Segala Tentang “Penyakit Kejang” yang Harus Anda Ketahui

penyakit kejang

Pernahkah anda mengalami kondisi badan kejang diiringi dengan gejala sakit lainnya? Sebelum anda khawatir akan segala kemungkinan penyakit yang anda alami, berikut adalah penjelasan secara medisnya.

Apa itu penyakit kejang?

Penyakit ejang adalah kondisi tubuh yang terjadi akibat gangguan aktivitas listrik di neuron atau sel-sel saraf otak. Pelepasan muatan listrik yang berlebihan akan mengganggu komunikasi antar sel saraf di otak sehingga pengaturan kordinasi tubuh mengalami gangguan, tergantung dari lokasi dan luas sel-sel saraf otak yang terganggu.

Bagaimana mengenali seseorang yang sedang terkena penyakit kejang?

Kejang yang terjadi tidak hanya terlihat sebagai kaku kelojotan seluruh tubuh, melainkan dapat pula dalam berbagai bentuk. Secara umum, berdasarkan luas lokasi gangguan di otak, jenis kejang dapat dibedakan menjadi kejang umum dan kejang parsial. Kejang umum contohnya seperti seluruh badan menjadi kaku, adanya gerakan kelojotan pada leher, wajah dan lengan atau tiba-tiba jatuh. Pada kondisi ini seseorang yang kejang tidak sadar dengan mata terbuka dan mendelik ke atas.

Sementara itu, kejang parsial terbagi dua yaitu yang sederhana dan kompleks, kejang parsial sederhana yaitu kejang tanpa disertai kehilangan kesadaran seperti tangan tersentak-sentak di luar kendali, perut berkedut-kedut ataupun perasaan takut tiba-tiba. Sedangkan kejang parsial yang kompleks dimana seseorang akan kehilangan kesadaran seperti pasien tiba-tiba bengong dan tatapan kosong, mulut mengecap-ngecap, pasien menggosok-gosokkan tangan namun tidak dalam kondisi sadar.

Mengapa bisa terjadi kejang?

Kejang merupakan tanda adanya kelainan di dalam tubuh, baik yang terjadi di dalam otak ataupun di laur otak, baik yang sifatnya sementara maupun yang permanen.

Kelainan yang sering terjadi yang dapat menyebabkan terjadinya kejang adalah kejang demam (umumnya pada anak usia 6 bulan – 5 tahun), epilepsi atau penyakit ayan, tumor otak, infeksi otak, gangguan cairan dan elektrolit, kekurangan oksigen, kadar gula darah yang rendah, preeklamsia (tekanan darah tinggi pada ibu hamil), stroke, cedera kepala dan keracunan obat.

Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi seseorang yang sedang kejang?

Jangan panik, lakukan penilaian waktu dan kondisi tubuh saat dan setelah kejang, amankan lingkungan dengan menjauhkan dari keadaan jatuh dan benda-benda yang membahyakan, longgarkan ikat pinggang dan kerah kemeja agar memudahkan pernapasannya, jangan memasukkan apapun ke dalam mulut karena dapat tergigit dan melukai rongga mulut bahkan bisa menutup jalan napas.

Khusus pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun yang disertai demam dapat diberikan obat anti kejang lewat pantat dan obat penurun panas. Kebanyakan kejang dapat berhenti dengan sendirinya kurang dari 5 menit, namun ada kalanya kejang terjadi dalam waktu yang cukup lama hingga lebih dari 15 menit.

Kapan harus ke dokter?

Bawa pasien ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit, kesadaran tidak kembali setelah kejang berhenti, kejang kedua berlangsung segera setelahnya dalam 24 jam, kejang yang pertama kali, adanya gangguan pernpasan yang ditandai dengan sesak dan biru saat kejang, kejang yang disertai kondisi lain seperti diabetes, kelumpuhan dan hamil.

Bila anda, keluarga atau kerabat anda memiliki gejala tersebut atau ingin berkonsultasi lebih jauh dengan dokter terkait dengan kejang, untuk booking dokter, gunakan Carevo sekarang.

Referensi:

Rekomendasi Penatalaksanaan Kejang Demam. Ismael, S et al. UKK Neurologi

IDAI. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta, 2016

Pedoman Tatalaksana Epilepsi. Kusumastuti, K. Gunadharma, S. Kustowati, E. Ed.

Kelompok Studi Epilepsi PERDOSSI. Airlangga University Press. Surabaya, 2014.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :