Beranda > Artikel > Apakah Tujuan Puasa Sebelum Operasi?

Apakah Tujuan Puasa Sebelum Operasi?

tujuan puasa sebelum operasi

Apakah puasa itu?

Bagi kebanyakan orang mungkin tidak asing lagi dengan kata ‘puasa’. Puasa diartikan sebagai keadaan tidak makan, tidak minum, atau keduanya dalam periode tertentu. Di dalam makna yang lebih baru, puasa juga selain tidak makan ataupun minum sama sekali, bisa diartikan juga dengan membatasi jumlah makanan atau minuman. Tujuan puasa bisa berbeda-beda bagi masing-masing orang, ada yang bertujuan untuk kesehatan maupun untuk kepentingan ibadah. Selain itu tahukah Anda, bahwa puasa pun diwajibkan bagi mereka yang hendak menjalankan operasi.

 

Perkembangan puasa dalam bidang medis

Puasa mulai dipergunakan untuk terapi dimulai sejak 5 abad sebelum Masehi. Salah satu dokter saat itu yang bernama Hippocrates merekomendasikan bagi pasien-pasiennya yang mengalami gejala suatu penyakit untuk tidak makan atau minum.

Seiring perkembangan keilmuan di bidang dunia kedokteran terdapat perdebatan diantara masing-masing tenaga kesehatan. Ada yang berpendapat bahwa ketika seseorang sakit tentu kondisi tersebut membuat seseorang tidak nafsu makan. Kemudian ada yang percaya bahwa pemberian nutrisi justru penting untuk perbaikan gejala penyakit dan proses penyembuhan penyakit itu pula.

 

Secara umum, apakah tujuan puasa?

Asosiasi Jantung Amerika (AHA) mengatakan bahwa dengan puasa secara teratur dapat menurunkan risiko kegagalan jantung dan memperpanjang masa hidup seseorang. Pada penelitian-penelitian terakhir didapatkan bahwa puasa yang rutin memberikan efek berupa menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL), dan mencegah terjadinya resistensi insulin. Puasa juga memiliki manfaat dalam proses penurunan berat badan dengan cara membatasi jumlah total kalori harian.

Sebuah penelitian memberikan hasil yang cukup menjanjikan bagi mereka yang berpuasa, diperkirakan penurunan risiko gagal jantung hingga 71% dibandingkan dengan mereka yang tidak berpuasa.

 

Apa yang membuat puasa begitu penting saat hendak operasi?

Apakah Anda pernah menjalani operasi ? Jika pernah, pasti Anda akan diminta oleh perawat dan dokter untuk melakukan puasa beberapa jam sebelum tindakan operasi dilakukan. Tetapi apakah Anda tahu, apakah tujuan dari puasa tersebut ? Mari kita simak bersama.

Sebelum tindakan operasi dilakukan, seorang dokter anestesi dan tim perawat lain akan melakukan pembiusan. Tindakan ini berlaku bagi semua tindakan operasi yang akan dijalani oleh pasien. Ketika tubuh mendapatkan pembiusan, maka disini tubuh akan mengalami penurunan fungsi perlindungan dan kemampuan untuk mencegah masuknya asam lambung dan makanan ke dalam paru-paru. Hal ini disebabkan oleh efek dari obat bius yang diberikan. Kondisi masuknya cairan ke dalam paru-paru disebut sebagai aspirasi. Kondisi sangatlah berbahaya bagi seseorang dan berisiko menyebabkan kematian. Proses pencegahan terjadinya aspirasi adalah dengan berpuasa. Puasa bertujuan untuk mengosongkan lambung.

 

Prosedur puasa sebelum operasi

Satu hari sebelum dilakukan tindakan operasi, dokter bedah, dokter anestesi, dan perawat akan mendatangi Anda untuk menjelaskan apa-apa saja yang akan dilakukan selama tindakan. Selain itu mereka pun akan mengingatkan Anda untuk berpuasa, yang akan dimulai dari jam berapa hingga jam operasi.

Berdasarkan Asosiasi Anestesi Amerika, mereka merekomendasikan:

– Puasa cairan

Puasa cairan disini dimaksudkan adalah batasan terakhir minum atau cairan yang berwarna jernih (dapat melihat tembus dari cairan) seperti air putih, teh tanpa gula. Dari rekomendasi yang disampaikan bahwa pemberhentian pemberian cairan sekitar 2 – 4 jam lebih efektif dan lebih aman mencegah dehidrasi dibandingkan lebih maupun kurang dari rentang waktu tersebut.

– Puasa makanan

Puasa makanan yang akan dilakukan terbagi menjadi dua yaitu komponen makanan padat dan makanan lunak / ringan. Pada makanan padat seperti nasi, dianjurkan untuk berpuasa selama minimal 6 jam, sedangkan pada makanan yang lebih ringan seperti roti atau kudapan minimal 4 jam. Bila waktu puasa lebih lama ditakutkan berisiko terjadinya kondisi hipoglikemia, sedangkan bila lebih minimal lagi, maka berisiko terjadinya aspirasi setelah dibius.

Selama proses berpuasa ini, pasien juga akan memperoleh obat-obatan yang berguna untuk menjaga agar asam lambung tidak meningkat selama proses puasa. Selain itu mencegah terjadinya refluks asam lambung yang bisa berisiko jadi muntah dan aspirasi ke dalam paru-paru.

Puasa dapat dipergunakan dalam berbagai tujuan mulai tujuan kesehatan, tujuan keagamaan, adat dan sebagainya, serta mereka juga bermanfaat untuk mempersiapkan diri seorang pasien sebelum operasi. Menjalani puasa sebelum operasi sangat diperlukan untuk menjaga keamanan, kelancaran, dan keselamatan pasien. Puasa memberikan kesempatan agar pengosongan lambung secara sempurna dapat dilakukan, jika tidak bisa berisiko terjadinya aspirasi asam lambung dan makanan yang bisa berbahaya bagi pasien.

Baca juga: Cara Menghitung Tetesan Infus dengan Benar

 

Daftar Pustaka

  1. Fasting. Diakses dari: https://www.britannica.com/topic/fasting. Pada: 2022, 8 Maret.
  2. American Heart Association News. Regular fasting could lead to longer, healthier life. Diakses dari: https://www.heart.org/en/news/2019/11/25/regular-fasting-could-lead-to-longer-healthier-life#:~:text=Recent%20studies%20have%20shown%20it,and%20keeping%20the%20pounds%20off. Pada: 2022, 8 Maret.
  3. O’Neill M. The Importance of Fasting Before Surgery. 2018. Diakses dari: https://www.rgj.com/story/life/wellness/2018/04/24/importance-fasting-before-surgery/537298002/. Pada: 2022, 8 Maret.
  4. Practice Guidelines for Preoperative Fasting and the Use of Pharmacologic Agents to Reduce the Risk of Pulmonary Aspiration: Application to Healthy Patients Undergoing Elective Procedures. Anesthesiology 2017; 126:376-93.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics