Beranda > Artikel > Sering Mengalami Nyeri Punggung, Berbahayakah?

Sering Mengalami Nyeri Punggung, Berbahayakah?

Mekanisme nyeri punggung

Nyeri punggung merupakan suatu permasalahan kompleks yang masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya. Ia memiliki berbagai mekanisme yang menyebabkan terjadinya rasa sakit pada penderita nya. Secara anatomi bagian punggung kita terdiri dari otot, tulang, serabut saraf, pembuluh darah, dan ligamen yang memungkinkan menjadi sumber munculnya rasa nyeri tersebut. Pada proses nya terjadi gangguan biomekanis dimulai dari bagian struktur celah sendi dan serabut saraf di sekitarnya, memunculkan mediator-mediator kimiawi yang diakhiri dengan kemunculan rasa nyeri. Gangguan biomekanis disebabkan oleh kemungkinan adanya kerusakan pada tulang-tulang belakang menimbulkan gangguan struktur tulang belakang.

Di dalam tubuh kita secara normal didapatkan banyak senyawa-senyawa kimiawi yang menimbulkan reaksi peradangan di daerah-daerah di tulang belakang, sehingga tubuh akan mengartikan nya sebagai suatu rasa nyeri. Berat ringan nya rasa nyeri bergantung pada faktor-faktor lain, seperti faktor psikologis (pengaruh stress, depresi, dan kecemasan). Kemudian selain faktor psikologis, faktor pekerjaan juga menentukan berat atau ringan nya rasa sakit tersebut. Nyeri yang dihasilkan ini berdampak pada produktivitas kerja seseorang. Sebagai contoh dalam sebuah sumber disebutkan pada tahun 2006 di Amerika Serikat, nyeri pinggang menyebabkan kerugian mencapai angka 100 milyar dollar, dan duapertiga nya disebabkan oleh gangguan produktivitas kerja.

Kelompok dewasa umumnya yang paling sering mengalami nyeri punggung. Karena nyeri punggung merupakan suatu gejala penyakit yang bersifat kompleks seringkali penanganan nya menjadi tidak tepat dan akhirnya memakan waktu yang lama, maka gejala nya menjadi bersifat kronik atau menahun.

Nyeri punggung dan kronik

Berdasarkan waktu, nyeri punggung dibedakan menjadi dua, yang pertama adalah nyeri punggung akut yang lama gejala nya dirasakan kurang dari enam minggu. Rasa nyeri akut umumnya disebabkan oleh spasme dari otot-otot yang ada di punggung. Berbeda dari nyeri akut, nyeri kronik berarti nyeri yang menetap selama lebih dari sama dengan tiga bulan. Kedua jenis nyeri ini bergantung pada berbagai macam faktor risiko dan tidak berdiri sendiri.

Kapan harus berkunjung ke dokter?

Nyeri punggung bisa menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memerlukan perhatian khusus dan tidak bisa dianggap remeh. Bahkan bisa jadi sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan penderitanya, berikut ini gejala-gejala yang harus diwaspadai ketika mengalami nyeri punggung:

  1. Nyeri yang bersifat tajam.

Nyeri yang bersifat tajam ini perlu diwaspadai karena bisa saja mengindikasikan adanya robekan pada otot, atau ligamen.

  1. Nyeri tidak hanya di satu tempat.

Nyeri tidak hanya di satu tempat atau lokal dimaksudkan ketika rasa nyeri yang dikeluhkan terasa menjalar ke bagian tubuh yang lain. Penjalaran nyeri dapat mengindikasikan kemungkinan ada nya penjepitan saraf. Umumnya penjalaran disertai dengan rasa kesemutan atau tingling.

  1. Kelemahan tiba-tiba pada tungkai bawah

Penjepitan pada saraf tulang belakang bisa juga menyebabkan kelumpuhan secara tiba-tiba, sehingga penderitanya merasakan lemas pada tungkai bawahnya. Yang perlu diperhatikan disini adalah kelemahan ekstremitas juga bisa menunjukkan gejala stroke, oleh karena itu memerlukan penanganan dan penjelasan dari dokter.

  1. Ketidak mampuan mengontrol berkemih ataupun buang air besar.

Nyeri punggung disertai dengan ketidakmampuan menahan kencing atau buang air besar mengindikasikan adanya gangguan saraf pada tulang belakang, baik karena penjepitan oleh tulang atau karena proses infeksi.

  1. Mati rasa disertai nyeri tertusuk jarum pada daerah bokong

Dalam istilah medis disebut saddle anesthesia. Penjepitan ini memerlukan tindakan segera karena bisa mengganggu berkemih yang bisa berbahaya bagi tubuh.

Referensi

  • Ashok B and Gunnar B.J. Low back pain: pathophysiology and management. (2004). Journal of the American Academy of Orthopaedic Surgeons
  • Allegri M, et al. Mechanisms of low back pain: a guide for diagnosis and therapy. (2016). Version 2. 2016; 5: F1000 Faculty Rev-1530. 
  • Dickson D. and Trivedi K. 5 signs your back pain might be an emergency. (2019). Diakses pada: 13 Mei 2021. Dari: https://utswmed.org/medblog/5-signs-your-back-pain-might-be-emergency/
  • Brisby H. Pain origin and mechanisms in low back pain. (2016). Springerlink. Surgery of the Spine and Spinal Cord. A Neurosurgical Approach. 

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :