Beranda > Artikel > Bagaimana Penyebaran Cacar Monyet?

Bagaimana Penyebaran Cacar Monyet?

penyebaran cacar monyet

Cacar monyet termasuk penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet ini merupakan bagian dari keluarga virus yang sama dengan virus variola, virus yang menyebabkan cacar. Penyebaran cacar monyet awalnya dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan seperti tupai, monyet, dan tikus yang terinfeksi virus monkeypox. 

Monkeypox menyebar dari orang ke orang melalui kontak erat, termasuk melalui kontak tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut, mulut ke kulit, dan kontak seksual. Untuk lebih mengenal apa itu virus cacar monyet serta proses penyebarannya, simak uraiannya di bawah ini.

Apa Itu Cacar Monyet Atau Monkeypox?

Cacar monyet termasuk ke dalam virus yang penyebarannya berasal dari hewan ke manusia atau disebut juga dengan zoonosis. Gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar biasa, meskipun secara klinis tidak terlalu parah. Oleh sebab itu, cacar monyet dianggap sebagai virus yang tidak terlalu berbahaya apabila dibandingkan dengan virus COVID-19.

Istilah cacar monyet pertama kali muncul pada tahun 1958 setelah kasus pertama didokumentasikan pada sekumpulan monyet yang sengaja dipelihara di laboratorium milik suatu instansi kesehatan untuk penelitian. Namun, monyet bukan pembawa utama penyakit ini, sebab virus ini ditemukan juga pada hewan lainnya, terutama hewan pengerat seperti tupai dan tikus. 

Cacar monyet pada manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Kongo pada seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Sejak saat itu, kasus cacar monyet banyak ditemukan di pedesaan dan daerah hutan hujan tropis di Kongo. Pada tahun-tahun berikutnya, kasus cacar monyet banyak dilaporkan dari seluruh Afrika Barat dan Tengah.

Pada pertengahan tahun 2022, kasus cacar monyet diidentifikasi dari berbagai negara non endemik. Hampir semua kasus cacar monyet pada orang di luar Afrika disebabkan oleh perjalanan internasional ke negara-negara di mana virus ini berada atau melalui hewan impor. 

Baca Juga: Apa itu Skoliosis dan Cara Mengobatinya

Apa Gejala dari Cacar Monyet?

Gejala awal cacar monyet sama dengan cacar air yang disebabkan oleh infeksi virus, yaitu memunculkan gejala mirip penyakit flu. Orang yang terinfeksi virus ini akan menunjukkan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah terpapar. 

Masa inkubasi virus cacar monyet berkisar antara 6-13 hari. Inkubasi merupakan periode ketika virus belum aktif memperbanyak diri di dalam tubuh.

Menurut World Health Organization (WHO), kemunculan gejala cacar monyet terbagi ke dalam dua periode, yaitu periode invasi dan periode erupsi kulit. Berikut penjelasannya.

1. Periode Invasi

Periode invasi terjadi setelah 0-5 hari sejak seseorang terinfeksi virusnya pertama kali. Saat masa invasi ini, tubuh  akan menunjukkan beberapa gejala di bawah ini:

  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit punggung
  • Nyeri otot
  • Lemas 

Pembengkakan kelenjar getah bening menjadi gejala pembeda antara virus cacar monyet dengan virus cacar lainnya. Cacar yang disebabkan virus non variola tidak menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Baca Juga: Cara Melakukan Perawatan Rambut Rontok

2. Periode Erupsi Kulit

Periode erupsi kulit terjadi setelah tubuh yang terpapar virus menunjukkan gejala demam, biasanya terjadi dalam waktu 1-3 hari. Gejala utama pada fase erupsi kulit yaitu munculnya ruam pada area wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam yang terbentuk biasanya diawali dengan bintik-bintik hingga berubah menjadi vesikel, yaitu lepuhan kulit yang berisi cairan. Ruam ini akan mengering dalam waktu sepuluh hari hingga membentuk kerak di kulit. Kerak ini kemudian akan mengelupas dengan sendirinya dalam kurun waktu kurang lebih tiga minggu. 

Personal Health Record Carevo

Bagaimana Proses Penyebaran Cacar Monyet?

Di Afrika, penularan cacar monyet dari hewan ke manusia diketahui terjadi melalui kontak sehari-hari dengan monyet, tupai, dan tikus. Sedangkan, kasus penyebaran cacar monyet antar manusia terjadi melalui kontak secara langsung dengan orang yang terinfeksi virus tersebut. Simak proses penyebaran virus cacar monyet di bawah ini.

1. Kontak dengan Hewan yang Sakit

Beberapa hewan yang bisa menyebarkan virus cacar monyet selain hewan pengerat dan monyet, yaitu kelinci, anjing, landak, dan rusa. Anda bisa terpapar virus ini dari hewan tersebut, terutama ketika hewan itu mencakar atau menggigit. Untuk menghindari virus cacar monyet dari hewan, hindari kontak dengan hewan liar, apalagi hewan tersebut sakit atau mati.

2. Kontak Erat dengan Penderita Cacar Monyet

Virus cacar monyet dapat menular ketika Anda bertemu dan berkontak erat dengan penderita cacar monyet. Penyebarannya dapat terjadi ketika Anda bertatap muka, bersentuhan kulit, berciuman, dan berhubungan seksual. 

Mengapa bertatap muka saja dapat menularkan virus cacar monyet? Sebab, cacar monyet dapat menular melalui cairan pernapasan. Meski begitu, WHO menyatakan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi penularan virus cacar monyet melalui udara.

Virus cacar monyet dapat menular melalui luka pada tubuh penderita, sebab itu Anda dianjurkan tidak bersentuhan kulit dan melakukan hubungan seksual dengan mereka. Luka cacar monyet dapat menular ketika kondisinya sudah berkerak dan terbentuk lapisan baru di bawahnya.

Baca Juga: Penyakit Jaundice: Ciri-Ciri, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

3. Menyentuh Barang Penderita Cacar Monyet

Virus cacar monyet dapat tertinggal pada barang-barang yang digunakan penderita, seperti handuk, pakaian, seprai, tempat tidur secara keseluruhan, dan berbagai barang lainnya yang terkontaminasi virus tersebut. 

Jika Anda hendak menyentuh barang penderita cacar monyet dengan alasan untuk dibersihkan, sebaiknya menggunakan sarung tangan medis untuk menghindari terjadinya penularan.

Demikian informasi mengenai proses penyebaran cacar monyet beserta gejalanya. Mengetahui penyebaran dan gejala virus dari cacar monyet merupakan hal yang penting, supaya Anda dapat sesegera mungkin menghindarinya. 

Mengingat di pertengahan tahun ini, cacar monyet telah menjadi wabah baru setelah COVID-19. Selalu jaga kesehatan Anda dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

Article Reviewed by:

dr. Mikhael Yosia

dr. Mikhael Yosia

dr. Mikhael menyelesaikan studi dokter umumnya di Universitas Indonesia dan University of Melbourne di Australia. Ia juga mendapatkan gelar Diploma of Tropical Medicine and Hygiene dari Royal College of Physician UK.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics