Beranda > Artikel > Serangan Jantung, Waspadai dan Kenali Gejalanya

Serangan Jantung, Waspadai dan Kenali Gejalanya

serangan jantung

Acute Coronary Syndrome atau yang lebih dikenal sebagai serangan jantung merupakan suatu kondisi yang sudah banyak dikenal awam dan seringkali ditemukan di masyarakat. Serangan jantung dapat terjadi ketika pembuluh darah yang memperdarahi otot jantung secara tiba-tiba tersumbat. Hal ini merupakan suatu kondisi emergensi dan perlu diberikan penanganan yang cepat dan tepat. Walaupun demikian, masih banyak orang yang belum cukup mengenal serta mengetahui apa yang perlu dilakukan ketika menjumpai penyakit serupa.

Sebanyak satu pertiga populasi dunia meninggal akibat penyakit jantung dimana 7.5 juta kematian diakibatkan karena penyakit jantung koroner yang berujung pada serangan jantung. Setiap tahunnya ditemukan sebanyak 1.8 juta kematian akibat serangan jantung. Di Indonesia, penyakit jantung koroner merupakan prevalensi tertinggi untuk penyakit Kardiovaskuler. Oleh karena angka kejadian yang tinggi, maka anda diharapakan agar lebih mengenal dan mewaspadai gejala dan tanda dari serangan jantung serta apa yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama pasien.

Tanda dan Gejala

Nyeri dada atau rasa tidak nyaman pada dada merupakan tanda khas yang umumnya muncul jika terdapat kelainan pada jantung. Namun, perlu diketahui beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan nyeri dada. Oleh karena itu, penting sekali bagi anda untuk mengetahui nyeri dada khas yang berasal dari jantung:

  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman yang dirasakan seperti ditekan benda berat, tertekan, kencang atau penuh yang menetap dan tidak dipengaruhi dengan pergerakan.
  • Nyeri dada tersebut menjalar ke satu atau kedua lengan, rahang kiri, lengan kiri, punggung atau perut.
  • Sesak nafas
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat banyak
  • Rasa pusing dan ingin pingsan
Siapa Saja yang Berisiko Tinggi?

Alangkah baiknya jika anda mengetahui serta menghindari faktor risiko penyebab serangan jantung agar anda terhindar dari penyakit ini. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya serangan jantung:

  • Kebiasaan merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolestrol yang tinggi
  • Kencing manis/ diabetes melitus
  • Jarang berolahraga
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Riwayat penyakit jantung dan stroke pada keluarga
  • Konsumsi makan-makanan yang tidak sehat dan bergizi khususnya makanan yang berlemak dan berminyak.
Komplikasi

Apabila tidak ditangani dengan tepat, beberapa komplikasi dapat terjadi. Berat ringannya komplikasi yang terjadi bergantung pada seberapa berat kerusakan otot jantung akibat kekurangan oksigen. Komplikasi yang terjadi dapat berupa gangguan listrik jantung, gagal jantung, pericarditis (infeksi dari pelapis jantung), gangguan katup jantung, gangguan pembekuan darah, henti jantung bahkan kematian.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika anda menemukan gejala dan tanda serupa pada saudara anda, teman atau kerabat anda, maka anda sebagai penolong harus bersikap tenang. Telepon bantuan rumah sakit atau membawanya langsung segera ke rumah sakit agar diberikan penolongan cepat dan tepat.

Mengingat kerusakan otot jantung bergantung pada seberapa lama jantung mengalami kekurangan oksigen, maka waktu dari kejadian sampai diberikan penangan harus dilakukan sesegera mungkin. Dengan melakukan hal ini, maka nyawa orang-orang tercinta dapat tertolong dan juga mengurangi komplikasi yang dapat terjadi.

Untuk itu, seringlah dengan rutin konsultasi kesehatan Anda. Minimal 6 bulan sekali, atau jika menemukan keresahan, Anda dapat berkonsultasi lebih dulu agar penyakit Anda dapat ditangani. Sekarang berkonsultasi online sudah dapat dilakukan dengan mudah. Simak apa keuntungan konsultasi dokter secara online.

 

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :