Beranda > Artikel > Cara Melakukan Sauna yang Aman untuk Kesehatan

Cara Melakukan Sauna yang Aman untuk Kesehatan

Cara Melakukan Sauna yang Aman untuk Kesehatan

Apa itu Sauna?

Sauna merupakan suatu ruangan yang digunakan oleh orang – orang untuk relaksasi dalam uap panas. Berkeringat merupakan salah satu upaya yang banyak digunakan sebagai terapi. Selama ratusan tahun, Scandinavians menggunakan sauna untuk kebersihan, relaksasi, dan upaya penurunan berat badan. Di Dinland, sauna merupakan tradisi yang dilakukan untuk relaksasi dan rekreasi.

Sauna digunakan untuk memicu proses berkeringat, menggunakan uap panas. Yang dihasilkan dari batu panas agar meningkatkan temperatur ruangan hingga 90.5C dengan kelembapan yang sangat rendah.

Terdapat beberapa jenis sauna, berdasarkan sumber panasnya, yaitu:

  1. Sauna wood burning: Kayu digunakan untuk memanaskan suhu ruangan dan batu sauna. Sauna wood burning umumnya memiliki kelembapan yang rendah dan suhu yang tinggi
  2. Sauna electrically heated: Sauna jenis ini juga memiliki kelembapan yang rendah serta suhu yang tinggi. Pemanas listrik diletakkan dan tertempel pada lantai, memberikan panas pada ruangan sauna
  3. Sauna Infrared room: Sauna ini menggunakan gelombang cahaya untuk memanaskan tubuh seseorang, bukan seluruh ruangan. Suhu ruangan lebih rendah dari jenis sauna yang alin, namun orang akan berkeringat sama banyaknnya dengan sauna yang lain. Temperatur ruangan sekitar 60C.
  4. Sauna steam room: Sauna ini menggunakan panas yang memiliki kelembapan tinggi.

 

Manfaat Sauna bagi Kesehatan

Ketika memasuki ruangan sauna, suhu pada kulit akan meningkat, denyut jantung meningkat, dan pembuluh darah akan lebih melebar. Hal tersebut terjadi karena jantung memompa lebih banyak darah. Kemmudian Anda akan berkeringat. Inilah manfaat sauna bagi kesehatan:

 

1. Relaksasi

Denyut jantung yang bertambah cepat disertai pembuluh darah yang melebar akan menyebabkan peningkatan aliran darah ke kulit. Sauna juga bermanfaat untuk sirkulasi darah. Sistem sarah simpatik akan menjadi aktif untuk menjaga suhu tubuh yang seimbang, kelenjar endokrin akan terlibat juga akibat respon tersebut. Reaksi tubuh terhadap panas akan membuat rasa nyeri berkurang dan membuat Anda merasa lebih relaks. Panas tersebut membantu relaksasi otot, termasuk pada area wajah dan leher.

 

2. Mengurangi rasa nyeri

Pembuluh darah yang melebar akan menyebabkan meningkatnya aliran darah sehingga mengurangi tegangan pada sendi dan otot. Sauna dapat mengurangi nyeri dan kaku pada arthritis.

 

3. Mengurangi stres

Panas di dalam ruangan yang membantu kelancaran sirkulasi juga memberikan relaksasi, sehingga dapat membantu mengurangi stres.

 

4. Meningkatkan kesehatan jantung

Temuan pada 9 penelitian mengenai terapi sauna untuk penyakit jantung kongestif menunjukkan adanya perubahan radio kardiotorakal, diaman teredapat penurunan ukuran jantung dan klasifikasi NYHA (New York Heart Association) yang membaik selama melakukan terapi sauna selama 2 minggu. Penelitian lain menunjukkan bahwa terapi sauna selama 3 minggu dengan menggunakan infrared memberikan peningkatan pada skoringn defek reversible pada skan perfusi miokardium.

 

5. Mengurangi masalah kulit

Sauna dapat menyebabkan kulit manjadi lebih kering, namun hal ini bermanfaat bagi penderita psoriasis. Namun hati – hati pada penderita dermatitis atopi karena akan memperburuk gejala.

 

6. Mengurangi gejala Asma

Gejala pada pasien asma dapat berkurang dengan melakukan sauna. Udara panas dalam sauna dapat membuka jalan napas, mengurangi kekentalan dahak, dan mengurangi stres.

Baca juga: Manfaat Olahraga Sebelum Tidur

 

Cara Melakukan Sauna yang Aman

Inilah cara melakuka sauna yang benar:

  1. Apabila Anda baru selesai berolahraga, mandi dahulu sebelum Anda masuk ke ruang sauna.
  2. Masuk dan keluar ruang sauna dengan cepat kerena ruang sauna ialah ruangan airtight, dengan tujuan menjaga panas di dalamnya. Membuka pintu terlalu lama akan mengurangi panas dalam ruangan.
  3. Duduk pada tempat yang disediakan, Anda dapat melapisinya dengan handuk
  4. Temperatur ruangan dapat diatur dengan menambahkan air ke dalam batu sauna. Anda juga dapat mengatur posisi Anda duduk untuk temperatur yang Anda inginkan
  5. Hindari berkomunikasi di dalam, karena sauna dibuat untuk relaksasi
  6. Bila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada Dokter sebelum melakukan sauna.
  7. Jangan gunakan ruang sauna bila Anda sedang sakit
  8. Minum setidaknya satu gelas penuh air sebelum dan sesudah menggunakan ruangan sauna, untuk mencegah dehidrasi
  9. Jangan minum alkohol sebelum, saat, dan sesudah menggunakan ruang sauna
  10. Hindari makan dalam porsi besar sebelum menggunakan ruang sauna
  11. Menurut rekomendasi American Journal of Public Health, jangan duduk di dalam ruang sauna lebih dari 10 – 15 menit per kali.
  12. Jangan tidur di dalam ruang sauna
  13. Segera keluar dari ruang sauna bila Anda merasa pusing dan sakit       

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

 

Bibliography

Cafasso, J. (2016, December 18). Are Saunas Good for You? Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/are-saunas-good-for-you

Pietro, r. D. (2019, June 17). What are the benefits and risks of a sauna? Retrieved from Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/313109#what-is-a-sauna

Hussain, J. (2018). Clinical Effects of Regular Dry Sauna Bathing: A Systematic Review . Bethesda: Hindawi.

Laukkanen, J. A. (2018). Cardiovascular and Other Health Benefits of Sauna Bathing: A Review of the Evidence. Mayo Clinic.

Whelan, C. (2019, January 7). How and Why to Use a Sauna. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/how-to-use-a-sauna

Press, E. (1991). The Health Hazards of Saunas and Spas and How to Minimize Them. American Journal of Public Health.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics