Beranda > Artikel > Perbedaan Vaksin Sinovac dan Moderna yang Perlu Diketahui

Perbedaan Vaksin Sinovac dan Moderna yang Perlu Diketahui

perbedaan vaksin sinovac dan moderna

COVID19 merupakan penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2. Hingga 13 Februari 2022 kasus COVID19 di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 400 juta kasus dengan 74 juta kasus aktif (masih terinfeksi) dan menyebabkan 5,8 juta kematian. Di Indonesia sendiri total kasus COVID19 mencapai 4,7 juta kasus, dengan 300 ribu lebih kasus aktif dan 145 ribu kematian. COVID19 tidak hanya menyebabkan dampak kesehatan yang serius namun juga menyebabkan dampak ekonomi. Tingkat pengangguran meningkat dan beberapa usaha mengalami gulung tikar. Karena banyak nya dampak yang ditimbulkan WHO dan pemerintah seluruh dunia berusaha untuk sesegera mungkin mengakhiri pandemi. Salah satu caranya dengan mempercepat vaksinasi.

Vaksinasi merupakan program kritikal untuk mengakhiri pandemi COVID19 dan diharapkan dapat didistribusikan merata di seluruh dunia. Pemerintah Indonesia hingga pertengahan bulan Februari 2022 telah menyuntikan lebih dari 300 juta dosis vaksin, yang terbagi dalam vaksin dosis pertama dan kedua, termasuk vaksin yang diperuntukan sebagai booster ketiga. Dengan merebaknya COVID19 varian omicron membuat program vaksinasi semakin dipercepat.

Vaksin COVID19 bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap virus. Antibodi ini memberikan perlindungan yang baik untuk mencegah penyakit yang berat, mengurangi risiko rawat inap dan kematian.

Ada beberapa tipe vaksin yang saat ini digunakan di dunia, yaitu:

  1. Virus yang inaktif/dilemahkan, sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit namun dapat membentuk respon kekebalan. Contoh : Sinovac dan Sinopharm.
  2. Protein virus. Vaksin berisi bagian/menyerupai protein virus, yang dapat dikenali tubuh untuk membentuk antibodi/kekebalan. Contoh : Novavax.
  3. Vektor virus. Vaksin jenis ini menggunakan pembawa (vektor) virus yang berisi materi genetik virus COVID-19. Setelah disuntikkan, sel tubuh akan membentuk protein virus COVID-19 untuk membentuk kekebalan. Contoh : AstraZeneca.
  4. mRNA virus. RNA merupakan materi genetik virus yang dapat merangsang sel tubuh membentuk protein virus, yang kemudian akan dikenali sebagai ‘musuh’ dan membentuk kekebalan. Contoh : vaksin buatan Pfizer dan Moderna.

Di Indonesia keempat jenis vaksin tersebut sudah mendapatkan persetujuan BPOM. Vaksin di Indonesia diawali dengan menggunakan vaksin Sinovac, disusul dengan vaksin-vaksin jenis lainnya termasuk Moderna.

Beberapa perbedaan antara kedua vaksin tersebut:

  Sinovac (CoronaVac)  Moderna (Spikevax)
Asal negara Tiongkok Amerika Serikat
Bahan aktif Virus SARS-CoV-2 inaktif m-RNA (materi genetik virus)
Penyimpanan 2-8oC -50o sampai -15oC
Efikasi (kemampuan vaksin mencegah penyakit) 51-65% untuk melindungi dari COVID-19 yang bergejala dan 85% mengurangi kebutuhan pasien untuk rawat inap (gejala sedang-berat) 94,1% terhadap COVID-19 dan 99-100% terhadap COVID-19 berat
Dosis primer Dua kali penyuntikan dengan jarak 14-28 hari Dua kali penyuntikan dengan jarak 28 hari (1 bulan)
Dosis booster (ketiga) 6 bulan dari vaksin kedua 6 bulan dari vaksin kedua
Efikasi terhadap varian omicron Belum ada data 50% setelah 6 bulan dari vaksin kedua, 75% setelah dosis ketiga dan 80-90% untuk mencegah rawat inap (gejala sedang-berat)
Efek samping Nyeri di sekitar tempat suntikan, demam Demam, nyeri lengan, nyeri kepala
Usia penerima vaksin 5 tahun ke atas 18 tahun ke atas
Vaksin pada ibu hamil Ya, usia kehamilan 13-33 minggu Ya, usia kehamilan 13-33 minggu

Beberapa calon penerima vaksin yang memiliki komorbid (penyakit sebelumnya) seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes), autoimun, gagal ginjal, gagal jantung, kanker, memiliki riwayat alergi dan penyakit lainnya harus berkonsultasi dahulu dengan dokter/petugas sebelum menerima vaksin.

Vaksin merupakan salah satu cara pencegahan COVID19, namun tidak berarti dengan mendapatkan vaksin COVID19 (apapun jenisnya) seseorang menjadi kebal 100% terhadap virus ini. Pencegahan utama tetap harus dilakukan yaitu protokol kesehatan 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan hand sanitizer/sabun, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid yang Patut Dipahami

 

Referensi

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (n.d.). Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

CDC. (2022a, January 11). COVID-19 Vaccines for Children and Teens. CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations/children-teens.html

CDC. (2022b, January 25). How Vaccines Work. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/how-they-work.html

ModernaTX, I. (2022). Fact Sheet For Healthcare Providers Administering Vaccine (Vaccination Providers) Emergency Use Authorization (Eua) Of The Moderna Covid-19 Vaccine To Prevent Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). https://www.fda.gov/media/144637/download

Sakay, Y. N. (2022, January 7). By the Numbers: COVID-19 Vaccines and Omicron. Healthline. https://www.healthline.com/health-news/by-the-numbers-covid-19-vaccines-and-omicron

Satgas COVID-19. (2022, February 12). Situasi COVID-19 di Indonesia.

WHO. (2022a, January 5). The Moderna COVID-19 (mRNA-1273) vaccine: what you need to know. WHO. https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-moderna-covid-19-mrna-1273-vaccine-what-you-need-to-know

WHO. (2022b, January 5). The Sinovac-CoronaVac COVID-19 vaccine: What you need to know. WHO. https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-sinovac-covid-19-vaccine-what-you-need-to-know

WHO. (2022c, January 24). Coronavirus disease (COVID-19): Vaccines. WHO. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics