Beranda > Artikel > Penyebab Diare pada Bayi yang Harus Anda Ketahui

Penyebab Diare pada Bayi yang Harus Anda Ketahui

Ketahui lah apa itu diare?

Diare merupakan penyakit yang bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang tua. Diare diartikan sebagai penyakit yang ditandai dengan pengeluaran tinja yang lebih cair dibandingkan biasanya, serta terjadi peningkatan frekuensi buang air besar lebih dari satu kali.

 

Memahami bentuk dan warna tinja bayi

Memahami bentuk dan warna tinja bayi juga diperlukan agar bisa membedakan dengan penyakit diare. Pada kondisi bayi sehat, tinja mereka berwarna kuning, agak kehijauan, atau kecoklatan. Konsistensi tinja bisa agak kental seperti pasta gigi, bisa agak cair, ataupun agak padat. Dalam satu hari bayi bisa buang air besar (BAB) sebanyak dua kali. Semua bentuk dan warna tinja ini ditentukan oleh makanan yang diberikan kepada bayi.

 

Diare pada bayi

Penyakit diare pada bayi merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai oleh kedua orang tua. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan

Berikut ini gejala-gejala yang muncul saat seseorang mengalami diare:

  1. BAB cair yang keluar lebih dari sama dengan tiga kali dalam satu hari.
  2. Buang-buang gas berbau busuk
  3. Demam bisa demam tinggi atau demam yang tidak terlalu tinggi.
  4. Pada penderita diare akan mengeluhkan kram perut atau rasa melilit.
  5. Penderita diare terlihat lebih lemas dari keadaan sebelum diare.
  6. Mata yang cekung. Mata yang lebih masuk ke dalam menandakan tanda bahaya bahwa penderita mengalami kekurangan cairan sehingga memerlukan asupan cairan sesegera mungkin untuk menggantikan cairan yang keluar melalui kotoran.
  7. Pada bayi dan anak-anak yang masih awal-awal diare tampak seperti kehausan dan ingin minum terus.
  8. Bayi menjadi lebih rewel.
  9. Bayi menangis tidak mengeluarkan air mata lagi.
  10. Kemerahan pada sekitar dinding lubang anus. Hal ini dikarenakan semakin sering buang air besar menyebabkan dinding sekitar lubang anus mengalami perlukaan gesekan sehingga akan memerah. Pada bayi yang menggunakan popok orang tua harus sering-sering mengecek bagian dalam popok untuk melihat apakah bayi mengeluarkan kotoran. Apabila mengeluarkan kotoran orang tua harus segera mengganti popok yang dipakai agar tidak menyebabkan kelembaban dan menimbulkan terjadinya pertumbuhan jamur.

 

Diare pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab, mari kita lihat satu persatu apa-apa saja yang bisa menimbulkan diare pada bayi:

  • Infeksi

Serangan infeksi bakteri, virus ataupun parasite bisa menimbulkan diare bagi bayi Anda. Bayi sangat sensitif terhadap serangan kuman, parasit, maupun virus. Begitu mereka berkontak dengan makanan atau minuman yang tidak bersih, atau kebersihan tangan mereka tidak dijaga kemudian mereka memasukkan tangan nya ke dalam mulut, maka tidak lama akan timbul serangan diare.

  • Reaksi alergi

Reaksi alergi bisa ditimbulkan oleh dua sebab, yang pertama terhadap makanan, kemudian yang kedua oleh karena reaksi terhadap obat-obatan. Paling sering kejadian dialami oleh bayi yang konsumsi susu formula nya berganti-ganti. Atau bayi-bayi baru lahir yang langsung diberikan susu formula. Bayi baru lahir memiliki fungsi usus yang belum bisa bekerja secara maksimal.

Selain karena susu formula pada anak-anak yang baru memasuki usia mulai diberikan makanan tambahan, pemberian asupan yang mengandung gluten (nasi, mie, roti) juga bisa memberikan reaksi alergi berupa diare.

  • Pemberian jus
  • Keracunan makanan.

Sensitivitas usus bayi membuat mereka begitu rentan terhadap salah pemberian makanan.

  • Pada bayi penerima ASI ekslusif, perubahan pola makan ibu menentukan terjadinya diare pada bayi. Contoh ibu mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula atau mengonsumsi makanan pedas, maka nutrisi itu juga akan diberikan kepada bayi melalui ASI.
  • Memasuki masa-masa pemberian makanan tambahan

Pemberian asupan makanan tambahan juga bisa membuat seorang bayi menjadi rentan terhadap terjadinya diare.

 

Mewaspadai tanda bahaya penyakit diare

Bayi merupakan masa-masa yang paling sangat rentan mengalami diare berat oleh karena itu selain gejala-gejala yang muncul, kita juga harus mengenali tanda-tanda bahaya yang bisa muncul dan terjadi pada bayi Anda. Berikut inilah tanda-tanda bahaya itu:

1. Pada kondisi yang bersifat akut:

  • Bayi menjadi semakin rewel dan gelisah
  • Penurunan kesadaran
  • Tidak mau makan ataupun minum
  • Bayi tidak BAK lebih dari 6 jam.
  • Kotoran bercampur darah

2. Pada kondisi yang berlangsung lama:

  • Kulit bayi berubah menjadi kering dan keriput
  • Telapak tangan dan kaki bayi teraba dingin dan lembab
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Perdarahan terus menerus setiap kali buang air besar.

 

Pada bayi dan anak gejala kekurangan cairan berlangsung sangat cepat, sehingga orang-orang tua perlu dengan segera mewaspadai perubahan yang terjadi pada anaknya. Berikut ini tanda-tanda bahaya yang harus Anda kenali:

  • Pada bayi mereka akan semakin rewel, sedangkan pada anak yang lebih besar mereka akan mengeluh sakit kepala dan tampak lemas
  • Bibir, mulut tampak kering.
  • Bayi dan anak tidak BAK dalam waktu lama atau terjadi perubahan warna air seni menjadi lebih gelap
  • Saat menangis tidak mengeluarkan air mata lagi.
  • Tidak bergairah ketika diberikan minum atau makanan.
  • Pada anak yang lebih besar, mereka mengeluhkan nyeri perut yang sangat hebat

 

Referensi:

  • Diarrhea in Babies. (2 Juni 2020). Diakses pada: 2021, April 23. Dari: https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-diarrhea-causes-treatment
  • Iftikhar N. What’s giving your baby diarrhea? Common causes and what you can do. (30 Juli 2020). Diakses pada: 23 April 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/baby/baby-diarrhea
  • Murray D. Appearance, causes, and treatment of baby diarrhea. (20 April 2020). Diakses pada: 23 April 2021. Dari: https://www.verywellfamily.com/diarrhea-in-the-breastfed-baby-431632
  • Renee A.A. Diarrhea in children: causes and treatments. (7 Juni 2020). Diakses pada: 23 April 2021. Dari: https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#2-4
  • Deborah M.C. Diarrhea in children. (June 2020). Diakses pada: 23 April 2021. Dari: https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/symptoms-in-infants-and-children/diarrhea-in-children

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :