Beranda > Artikel > Seperti Inilah Cara Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar

Seperti Inilah Cara Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar

Pemberian ASI tentu sangat penting untuk seorang bayi baru lahir. Di suatu penelitian didapatkan bahwa ASI memberikan keuntungan bagi bayi penerimanya berupa proteksi dari berbagai macam infeksi seperti diare, infeksi saluran nafas, dan berbagai penyakit penyebab kematian bayi. Selain itu, ASI juga untuk mengoptimalkan kerja koloni bakteri baik di usus bayi.

Kandungan ASI

ASI memiliki tiga tingkatan, yaitu: kolostrum, transitional milk (air susu transisional), dan mature milk (air susu dewasa). Ketiga tingkatan ini sangat sesuai dengan kebutuhan bayi baru lahir, semuanya disesuaikan dengan hari setelah kelahiran bayi. Masing-masing mempunyai kandungan yang baik untuk bayi.

Cara menyusui yang baik dan benar

Pada awal menyusui bayi tidak dapat langsung menemukan posisi pas, terkadang harus beberapa kali supaya bayi kita dapat menemukan posisi yang baik. Kenapa harus dengan posisi yang baik? Posisi yang tidak nyaman atau tidak baik tentu akan membuat rasa tidak nyaman pada payudara, dari rasa tidak nyaman ini membuat ibu-ibu tidak mau menyusui bayinya.

Lalu bagaimana caranya supaya bayi kita dapat menyusu dengan baik? Berikut ini langkah-langkahnya, mari kita belajar bersama-sama:

1. Pastikan mulut bayi menutupi seluruh puting dan areola.

Posisi seperti ini akan membuat mulut, lidah, dan bibir bayi dapat merangsang keluar nya air susu dari kelenjar payudara. Perlu diingat bahwa mengisap saja tidak mampu untuk merangsang kelenjar payudara mengeluarkan air susu, justru dengan hanya mengisap dapat melukai puting payudara.

Supaya dapat melakukan posisi yang pas, inilah langkah-langkah yang dapat ibu-ibu lakukan:

  • Pegang bayi menghadap ke payudara, posisi bayi harus dalam posisi lurus, perut dan perut saling menempel, dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari batang tubuh. Tujuannya agar bayi dapat melakukan proses menelan secara baik.
  • Rangsang bibir bayi anda menggunakan puting payudara. Dengan demikian bayi akan membuka mulutnya.
  • Ketika bayi membuang wajahnya, usap dengan halus pipi bayi yang berada dekat dengan kulit anda, setelahnya bayi akan kembali menghadap anda.
  • Dekatkan bayi menuju ke payudara anda, saat mulutnya terbuka lebar. Jangan bersandar dan dorongkan payudara ibu menuju mulutnya. Lalu biarkan bayi perlahan mencari posisi berpegangan yang pas dan pastikan bayi dapat mengisap dengan baik.
  • Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, ibu harus memastikan juga posisi mengisap yang baik, yaitu dagu dan puncak hidung bayi menempel di payudara ibu. Kemudian bibirnya menguncup keluar, bukan masuk ke dalam. Bila posisinya masuk ke dalam berarti posisi mengisapnya tidak tepat maka harus segera diperbaiki.
  • Jika posisi tadi sudah baik, maka ibu dapat merasakan adanya pola hisap dan menelan yang konstan dan terus menerus, perhatikan gerakan ritmis dari pipi bayi, rahang, dan telinganya. Pada saat ada cairan susu yang keluar akan terdengar seperti bunyi menelan.

2. Berapa lama waktu yang tepat untuk menyusui?

Selama proses menyusui tidak ada patokan durasi tertentu. Bayi dapat menyusu sesuai keinginan, dengan rata-rata 20-30 menit untuk satu sesi menyusui.

Dalam satu proses menyusui, pastikan satu payudara ibu harus benar-benar kosong. Setelahnya ibu boleh mencoba menawarkan payudara sebelahnya, bila bayi menolak maka jangan dipaksakan. Di sesi selanjutnya baru tawarkan kembali payudara yang masih berisi.

Bagaimana kita mengetahui bahwa bayi sudah selesai minum? Ketika menjelang akhir makan, bayi biasanya akan melepaskan puting payudara secara sendiri, bila tidak kadang kita dapat melihat dari pola hisap-telan nya akan menurun. Dapat pula ditemukan bayi kembali tertidur setelah menyusu selesai.

3. Proses melepaskan puting payudara dari mulut bayi.

Setelah bayi tidak menyusu lagi, lepaskan puting secara perlahan dengan cara masukkan jari ibu (pastikan bersih) ke sudut mulut bayi anda atau bisa juga dengan dorongkan payudara anda ke sudut mulut bayi anda.

4. Seberapa sering kita harus menyusui bayi kita?

Semua proses menyusui bergantung pada keinginan bayi untuk minum. Dalam satu hari, biasanya bayi dapat minum sebanyak 10 – 12 kali atau berikan setiap dua jam agar lebih mudah diingat.

5. Tanda-tanda bayi haus atau lapar

Ada baiknya ibu mengenali tanda-tanda bahwa bayi haus atau lapar, berikut inilah tanda-tandanya:

  • Bayi akan secara otomatis mendekatkan mukanya menuju ke payudara ibu
  • Bayi akan membuka mulutnya secara otomatis ketika pipinya mendapat rangsangan halus, mengecap-ngecap dan segera mencari sumber minum terdekatnya.
  • Bayi menangis. Sebaiknya jangan menunggu hingga bayi menangis untuk menyusui karena pada saat ini sudah terlambat dan berisiko tersedak jika diberikan susu/ASI pada keadaan bayi sedang menangis

 

  1. Young B.E. (2017) Chapter 2: breastfeeding and human milk: short and long-term health benefits to the recipient infant. Woodhead Publishing Series in Food Science, Technology and Nutrition 2017 pages 25-53. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-100168-4.00002-1
  2. De Bellefonds C. (2020). Breastfeeding: basics and tips for nursing your baby. Retrieved from: https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/basics/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :