Beranda > Artikel > Waspadai dan Kenali Jenis Penyakit Infeksi Menular Seksual

Waspadai dan Kenali Jenis Penyakit Infeksi Menular Seksual

Apa itu penyakit infeksi menular seksual?

Penyakit infeksi menular seksual (PIMS) merupakan penyakit yang didapatkan melalui hubungan kontak seksual dari satu orang ke orang lain. Kontak seksual yang dimaksudkan adalah hubungan melalui vagina, seks anal, atau hubungan oral. Pembawa nya bisa salah satu orang, kemudian ditularkan ke orang lain melalui hubungan tadi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 1 juta kasus penyakit infeksi menular seksual terjadi.  Penyebaran penyakit ini tidak berhenti hanya di satu orang, selain melalui hubungan seksual, penularan juga terjadi melalui perantaraan penggunaan jarum suntik bekas dan bergantian. Kemudian penularan juga bisa terjadi secara vertikal dari seorang ibu yang sedang hamil kepada janin nya. WHO juga menyebutkan pada tahun 2012, terjadi kematian janin sebanyak lebih dari 300.000 kasus dikarenakan ibu hamil menderita sifilis. Kemudian sebanyak 530.000 wanita terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang menjadi cikal bakal penyakit kanker serviks atau leher rahim, dan angka kematian nya sebanyak 264.000 kasus.

Data dari Kemenkes RI, menyebutkan sampai bulan Desember 2017 angka kasus HIV dan AIDS, masing-masing sebanyak 280.623 kasus dan 102.667 kasus, data tersebut setiap tahun nya terus meningkat. Kemudian di tahun yang sama, jumlah kasus penderita keputihan atau duh tubuh sebanyak 20.262 orang, sedangkan untuk keluhan luka pada kelamin sebanyak 5.754 orang.

Jenis-jenis PIMS

PIMS merupakan salah satu penyakit yang memiliki banyak penyebab, seperti bakteri, virus, dan parasit. Berikut ini pembagian nya:

  1. Bakteri menyebabkan penyakit kencing nanah (gonorrhea), penyakit raja singa (syphilis), dan Chlamydia.
  2. Parasit yang dimaksudkan adalah Trichomonas yang menyebabkan infeksi trichomoniasis.
  3. Virus: virus juga membawa penyakit menular seksual seperti HIV-AIDS, herpes genitalis, Human papillomavirus yang berisiko menjadi kanker serviks, dan Hepatitis B.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko

Semua orang sebetulnya berisiko menjadi pembawa penyakit menular seksual, namun semua kembali pada kemungkinan-kemungkinan dan kebiasaan seseorang, berikut ini mari kita lihat bersama-sama apa saja faktor risiko yang memungkinkan seseorang menjadi semakin berisiko membawa penyakit itu:

  1. Hubungan seksual tanpa pelindung.

Penetrasi intravaginal atau intra anus tanpa pengaman atau pelindung sangat berisiko menularkan PIMS. Hubungan seks oral juga berisiko menularkan penyakit ini, tetapi dengan risiko yang lebih rendah dibandingkan hubungan dengan penetrasi.

  1. Hubungan seksual dengan lebih satu pasangan

Hubungan badan dengan lebih dari satu pasangan akan sangat meningkatkan risiko, artinya semakin banyak pasangan, maka risiko tertular dan menularkan PIMS akan semakin tinggi.

  1. Riwayat PIMS

Bagi penderita PIMS, penderita tersebut bisa tertular infeksi lain dan juga menularkan PIMS nya kepada orang lain. Oleh karena itu angka penularan PIMS menjadi tinggi. Contohnya bagi penderita herpes genitals dan sifilis, meningkatkan risiko mengalami infeksi HIV sebanyak tiga kali lebih besar.

  1. Penggunaan obat-obatan dan jarum suntik bergantian

Penularan beberapa penyakit infeksi ini, bisa ditularkan melalui penggunaan jarum suntik bersama, penyakit yang dimaksud seperti HIV dan Hepatitis B.

  1. Sedang hamil

Penularan secara vertikal dari ibu penderita PIMS ke anak sangat lah mungkin terjadi ditambah lagi, kewaspadaan ibu dan tidak tahu nya ibu sangat berisiko menjadi penularan kepada janin nya. Umumnya penyakit yang ditimbulkan mulai dari kematian janin dalam kandungan, lahir prematur, infeksi paru (pneumonia), infeksi pada mata (neonatal conjunctivitis), dan gangguan bentuk saat kelahiran.

Ciri penderita PIMS

Penderita penyakit menular seksual bisa saja tertular suatu penyakit tanpa disadari karena kadang penderita belum mengalami gejala. Berikut ini mari kita lihat bersama-sama gejala-gejala yang umum muncul pada penderita. Bagi penderita berjenis kelamin laki-laki:

  • Nyeri dan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual atau saat berkemih.
  • Muncul nya luka, bisul, atau bercak-bercak kemerahan di sekitar penis, kantung buah zakar, sekitar lubang anus, daerah bokong, paha, atau daerah mulut.
  • Dari lubang kencing keluar darah atau cairan/duh berwarna putih atau kehijauan.
  • Kantung buah zakar tiba-tiba membesar disertai dengan rasa nyeri.

Sedangkan pada wanita, berikut ini gejala-gejala yang mungkin dialami:

  • Rasa nyeri atau rasa tidak nyaman saat berhubungan atau saat berkemih.
  • Muncul nya luka, bisul, atau bercak-bercak kemerahan di sekitar kemaluan, sekitar lubang anus, daerah bokong, paha, atau daerah mulut.
  • Keluar cairan putih kental atau darah dari vagina.
  • Rasa gatal pada vagina.

Penyakit menular seksual memerlukan suatu kewaspadaan dan kesadaran tinggi untuk mencegah terjadinya penularan, mengingat data-data yang dikumpulkan setiap tahun nya mengalami peningkatan ditambah lagi kebiasaan serta perilaku seksual yang semakin tinggi juga. Bila Anda mengeluhkan gejala-gejala di atas, dianjurkan untuk segera berobat ke dokter sehingga mencegah terjadinya keparahan yang muncul.

Referensi

  • Sexually transmitted infections (STIs). Diakses pada: 2021, Mei 15. Dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
  • Rowawi R. Infeksi menular seksual: suatu kondisi dan tantangan yang perlu dihadapi. Juli 2018. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Volume 45, Nomor 2. Diakses dari: https://perdoski.id/mdvi/detail/972-infeksi-menular-seksual-suatu-kondisi-dan-tantangan-yang-perlu-dihadapi
  • Grey H. Everything you need to know about sexually transmitted diseases (STDs). Diakses pada: 15 Mei 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases#_noHeaderPrefixedContent
  • Sexually transmitted disease (STDs). Diakses pada: 15 Mei 2021. Dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/symptoms-causes/syc-20351240

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :