Beranda > Artikel > Cara Melakukan Perawatan Rambut Rontok

Cara Melakukan Perawatan Rambut Rontok

Artikel Carevo Cara Melakukan Perawatan Rambut Rontok

Kerontokan rambut sering dialami oleh semua orang di berbagai kalangan. Kerontokan dapat terjadi di kepala, maupun bagian tubuh berambut lainnya. Kerontokan dapat bersifat sementara maupun permanen, dapat disebabkan oleh karena faktor turunan, perubahan hormon, kondisi kesehatan tertentu, maupun ciri – ciri normal dari penuaan. Namun kerontokan dapat menimbulkan kekhawatiran pada beberapa orang. Berdasarkan penyebabnya, kerontokan dapat diatasi dengan berbagai cara yang berbeda, dengan tujuan menguatkan ataupun membantu menumbuhkan rambut.

Baca juga: Mengenal Penyakit Aloplecia Atau Kebotakan Rambut

 

Personal Health Record Carevo

 

Apa Ciri – Ciri Rambut Rontok? 

Kerontokan rambut dapat menimbulkan gejala yang berbeda – beda, tergantung penyebabnya. Kerontokan dapat terjadi mendadak maupun perlahan, serta hanya terjadi pada rambut kepala, ataupun pada seluruh tubuh. 

1. Penipisan Rambut Perlahan 

Gejala ini paling sering dialami, dan dapat terjadi pada semua orang di berbagai usia. Pada laki – laki umumnya dimulai dari kemunduran garis rambut di dahi, sedangkan pada perempuan seringkali berup meluasnya bagian tertentu pada rambut, termasuk mundurnya garis rambut pada dahi. 

2. Kebotakan Berbentuk Bulat pada Area – area Tertentu 

Hal ini dapat terjadi pada kepala, janggut, maupun alis. Gejala ini juga dapat diikuti dengan gejala gatal dan nyeri pada kulit sebelum rontoknya rambut. 

3. Kerontokan yang Mendadak 

Syok fisik dan emosional dapat menyebabkan kerontokan rambut yang mendadak. Seringkali dirasakan saat Anda menyisir ataupun mencuci rambut dan menemukan segenggaman rambut rontok.  

4. Kerontokan Rambut pada Seluruh Tubuh 

Beberapa kondisi kesehatan dan pengobatan tertentu, misalnya pada kemoterapi dapat menyebabkan kerontokan rambut pada seluruh tubuh Anda. Namun pada umumnya rambut dapat tumbuh kembali. 

5. Kebotakan berupa Patches yang Tersebar di Seluruh Kulit Kepala 

Gejala ini merupakan tanda dari ringworm. Umumnya disertai juga dengan gejala rambut mudah patah, kemerahan, bengkak, dan terkadang disertai keluarnya cairan pada kulit kepala.

Baca juga: Cara Menumbuhkan Rambut Botak

 

Penyebab Kerontokan Rambut yang Berelebihan 

Seperti kulit dan kuku, rambut juga memiliki siklus bertumbuh dan istirahat. Terdapat 3 fase dalam siklus rambut, yaitu fase anagen, yaitu ketika rambut pada kulit kepala Anda sedang bertumbuh. Dalam fase ini, rambut bertumbuh sekitar 1 – 2 cm per bulan. 90% rambut Anda sedang dalam fase anagen secara bersamaan. Fase anagen akan berlangsung selama 2 – 5 tahun. 

Fase kedia ialah fase katagen, fase dimana perumbuhan rambut terhenti. 1 – 3% rambut Anda berada pada fase ini secara bersamaan. Fase katagen akan berlangsung selama 2 – 3 minggu. 

Fase ketiga ialah fase telogen, yaitu fase istirahat yang berlangsung selama 1 – 4 bulan. Sekitar 10% rambut Anda akan mengalami fase ini secara bersamaan. Pada fase telogen inilah terjadi kerontokan rambut. Hal ini normal terjadi sebelum dimulai siklus anagen yang baru. Namun bila terjadi gangguan pada siklus rambut, akan terjadi kerontokan rambut yang berlebihan. Kerontokan berlebihan dapat disebabkan oleh beberapa faktor: 

 

1. Alopecia Areata 

Alopecia areata merupakan penyakit autoimun, dimana sistem imun salah mengenali lawannya, sehingga kulit Anda dianggap benda asing, dan sistem imun akan menghasilkan antibody untuk menyerang folikel rambut, menyebabkan folikel rambut berhenti memproduksi rambut. Kondisi ini akan menyebabkan kerontokan yang mendadak, dan menyebabkan suatu lesi di kulit kepala yang berbentuk bulat seperti koin atau lebih besar, dengan permukaanya yang sangat halus. Kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga, dapat menyerang anak – anak maupun dewasa, namun paling sering terjadi pada usia di bawah 20 tahun. 

2. Telogen Hair Loss 

Kelainan ini dinamakan juga Telogen Effluvium, suatu kondisi dimana kerontokan terjadi melebihi 500 helai per harinya. Rambut Anda “dipaksa” untuk memasuki fase telogen terus menerus, sehingga terjadi kerontokan yang berlebihan. Kelainan ini dapat disebabkan oleh: 

  • Setelah melahirkan 
  • Infeksi berat 
  • Pennyakit tiroid 
  • Rendahnya kadar zat besi 
  • Penurunan berat badan berlebihan dan malnutrisi 
  • Perdarahan berlebihan 
  • Operasi besar dan penyakit kronis  
  • Stres 
  • Kurangnya asupan protein  
  • Penurunan berat badan yang terlalu cepat 
  • Kurang asupan zinc 
  • Obat – obatan, misalnya penggunaan beberapa jenis alat kontrasepsi, penggunaan antikoagulan, dan antikonvulsan 

3. Anagen Hair Loss 

Kelainan ini dinamakan juga Anagen Effluvium, yaitu ketika rambut Anda berada pada fase anagen namun tidak dapat bertumbuh. Hal ini dapat terjadi tiba – tiba dan seringkali disebabkan oleh: 

  • Pengobatan kanker seperti kemoterapi, radioterapi, ataupun obat – obatan lain yang bertujuan menekan sistem imun 
  • Short Anagen Syndrome, suatu kondisi yang diturunkan, dimana rambut tidak dapat bertambah panjang.  

4. Trikotilomania 

Gangguan ini dikenal juga dengan nama hair-pulling disorder, merupakan gangguan kebiasaan yang seringkali dialami oleh remaja. Gangguan ini berhubungan dengan kondisi kesehatan mental lain seperti obsessive compulsive disorder (OCD), depresi, dan kecemasan. Kondisi ini menyebabkan seseorang untuk menarik paksa rambutnya sehingga mengakibatkan kerontokan rambut yang berlebihan. 

5. Kondisi Kulit 

Kondisi kulit dapat mempengaruhi kulit kepala dan menyebabkan kerontokan. Misalnya pada dermatitis seboroik, psoriasis, liken planus, discoid lupus erythematosus, tinea kapitis, dan impetigo. Namun biasanya disertai gejala lain seperti kemerahan pada kulit, bitnik kemerahan, dan rasa gatal. 

6. Traumatic Hair Loss 

Hal ini disebabkan oleh penggunaan produk rambut seperti relaxer, straightenr, sisir panas, dll. Selain itu dapat juga disebabkan oleh stres fisik yang terus menerus misalnya karena menggunakan tight rollers, atau seringkali mengikat dan mengepang rambut terlalu kencang. Bila dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan kerontokan rambut yang permanen. 

7. Infeksi Menular Seksual 

Bila infeksi menulaar seksual dibiarkan tanpa diobati, maka juga dapat menyebabkan kerontokan rambut, misalnya pada penyakit sifilis yang dapat menyebabkan kebotakan berupa bercak – bercak pada kulit kepala, alis, janggut, dan bagian lain.

 

Cara Melakukan Perawatan Rambut Rontok 

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan diagnosis dan terapi yang tepat sesuai dengan permasalahan yang sedang Anda alami. Selain itu, Anda juga dapat melakukan penanganan mandiri di rumah. Simak cara – cara berikut ini. 

1. Terapi Minoxidil 

Minoxidil digunakan pada kepala, umumnya 1-2x per hari. Minoxidil dapat membantu menstimulasi pertumbuhan rambut dan membantu mencegah kerontokan lebih lanjut. Minoxidil akan lebih efektif bila digunakan bersamaan dengan terapi kerontokan lain. Umumnya pengobatan dengan minoxidil membutuhkan waktu 3 – 6 bulan. 

2. Laser at-home 

Alat ini dapat Anda temukan di pasaran, selain itu Anda juga dapat menggunakan sisir untuk mengurangi rambut rontok.  

3. Microneedling 

Alat microneedle memiiliki ratusan jarum berukuran kecil. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan microneedling dapat menstimulasi pertumbuhan rambut. Cara ini akan lebih efektif bila digabungkan dengan terapi minoxidil. 

Cara lain adalah dengan melakukan beberapa prosedur untuk pertumbuhan rambut seperti injeksi kortikosteroid, melakukan transplantasi rambut, terapi laser oleh dokter, serta PRP (Platelet rich plasma). 

Baca juga: Manfaat Teh Hitam untuk Kesehatan Rambut

 

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.  

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

 

Bibliography 

HAIR LOSS: DIAGNOSIS AND TREATMENT. (n.d.). Retrieved from American Academy pf Dermatology Association: https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/treatment/diagnosis-treat 

Hair Loss. (2022, March 26). Retrieved from Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926 

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics