat terjadi dari bayi, anak, hingga orang tua pun bisa menderita penyakit ini. Diare tentu bisa berbahaya apabila tidak mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan. Berikut ini gejala-gejala yang muncul saat seseorang mengalami diare:

  1. BAB cair yang keluar lebih dari sama dengan tiga kali dalam satu hari.
  2. Buang-buang gas berbau busuk
  3. Demam bisa demam tinggi atau demam yang tidak terlalu tinggi.
  4. Pada penderita diare akan mengeluhkan kram perut atau rasa melilit.
  5. Penderita diare terlihat lebih lemas dari keadaan sebelum diare.
  6. Mata yang cekung. Mata yang lebih masuk ke dalam menandakan tanda bahaya bahwa penderita mengalami kekurangan cairan sehingga memerlukan asupan cairan sesegera mungkin untuk menggantikan cairan yang keluar melalui kotoran.
  7. Pada bayi dan anak-anak yang masih awal-awal diare tampak seperti kehausan dan ingin minum terus.
  8. Bayi menjadi lebih rewel.
  9. Bayi menangis tidak mengeluarkan air mata lagi.
  10. Kemerahan pada sekitar dinding lubang anus. Hal ini dikarenakan semakin sering buang air besar menyebabkan dinding sekitar lubang anus mengalami perlukaan gesekan sehingga akan memerah. Pada bayi yang menggunakan popok orang tua harus sering-sering mengecek bagian dalam popok untuk melihat apakah bayi mengeluarkan kotoran. Apabila mengeluarkan kotoran orang tua harus segera mengganti popok yang dipakai agar tidak menyebabkan kelembaban dan menimbulkan terjadinya pertumbuhan jamur.

 

Diare pada bayi

Bayi sehat memiliki konsistensi tinja yang bersifat lunak dan dan berisi ampas. Setiap kali sehabis minum ASI akan diikuti dengan satu kali BAB. Pada bayi yang baru lahir biasanya tinja yang keluar berwarna kehijauan atau disebut BAB mekonium. BAB meconium ini berlangsung sebanyak beberapa kali saja. Kemudian setelah ASI masuk, maka BAB akan berubah menjadi cair kekuningan. Lalu bagaimana cara membedakan bayi tersebut diare atau tidak? Bayi yang diare akan mengalami peningkatan frekuensi buang air besar, selain itu konsistensi tinja menjadi lebih cair dibandingkan BAB biasa.

Orang tua harus mewaspadai saat bayi mengalami diare, dikarenakan waktu untuk masuk ke dalam kondisi dehidrasi. Dehidrasi terjadi dikarenakan bayi mengalami kehilangan sejumlah cairan dan elektrolit melalui tinja. Berikut ini tanda-tanda bahaya bayi masuk ke dalam kondisi dehidrasi:

  1. Bayi tampak tidak aktif
  2. Bayi menjadi jarang buang air kecil.
  3. Bibir bayi tampak kering dan pecah-pecah.
  4. Mata bayi menjadi lebih cekung.
  5. Bayi tampak gelisah dan semakin rewel.
  6. Laju nafas bayi meningkat.

Kondisi-kondisi di atas sangat jarang diketahui oleh orang tua, sehingga kadang pertolongan yang diberikan kepada bayi sudah terlambat, dan pada akhirnya menyebabkan kematian pada bayi.

 

Penyebab bayi asi eksklusif mengalami diare

Bagi orang tua mungkin menjadi pertanyaan mengapa bayi saya mengalami diare padahal mengonsumsi ASI eksklusif? Ada beberapa hal yang menyebabkan bayi dengan ASI eksklusif mengalami diare, berikut ini daftar penyebabnya:

  1. Bayi juga diberikan susu formula

Pada bayi yang diberikan kombinasi antara ASI dan susu formula bisa menyebabkan terjadinya diare pada bayi. Pada sebuah penelitian, dari 150 bayi yang diteliti terdapat sekitar 27% bayi yang mengalami diare. Bayi tersebut diberikan pencampuran ASI dan susu formula secara bergantian. Sedangkan 72% lain nya mengalami diare lebih sering karena pemberian susu formula saja.

  1. Perubahan pola makan ibu

ASI yang berasal dari ibu, dipengaruhi oleh asupan makanan yang dimakan oleh ibu. Misalkan ibu sehabis memakan makanan pedas dan makanan manis, maka perubahan tersebut menyebabkan bayi mengalami diare.

  1. Ibu sedang dalam pengobatan

Pada bayi yang sedang mengonsumsi antibiotik, atau obat-obatan lain seperti vitamin, senyawa-senyawa kimia yang terkandung dapat bercampur dan masuk ke dalam ASI yang diberikan pada bayi sehingga terjadilah diare.

 

Referensi:

  • Diarrhea in infants. (2019). Diakses pada: 2021, April 18. Dari: https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000691.htm
  • Stefano G. Diarrhea. (2020). Diakses pada: 17 April 2021. Dari: https://emedicine.medscape.com/article/928598-overview#a1
  • Redflags and dehydration. Diakses pada: 2021, April 18. Dari: https://parentmedic.co/medical-red-flags/
  • Noreen I. What’s giving your baby diarrhea? Common causes and what you can do. (30 Juli 2020). Diakses pada: 18 April 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/baby/baby-diarrhea

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :