Beranda > Artikel > Yuk, Kenali Susunan Saraf Kranial dan Fungsinya!

Yuk, Kenali Susunan Saraf Kranial dan Fungsinya!

Saraf kranial berperan besar dalam menunjang fungsi pancaindra dan gerakan otot. Selain hal tersebut, apa saja sih fungsinya? Yuk mari kita cari tahu di sini.

Seluruh aktivitas manusia dikendalikan oleh jutaan saraf yang berpusat di otak. Salah satunya saraf kranial yang mendukung seluruh indra dan pergerakan tubuh. Faktanya, jenis saraf ini harus dilatih agar bisa bekerja secara maksimal. Mari kita pahami tentang saraf kranial dan fungsinya di artikel Carevo ini.

Susunan Saraf Kranial dan Fungsinya

Saraf kranial merupakan kumpulan dua belas saraf yang seluruhnya terletak di otak. Saraf ini menghubungkan otak ke bagian kepala dan leher yang berbeda.

Fungsi saraf kranial selalu berkaitan dengan kemampuan indra atau motorik manusia. Kemampuan indra alias sensorik dari saraf kranial membantu manusia agar bisa melihat, mendengar, dan mencium. Untuk kemampuan motorik, saraf kranial mengendalikan pergerakan otot yang terdapat di bagian kepala dan leher. Ada pula saraf kranial yang mampu menjalankan kedua fungsi tersebut secara bersamaan.

Setiap saraf dalam saraf kranial memiliki namanya masing-masing sesuai fungsinya. Nama-nama saraf tersebut diberi tanda berupa angka Romawi, yakni I-XII. Urutan angkanya disusun berdasarkan lokasi setiap sarafnya, mulai dari bagian depan hingga belakang otak.

Apa saja dua belas bagian saraf kranial beserta fungsinya? Bacalah penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Saraf Penciuman

Saraf penciuman (olfactory nerve) mengirimkan informasi tentang indra penciuman manusia ke otak. Ketika manusia mencium sebuah aroma, reseptor penciumannya bekerja bersama saluran hidung. Terakhir, otak merekam rangsangan tersebut sebagai memori dan notasi aroma yang berbeda.

Baca Juga: Mengapa Dada Terasa Sesak? Mungkin Akibat 5 Kondisi Ini

2. Saraf Optik

Saraf ini berkaitan dengan penglihatan manusia. Cahaya yang masuk ke mata mengenai retina, kemudian menyentuh fotoreseptor. Fotoreseptor ini mengubah cahaya yang masuk menjadi informasi visual yang diterima ke otak.

3. Saraf Okulomotor

Pergerakan otot area mata, seperti bola mata dan kelopak mata atas, diatur oleh saraf okulomotor. Fungsi khusus saraf ini adalah mengatur lebar-sempitnya pupil tergantung terang atau gelapnya cahaya yang masuk ke mata. Selain itu, lensa mata juga diatur agar bisa melihat benda yang jauh atau dekat.

4. Saraf Troklearis

Fungsi saraf troklearis sama seperti saraf okulomotor, yakni mengatur pergerakan mata. Perbedaannya, saraf ini mengatur otot oblik superior kontralateral agar bola mata bisa bergerak ke bawah dan ke dalam.

Personal Health Record

5. Saraf Trigeminal

Ini adalah saraf kranial terbesar di otak dan memiliki fungsi sensorik serta motorik secara bersamaan. Fungsi motorik saraf trigeminal berperan dalam pergerakan gigi agar bisa mengunyah dan menggertak. Fungsi sensoriknya adalah menyalurkan rangsangan ke seluruh bagian wajah, mulai dari mata, hidung, hingga gigi dan lidah.

6. Saraf Abdusen

Saraf ini juga berperan dalam mengatur pergerakan mata. Bedanya, saraf abdusen membantu mata agar bisa menatap lebih jauh.

7. Saraf Wajah

Saraf wajah menjalankan fungsi sensorik dan motorik secara bersamaan. Kemampuan ekspresi wajah serta rangsangan indra perasa merupakan dua fungsi saraf wajah yang dialami sehari-hari.

Baca Juga: Ketahui Cara Menenangkan Saraf Gigi yang Sakit

8. Saraf Vestibulokoklearis

Saraf kedelapan berguna untuk menjaga keseimbangan dan pendengaran manusia. Saraf vestibulokoklearis merupakan gabungan dari saraf vestibular dan koklea. Saraf vestibular berkaitan dengan keseimbangan tubuh, sedang saraf koklea berfungsi untuk pendengaran.

9. Saraf Glosofaringel

Kesembilan, ada saraf glosofaringeal yang menerima informasi dari bagian telinga, lidah, dan tenggorokan. Saraf ini sama-sama menjalankan fungsi sensorik dan motorik. Fungsi sensoriknya adalah menerima rangsangan dari tenggorokan, tonsil, dan bagian bawah lidah. Fungsi motorik saraf ini membuat otot tenggorokan mampu melebar dan menyempit.

10. Saraf Vagus

Fungsi sensorik dan motorik saraf vagus berkaitan dengan telinga dan tenggorokan. Fungsi sensoriknya yakni menerima indra dari bagian telinga, tenggorokan, jantung dan organ area perut. Pergerakan motorik yang diatur saraf ini adalah tenggorokan dan tekak.

Baca Juga: Pantangan Makanan untuk Neuropati

11. Saraf Aksesori

Saraf aksesori ini hanya memberikan fungsi motorik terhadap otot sekitar leher. Manusia bisa memutar dan melenturkan lehernya karena saraf ini. Bagian kranial saraf ini dikombinasikan dengan saraf vagus.

12. Saraf Hipoglosal

Terakhir, ada saraf hipoglosal yang mengatur pergerakan otot lidah. Gangguan pada saraf ini bisa menyebabkan kelumpuhan lidah sehingga tidak bisa digerakkan.

Cara Melatih Fungsi Saraf Kranial

Saraf kranial perlu dilatih agar bekerja secara maksimal. Biasanya, latihan saraf kranial dilakukan saat seseorang mengalami fungsi saraf. Namun, tidak ada salahnya Anda melatih fungsi saraf kranial sedari dini untuk merangsang kerjanya.

Berikut ini kami sajikan cara melatih fungsi saraf kranial yang bisa Anda coba di rumah.

  1. Saraf Penciuman: Tutup salah satu lubang hidung, kemudian ciumlah bau-bauan di sekitar Anda.
  2. Saraf Optik: Latih ketajaman visual dengan grafik Snellen.
  3. Saraf Optik dan Okulomotor: Sorotkan cahaya ke mata untuk menguji penyempitan pupil.
  4. Saraf Okulomotor, Troklear, dan Abdusen: Latih pergerakan mata tanpa harus menggerakkan kepala.
  5. Saraf Trigeminal: Gerakkan rahang dan latih gertakan gigi.
  6. Saraf Wajah: Ciptakan ekspresi wajah apapun: mengangkat alis, menutup mata rapat-rapat, tersenyum, dan lain-lain.
  7. Saraf Vestibulokoklear: Latihan keseimbangan dan ketajaman pendengaran dengan garpu tala.
  8. Saraf Glosofaringel dan Vagus: Latihan mengunyah dan refleks di area leher.
  9. Saraf Aksesori: Latihan otot sekitar leher dan periksa massa otot di sekitarnya.
  10. Saraf Hipoglosal: Latihan pergerakan lidah dan artikulasi saat berbicara.

Anda tidak hanya mengetahui susunan saraf kranial dan fungsinya, tapi memahami cara melatihnya agar terus bekerja secara maksimal. Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

Sumber:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/326621 

https://www.physio-pedia.com/Cranial_Nerves

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics